Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!
Tampilkan postingan dengan label Sepi Malam Minggu Yang Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepi Malam Minggu Yang Indah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter FF)


Title : Sepi Malam Minggu Yang Indah
Author : Sweety Qliquers
Genre : Friendship, Romance
Episode : 7 Chapter
Production : www.ff-lovers86.blogspot.com
Production Date : 27 January 2011, 10.25 AM
Cast & Note :

Han Hyo Joo

* Bila malam minggu tiba, Han Hyo Joo selalu menyambutnya dengan gembira. Sebab dia ingin lekas-lekas menumpahkan sang ilham itu di atas kertas folio. Malam Minggu memang waktu yang paling tepat karena dia dapat mengetik tanpa ada yang menganggu. Dan, Han Hyo Joo menikmati semua itu.
* Tapi itu dulu. Sekarang, Han Hyo Joo mulai merasakan betapa menjemukan malam minggunya. Hanya bergelut dengan buku dan Laptop Lagipula, dia juga ingin menceritakan tentang kencan malam minggunya pada Jeon Boram, seperti yang dilakukan Jeon Boram setiap hari Senin tiba.
Name: 한효주 / Han Hyo Joo (Han Hyo Ju)
Profession: Actress and model
Birthdate: 1987-Feb-22
Birthplace: Cheongju, South Korea
Height: 172cm
Weight: 48kg
Star sign: Pisces
Blood type: A
Talent agency: BH Entertainment


Boram (T-ARA)

As : Jeon Boram
* Sahabat Han Hyo Joo
* Teman sekelas Han Hyo Joo
Nama Asli: Jeon Boram (전보람)
Birtdate: 22 Maret 1986
Height: 155cm
Weight: 45 kg
Blood type: A
Profession: Penyanyi, Aktris
Posisi di T-ara: Leader, Support Vocal
Group : T-ara


Kim Soo Hyun

* Kakak kelas Han Hyo Joo
* Type Pemuda “Bad Boy”
Name: 김수현 / Kim Soo Hyun
Profession: Actor
Birthdate: 1988-Feb-16
Height: 180cm
Weight: 65kg
Star sign: Aquarius


Changmin (TVXQ)

As : Shim Changmin
* Kekasih Jeon Boram
Nama : Max Changmin
Nama Asli : Shim Chang Min
Nama Panggung : MAX, Choi Kang Cha Min And the man who have an NT N.
Tanggal Lahir : 18 Febuari 1988
Tempat Lahir : Seoul
Gol. Darah : B
Tinggi Badan : 184 cm
Berat Badan : 61 kg
Hobi : Main game, nyanyi, baca dan mendengarkan musik
Bakat : Menyanyi dan menari
Prestasi : 6th Annual SM Best
Kompetisi : Best Singing 1st Place & Best Artist of the Competition
Star Sign : aquarius


Lee Seung Ki

As : Kakak Han Hyo Joo
Name: 이승기 / Lee Seung Ki (Lee Seung Gi)
Profession: Singer and actor
Birthdate: 1987-Jan-13
Birthplace: Korea
Height: 182cm
Weight: 70kg
Star sign: Capricorn


Che Rim

As :
Pembantu rumah tangga Han Hyo Joo
Name: 채림 / Chae Rim (Chae Lim)
Real name: 박채림 / Park Chae Rim
Chinese name: 蔡琳 / Cai Lin
Profession: Actress
Birthdate: 1979-Mar-28
Height: 168cm
Weight: 48kg
Blood type: A
Star sign: Aries
Talent agency: Olive9 Entertaiment


Lee Jin Wook

As :
Ayah Han Hyo Joo & Lee Seung Ki
Name: 이진욱 / Lee Jin Wook
Profession: Actor
Birthdate: 1981-Sep-16
Birthplace: South Korea
Height: 183cm
Weight: 68kg
Star sign: Virgo
Blood type: A
Talent agency: HB Entertainment


Lee Hyori

As :
Ibu Han Hyo Joo & Lee Seung Ki
Name: 이효리 (李孝利) / Lee Hyo Ri (I Hyo Ri)
Also known as: Hyori Lee / Lee Hyori / Lee Hyo / Cho Ri
Profession: Singer, model, and actress
Birthdate: 1979-May-10
Birthplace: Choong Book, South Korea
Height: 166cm
Weight: 53kg
Star sign: Taurus
Blood type: A
Family: Older brother, older sister


Sepi Malam Minggu Yang Indah

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7 (Tamat)

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter 7-Tamat)


Han Hyo Joo memandang tubuh Kim Soo Hyun yang melangkah gontai. Maafkan aku, Kim Soo Hyun….batinnya. Cinta memang tidak bisa dipaksa. Dan, aku tidak ingin pura-pura mencintaimu hanya untuk membuang sepi malam mingguku.

