Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Selasa, 05 Juli 2011

Dilema Cinta (Chapter 2)



Chapter 2
Aku Sayang Padamu, Park Shin Hye!


"Kim So Eun...."

Aku mendongak, mencari asal suara. Dari tingkat dua, kulihat Jung So Min melambaikan tangannya sambil tersenyum.

"Tunggu aku di bawah, ya?"

Aku tersenyum mengiyakan.

Park Shin Hye, apakah suratku sudah sampai?

"Melamun lagi, ya?" Jung So Min tiba-tiba berujar pelan sambil menepuk bahuku lembut. "Sampai tak tahu kuperhatikan sejak tadi. Ingat dia, Kim So Eun?"

Aku hanya menjawab dengan senyum. Berjalan beberapa langkah dari sana, menghampiri kolam ikan, dan duduk di tepinya.

"Kapan kau pulang?"

"Lusa," jawabku tanpa berpaling. "Kenapa?"

"Mereka tahu kau akan datang?"

Aku menggeleng.

"Dia bagaimana?"

Aku mengedikkan bahu.

"Kim So Eun?"

"Entahlah! Aku hanya berharap, dia tak pernah tahu aku datang. Tak ingin membuatnya bingung dengan keputusanku."

"Apa kau tak takut, jika pulang nanti, Kim Bum telah memenuhi permintaanmu, menemani Park Shin Hye selamanya?"

Aku tersenyum tipis. Menatap Jung So Min dengan tatapan pilu.

"Itu mungkin lebih baik kan, Jung So Min?"

"Aku tahu. Tapi pikirkan juga perasaannya, Kim So Eun. Yang dia cintai itu kau. Jangan membuatnya bingung seperti itu."

Aku menggeleng lemah. Mengambil sweater yang kuletakkan di pergelangan kursi. Memandang gadis itu sesaat, sebelum akhirnya masuk ke dalam, menyalakan perapian. Jung So Min berjalan mengikutiku.

"Aku tak bisa mengubah apa yang sudah kuputuskan, Jung So Min. Jauh-jauh hari aku tahu, ini semua akan menyakiti kami. Tapi...?" gelengku sedih.

"Apa ini kau lakukan karena balas jasa?" tanya Jung So Min, hati-hati.

Aku berpaling cepat. Menatap gadis itu tak suka.

"Kim So Eun?"

"Apa kau pikir aku seperti itu?"

Jung So Min memandangku sedih.

"Kim So Eun... maafkan aku, ya? Aku hanya tak suka, kau terus mengalah."

Maaf? Aku tersenyum tipis. Andai saja kau mengerti, Jung So Min. Andai saja kau berada di posisiku, mungkin kau akan melakukan hal yang sama. Apalagi jika kau melihat, orang yang kau cintai begitu menderita.

Ibu juga pernah melakukan hal itu sebelum aku pergi. Wanita cantik yang lembut, sosok keibuan yang sangat kusayangi, yang telah mengasuhku sejak kecil dan sudah menganggapku anak kandungnya sendiri itu, berdiri di depanku dengan mata basah. Tanpa berbicara apa pun. Hanya menatapku dengan pandangan memohon. Membuatku tak bisa mengatakan apa-apa lagi, selain tersenyum dan berusaha mengerti keinginan Ibu, menyerahkan orang yang kucintai pada satu-satunya saudaraku.

"Kim So Eun?"

"Sudahlah," desisku pilu. Aku tak apa-apa. Tak perlu cemas memikirkanku."

* * *

"Barang-barangnya sudah kalian packing semua, kan?"

Aku dan Jung So Min mengangguk bersamaan.

"Tak ada yang terlupa?"

Aku tersenyum. Merangkul Bibi Lee Hye Young, ibu Jung So Min dan Kim Hyun Joong, dengan penuh kasih.

"Tinggal sedikit lagi, Bibi. Aku hanya takut lupa membawanya."

"Tenang saja. Kim Hyun Joong sedang mengambilnya." Jung So Min tersenyum. "Ah, itu dia."

Kim Hyun Joong masuk dengan wajah berpeluh keringat.

"Maaf Kim So Eun, mobilku tiba-tiba mogok di tengah jalan," kata pemuda itu menjelaskan, sambil menyerahkan album foto di tangannya. "Jam berapa penerbanganmu?"

"Dua jam lagi," jawabku, sambil melirik jam di pergelangan tanganku. "Terima kasih ya, Kim Hyun Joong."

"Jangan begitu," serunya tak suka. "Oh ya, Kim So Eun. Aku titip adikku yang cerewet ini, ya?" Kim Hyun Joong tersenyum melirik Jung So Min, sambil berusaha mengelak dari cubitan adiknya. Bibi Lee Hye Young dari depan, memperhatikan kami sambil tersenyum.

"Sudah, ayo cepat berangkat. Bukan pesawat yang menunggu kalian," goda Bibi Lee Hye Young. "Kim Hyun Joong, pakai mobil Ayah saja, biar cepat."

"Ya, Bu." Kim Hyun Joong tersenyum, berlari ke garasi.

"Bibi Lee Hye Young?" Aku membalikkan tubuhku. Tersenyum menatap wanita setengah baya di depanku. "Terima kasih."

"Bibi selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian. Kalau Park Shin Hye suatu saat sembuh, ajaklah dia ke sini. Bibi tunggu."

Aku mengangguk pelan. Mencium kedua pipi Bibi Lee Hye Young, sebelum akhirnya berlari menghampiri Kim Hyun Joong dan Jung So Min.

"Hati-hati, ya?"

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...