Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Selasa, 12 Juli 2011

Belenggu Jiwa (Chapter 3)



Chapter 3
Ada Apa dengan Kim So Eun?


Lantas lahirlah ide itu. Ulangtahun Kim So Eun seolah mendatangkan secercah sinar harap untuk mengembalikan warna-warni pelangi yang mulai kabur. Go Ah Ra dihubungi. Lalu merembet pula kepada teman-teman pekerja swalayan yang lain. Tentu saja tanpa Kim So Eun. Kepada mereka, Kim Bum menuturkan semua rencananya. Ia ingin mengembalikan senyum yang sempat hilang dari wajah lembut gadisnya.

Kim Bum sadar ini bukanlah jalan yang pasti menjanjikan keberhasilan. Tapi setidaknya ia ingin berusaha. Barangkali dengan sebuah kejutan kecil disertai sedikit gila-gilaan semua akan membaik. Artinya, Kim So Eun mau buka mulut menceritakan tentang setan iseng yang membuatnya berubah. Lalu setelah itu, apalagi kalau bukan membimbingnya mencari jalan keluar dari kemelut yang merundungnya.

Tapi ternyata semuanya tidaklah segampang mengatupkan kelopak mata. Rencana yang didukung sepenuhnya oleh Go Ah Ra cs. terancam bubar sebelum terealisasikan. Dan penyebabnya justru datangnya dari Kim So Eun sendiri. Siapa sangka gadis itu tiba-tiba hendak pulang tepat pada saat ulangtahunnya? Padahal semuanya telah dipersiapkan dengan rinci. Malah dengan semangat dan partisipasi yang full. Nah, kalau semuanya tiba-tiba jadi berantakan seperti ini, bukankah itu amat-sangat tidak lucu?

Go Ah Ra menggigit bibir bawahnya gelisah. Sudah direka-rekanya apa yang akan menimpanya nanti. Sepanjang yang diingatnya, Kim Bum tak pernah dijumpainya dalam keadaan marah. Justru karena itu ia jadi gentar sendiri. Bagaimana kira-kira kalau nanti Kim Bum datang dan mendapati apa yang telah diinstruksikannya tidak ada yang jalan sama sekali?

O, tidak. Barangkali masih ada yang bisa jalan. Misalnya, kue yang sedang dalam persiapan untuk dibuat ini. Tapi apa gunanya kalau Kim So Eun tidak hadir?! Bisa-bisa itu malah akan semakin membuat Kim Bum murka. Bagaimana ya kira-kira kalau ia murka? Aduh, entah sudah berapa kali pertanyaan itu hilir-mudik di kepalanya. Agaknya ia takut memikirkan itu. Dan aku memang takut, pikir Go Ah Ra getir.

"Sudah kau bujuk dia?" Suara Baek Suzy menghentikan lamunannya.

Go Ah Ra mengangguk. "Tapi sampai kering tenggorokanku dia tetap bersikeras mau pulang!"

"Kalau begitu biar aku yang membujuk!"

Ok Taecyeon bangkit. Bermaksud mendatangi Kim So Eun. Tapi belum lagi kakinya menyentuh anak tangga, suara gedebag-gedebug dari atas mematikan seluruh geraknya.

Kim So Eun muncul. Lengkap dengan tas-jalan yang sudah gendut menggelembung. Matanya yang sayu menatap teman-temannya satu per satu.

"Aku mau pulang," lapornya dalam nada biasa. Terlalu biasa untuk situasi seperti sekarang, sungut Go Ah Ra dalam hati.

"Go Ah Ra," Kim So Eun mendatanginya. "Aku titip ini." Diangsurkannya dua buah buku tebal. "Tolong berikan pada Kim Bum."

"Kenapa bukan kau saja yang memberikannya?" Ok Taecyeon menyela.

"Iya," susul Park Shin Hye begitu melihat ada kesempatan untuk melancarkan rencana. "Barangkali nanti malam juga dia akan ke sini."

Kim So Eun tersenyum dipaksakan. "Tidak bisa. Aku harus pulang sekarang!"

"Tidak bisa ditunda?"

"Tidak!"

"Penting sekali, Kim So Eun?"

Dijawab dengan anggukan.

"Sebegitu pentingnya sampai kau tak bisa menyempatkan diri untuk pamit pada Kim Bum?"

Pertanyaan itu membuat Kim So Eun terdiam. Ia menunduk dengan gerak kikuk. Lantas kembali ditatapnya Go Ah Ra.

"Aku kan cuma pulang kampung," kilahnya berusaha tenang.
"Tidak jauh. Dan tidak akan lama."

"Tapi jangan seka...."

"Aku harus segera pergi," Kim So Eun memotong tergesa. Sungguh tak menyenangi kepungan bujukan yang bernada mendesak seperti itu. Dan tanpa mau mendengar apa-apa lagi, ia segera terbang ke depan.

"Astaga! Ia seperti Cinderella yang harus segera pulang sebelum pukul dua belas malam."

"Ia bahkan tidak bertanya untuk apa tumpukan resep ini."

"Kim So Eun yang aneh! Apa yang harus kita katakan pada Kim Bum?"

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...