Biarlah malam minggu tetap begini. Mungkin belum saatnya dewi amor singgah di hatiku. Toh, usiaku masih muda. Masih banyak waktu. Aku yakin, suatu hari nanti aku pasti menemukan dia, sang kekasih pujaan.

Dan, malam minggu Han Hyo Joo tetap sunyi. Tapi dia tidak sedih lagi. Dia menikmati sepi itu, sepi yang indah.

TAMAT
Copyright Sweety Qliquers

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter 6)


Malam sudah larut. Han Hyo Joo menggolekkan tubuhnya menghadap dinding. Dia berusaha memejamkan mata tapi tidak bisa. Kantuknya belum datang juga. Sementara perang batin berkobar terus, antara menerima atau menolak Kim Soo Hyun.

Hhhh! Han Hyo Joo mendesah. Posisi tubuhnya kini terlentang. Ditatapnya langit-langit kamar. Ada bayang-bayang Kim Soo Hyun di sana, lengkap dengan senyum dan matanya yang berpijar saat menyatakan cinta. Tuhan, aku tidak bisa mencintainya. Aku….aku harus menolaknya. Ya, harus! Berpikir begitu, Han Hyo Joo merasa lega. Perang itu telah usai.

Dan kala jam berdentang satu kali, Han Hyo Joo tertidur pulas.

Bersambung…

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter 5)


Di kantin, Han Hyo Joo memesan Orange Jus 2 gelas.

“Waktu malam Minggu Kim Soo Hyung ke rumahku, “ Kata Han Hyo Joo setelah pesanan mereka datang.

“Aku tidak heran. Bukankah Dari dulu dia menyukaimu?” Jeon Boram mengaduk-aduk Orange jusnya.

“Tapi kau pasti heran kalau malam itu juga dia….,” Han Hyo Joo menggantung kalimatnya. Dia menunggu reaksi Jeon Boram.

“Dia kenapa?” Desak Jeon Boram, semakin penasaran.

Han Hyo Joo tersenyum. “Dia bilang, Apa kau mau jadi kekasihku?”

“Ahh, berani sekali dia!” Setengah melongo Jeon Boram berseru.”Lalu, apa jawabanmu?”

“Beri aku waktu.” Sahut Han Hyo Joo pendek.

Jeon Boram meneguk Jusnya sampai habis. Ditatapnya Han Hyo Joo lama-lama.

“Hei, kenapa kau menatapku seperti itu?” Han Hyo Joo mengibaskan tangannya di depan wajah Jeon Boram.

“Han Hyo Joo, bagaimana perasaanmu pada Kim Soo Hyun?” Pelan suara Jeon Boram seolah takut ada yang mendengar.

“Perasaanku? Mm….bagaimana ya?” Han Hyo Joo mengerutkan kening “Ehmm, biasa saja.”

“Kalau biasa saja, kenapa kau bilang ‘beri aku waktu’? Tolak saja. beres!”

Han Hyo Joo diam. Benar juga apa yang dikatakan Jeon Boram. Toh, sebenarnya dia tidak menyukai Kim Soo Hyun. Tapi, Kim Soo Hyun tida jelek. Dia tampan, baik, walau dia Bad Boy.

“Aku rasa, aku menyukainya.” Ujar Han Hyo Joo kemudian. “Sedikit, tapi lambat laun pasti akan jadi bukit.”

“Gila! Kau pikir, cinta itu mainan? Kalau kau tidak mencintainya ya…jangan dipaksakan.”

Sekali lagi Han Hyo Joo terdiam. Dia jadi bingung. Kalau dia menolak Kim Soo Hyun, berarti malam minggunya akan tetap sepi. Atau…. menerimanya….akh…..apa betul dia bisa pelan-pelan belajar mencintai Kim Soo Hyun?

“Pikir baik-baik, Han Hyo Joo. Jangan memainkan perasaan orang lain. “ Jeon Boram menasihati. Han Hyo Joo manggut-manggut. Ia semakin bingung.

Bersambung…

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter 4)


Sudah jam tujuh kurang sepuluh menit, Jeon Boram belum datang juga. Han Hyo Joo duduk gelisah di bangkunya. Sebentar-sebentar ia melongokkan kepalanya ke jendela yang terletak di samping tempat duduknya. Tidak biasanya Jeon Boram terlambat. Apalagi ini hari Senin, harinya upacara penaikan bendera. Sebagai anggota pasukan pengibar bendera, seharusnya Jeon Boram datang agak pagi. Tapi, bukan karena itu Han Hyo Joo menunggu Jeon Boram. Dia hanya ingin cepat-cepat menceritakan kejadian malam minggunya.

Han Hyo Joo melirik jam di pergelangan tangan kirinya. 5 menit lagi bel berbunyi. Anak-anak sudah berhamburan ke lapangan siap mengikuti upacara. Bahkan, anak-anak kelas 3 IPA 1 yang terkenal tertib sudah mengatur barisan. Ah, Han Hyo Joo mendesak kecewa. Percuma saja dia menunggu Jeon Boram. Toh, tidak ada waktu lagi untuk bercerita.

Di lapangan, mereka harus tekun mengikuti jalannya upacara. Payahnya, pelajaran pertama sesudah upacara adalah Matematika yang gurunya terkenal killer. Mana ada kesempatan mengobrol? Padahal, Han Hyo Joo sudah tidak sabar ingin cerita.

Tepat jam 7, saat anak-anak sudah berbaris. Jeon Boram datang dengan nafas terengah-engah. Untung upacara baru akan dimulai. Tergesa, gadis itu menggabungkan diri dengan kelompok Pengibar bendera. Seorang gadis yang sudah siap menggantikannya kembali masuk ke barisannya.

Di barisannya, Han Hyo Joo menghela nafas lega. Dia sudah takut saja, Jeon Boram tidak hadir.

Upacara pagi itu terasa berlangsung berjam-jam. Pikiran Han Hyo Joo tidak terpusat pada jalannya upacara. Kata-kata Kim Soo Hyun terus mengiang di telinganya. O, betapa ingin dia mendengar komentar Jeon Boram bila gadis itu tahu apa yang diucapkan Kim Soo Hyun. Jeon Boram pasti terkejut. Matanya yang bulat pasti terbelalak. Ah, Han Hyo Joo tersenyum sendiri. Untung tidak ada yang melihat. Kalau tidak, mungkin dia disangka tidak waras.

“Aduh, kukira kau tidak datang.” Han Hyo Joo menghampiri Jeon Boram setelah upacara selesai.

“Hm, biasanya kalau aku terlambat, kau tidak akan bicara seperti itu. Tapi, sekarang?” Dengan curiga, Jeon Boram menatap Han Hyo Joo. “Memangnya ada apa?”

“Ada….,” Han Hyo Joo tidak meneruskan ucapannya. “Istirahat nanti aku ceritakan semuanya. Ayo, masuk ke kelas. Nanti si killer itu mengamuk.” Ditariknya tangan Jeon Boram.

Dua jam dijejali aneka perhitungan rumit membuat kepala Han Hyo Joo pening. Terlebih lagi bila ingat kejadian malam minggu. Uh, rasanya mau pecah! Han Hyo Joo melirik jam tangannya. 1 menit lagi istirahat.

Teng…teng..teng..! Lonceng berbunyi tanda istirahat tiba. Dengan bersamaan, Han Hyo Joo dan Jeon Boram menarik nafas lega.

“Fiuh! Benar-benar Gila guru killer itu!” Jeon Boram melap keningnya yang dihiasi butiran keringat dengan tissue.

“Memberi soal tidak tanggung-tanggung. Memangnya kita Einstein,” Han Hyo Joo menyambung. “Ayo, Kita ke kantin saja!” Ajaknya,menggamit lengan Jeon Boram.

“Wah, ada kabar seru ya? baru istirahat pertama sudah mengajakku ke kantin.” Jeon Boram penasaran.

“Bukan seru lagi, tapi super seru!” Han Hyo Joo mengambil dompetnya dari tas.

Bersambung...

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter 3)


Beberapa saat kemudian, Han Hyo Joo muncul dengan dua gelas sirup merah.

“Silakan minum, Kim Soo Hyun.” Katanya.

“Manis sekali sirup ini,” Kim Soo Hyun tersenyum setelah meneguk minuman itu. “Semanis orang yang membuatnya.”

“Wah, Bibi Chae Rim pasti senang dipuji begitu.” Han Hyo Joo tertawa kecil. Dia tahu, sebenarnya pujian itu ditujukan untuknya. Tapi, bukankah Bibi Chae Rim yang disuruhnya membuat minuman itu? Sedang dia sendiri, hanya ingin menghindar dari tatapan Kim Soo Hyun, lalu berpura-pura masuk membuat sirup.

Kim Soo Hyun ikut tertawa kecut. Dia tidak menyangka kalau minuman itu dibuat pembantu Han Hyo Joo.

“Han Hyo Joo, bolehkah aku setiap malam Minggu kemari?” tanyanya kemudian.

Han Hyo Joo ingin mengangguk, tapi entah kenapa dia menjawab “

“Boleh saja tapi….,”

“Tapi apa?”

“Tiap hari kan kita ketemu di sekolah.”

“Betul. Hanya saja kalau di sekolah rasanya tidak bebas.”

Han Hyo Joo terdiam. Keheningan menyergap.

“Han Hyo Joo, maukah kau menjadi kekasihku?” pertanyaan Kim Soo Hyun membuyarkan hening. Ditatapnya Han Hyo Joo dengan mata penuh pijar bintang.

Han Hyo Joo menunduk. Rasanya terlalu cepat Kim Soo Hyun mengucapkan kalimat itu. Terlalu tiba-tiba meski dia mendambakan seorang kekasih tapi bukan begitu caranya. Lagipula, dia tidak merasakan adanya debar-debar manis mendengar kalimat itu. Padahal Jeon Boram pernah bilang, kalau kita jatuh cinta pada seseorang, pasti kita merasa berdebar-debar bila dia mengucapkan kata cinta atau kata lainnya yang menjurus kesana. Tapi, aku tidak merasakan hal itu, pikir Han Hyo Joo. Aku ragu, apakah aku juga menyukai Kim Soo Hyun.

“Kim Soo Hyun….,” Han Hyo Joo mengangkat kepalanya setelah membisau beberapa saat. “Aku…ah, beri aku waktu untuk menjawabnya.”

“Oh, tentu saja Han Hyo Joo.” Kim Soo Hyun tersenyum. “Aku akan menanti jawabanmu.”

Bersambung…

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter 2)


“Hai, Kim Soo Hyun! Tumben kau kemari?” Sapa Han Hyo Joo setelah ia tahu siapa pemuda itu. Kim Soo Hyun adalah kakak kelasnya. pemuda tampan bertubuh jangkung itu sudah lama menaruh hati pada Han Hyo Joo. Han Hyo Joo tahu itu. Hanya, dia merasa kurang mantap dengan pemuda itu. Baginya, Kim Soo Hyun terlalu Bad Boy. Pakaiannya tidak pernah rapi. Selalu jins belel dengan kaos dan jaket. Sepatunya apalagi, ampun kotor sekali! Padahal, Han Hyo Joo adalah gadis yang menyukai kerapian.

“Ah, hanya isengs saja. Daripada bengong di rumah.” Ujar Kim Soo Hyun membalas sapaan Han Hyo Joo.

“Kalau begitu, silahkan masuk,” Han Hyo Joo membuka pintu pagar.

“Kenapa, sepi sekali Han Hyo Joo?” Kim Soo Hyun mengedarkan pandang sambil mengikuti Han Hyo Joo masuk ke ruang tamu.

“He eh,” Han Hyo Joo mengangguk. “Ayah dan Ibu pergi menghadiri pesta pernikahan putri sahabat Ayah. “Lee Seung Ki Oppa sudah sejak sore sibuk dengan kekasihnya.”

“Kenapa Kau tidak sibuk seperti Lee Seung Ki?” Tanya Kim Soo Hyun memancing seraya duduk di sofa.

“Ah, bagimana mau sibuk. Kekasih saja belum punya. “Han Hyo Joo tersipu.

“Kalau ada yang mau jadi kekasihmu, diterima tidak?” Pancing Kim Soo Hyun lagi.

Han Hyo Joo diam. Dia mulai dapat meraba ke arah mana pembicaraan Kim Soo Hyun. Terlebih lagi melihat tatapan mata Kim Soo Hyun yang menusuk.

“Aku ambilkan minum dulu ya?” Kata Han Hyo Joo akhirnya berusaha mengelak. Kim Soo Hyun mengangguk. Dipandanginya tubuh semampai Han Hyo Joo yang masuk ke ruang dalam.

Bersambung…

Sepi Malam Minggu Yang Indah (Chapter 1)


Pukul 7 malam. Han Hyo Joo duduk termangu di teras rumahnya. Angin malam mengelus wajah mulusnya, mesra. Sepertinya ingin mengajak gadis itu bercumbu. Tapi Han Hyo Joo tidak peduli dengan angin genit itu. Rambutnya yang lembut dan tergerai sebahu dibiarkannya menutupi sebagian wajahnya. Han Hyo Joo memang sedang kesal. Betapa tidak, di malam Minggu seindah ini dia hanya berteman dengan sepi. Padahal, dia ingin seperti Jeon Boram, sahabatnya yang juga teman sekelasnya.

Jeon Boram tidak pernah kesepian bila malam minggu tiba. Ada Shim Changmin, pacar setianya yang selalu menemani dan mengajaknya pergi menikmati malam minggu.

Dulu, ketika Han Hyo Joo baru saja menginjakkan kakinya di bangku SMA, dia tidak pernah merasa sepi seperti ini. Hobinya membaca dan menulis cerpen telah menghabiskan waktu malam minggunya. Bahkan dia selalu merasa kekurangan waktu.

Ilham yang muncul di kepalanya terus mengalir seperti air bah. Sampai-sampai dia merasa kewalahan. Apalagi, kalau lagi musim ulangan. Wah, Han Hyo Joo sampai bingung. Soalnya, dia harus memilih belajar atau menulis cerpen? Padahal dia ingin keduanya berjalan lancar.

Tidak heran, bila malam minggu tiba, Han Hyo Joo selalu menyambutnya dengan gembira. Sebab dia ingin lekas-lekas menumpahkan sang ilham itu di atas kertas folio. Malam Minggu memang waktu yang paling tepat karena dia dapat mengetik tanpa ada yang menganggu. Dan, Han Hyo Joo menikmati semua itu.

Tapi itu dulu. Sekarang, Han Hyo Joo mulai merasakan betapa menjemukan malam minggunya. Hanya bergelut dengan buku dan Laptop Lagipula, dia juga ingin menceritakan tentang kencan malam minggunya pada Jeon Boram, seperti yang dilakukan Jeon Boram setiap hari Senin tiba.

Malam kian merangkak. Jam di ruang tamu berdentang. Suaranya mengusik Han Hyo Joo yang masih melamun. Gadis itu mendesah. Tangannya menyibak rambut hitamnya yang dipermainkan angin. Perlahan, ia bangkit dari duduknya, masuk ke dalam rumah.

Di ruang tengah, Han Hyo Joo melanjutkan lamunannya. Ia berkhayal, andai saja ada pemuda tampan yang mengunjunginya malam ini. O, betapa bahagianya!

Sedang asik-asiknya berkhayal begitu, terdengar suara motor sport meraung-raung. Han Hyo Joo segera beranjak ke depan. Dari balik tirai jendela, dia melihat seorang pemuda tengah mencopot helmnya. Mendadak, Han Hyo Joo merasa dadanya berdebar-debar. Apalagi pemuda itu kini memijit bel yang terletak di samping pintu pagar.

Sesaat, nada-nada manis yang ditimbulkan oleh bel itu menggema di seluruh ruangan. Han Hyo Joo menenangkan dirinya, lalu melangkah keluar.

Bersambung…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...