Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Senin, 11 Juli 2011

Sahabat Jadi Cinta (Chapter 1)

Glitter Graphics

Chapter 1
Seindah Mata Kristalnya

Malam bergulir perlahan. Detak jarum jam dinding di kamarku terdengar jelas. Kota Seoul terlelap dalam tidur. Hanya sesekali terdengar raungan kendaraan. Menggerung keras lalu lenyap ditelan kesunyian.

Pukul dua dinihari.

Aku menyeka sebuah luka memar di sekitar kelopak mataku dengan air hangat. Bekas luka pukulan itu, setelah seminggu perlahan-lahan mulai hilang.

Kini aku menatap wajahku sendiri di dalam cermin. Kenapa itu kau lakukan, Kim Bum? Kenapa kau mati-matian membela gadis itu? Kenapa kau tidak pernah berkompromi kepada seseorang yang telah membuat mata bening milik gadis itu mempunyai pesona lain dalam hatimu, Kim Bum? Ataukah, kau mempunyai perasaan khusus pada gadis itu yang sampai saat ini masih kau sembunyikan? Yang sampai detik ini tidak pernah kau ungkapkan?!

* * *
"Hei, Kim So Eun. Kau tahu tidak kenapa aku sampai saat ini terus memanggilmu, Kristal?" Suatu hari enam bulan lalu menjelang pelajaran matematika aku membisikkan kalimat itu.

Kim So Eun menatapku.

"Karena aku anak Mama yang ke mana pun pergi selalu diantar dan dijaga?" sahut Kim So Eun yakin.

Aku menggeleng sembari tersenyum.

"Karena aku merupakan kaum hawa, yang sering diidentikkan oleh kaummu sebagai penghias dunia kan?" Kim So Eun melirikku. Membuka tas sekolah dan mengeluarkan buku catatan.

Aku tertawa. Lantas menggeleng.

"Memangnya kau aksesoris?" ledekku.

Kim So Eun mengernyitkan keningnya.

"Karena aku seorang gadis yang hatinya mudah patah berkeping-keping seperti kristal?" pancingnya, bertanya.

Lagi-lagi aku menggeleng.

"Lalu apa, Kim Bum?" Kim So Eun penasaran. Menatapku beberapa saat, menanti jawaban yang akan keluar dari mulutku.

"Karena kau mempunyai mata bagus dan sebening kristal," jawabku kemudian sembari menikmati mata indah milik gadis itu.

Kim So Eun membelalak. Mencubitku gemas sambil menggigit bibirnya sendiri.

"Aku berkata Jujur, Kim So Eun. Matamu bagus. Bening bak telaga. Juga teduh. Malah kadang-kadang aku sering berkaca di bola matamu itu," kubiarkan wajah Kim So Eun tersipu-sipu.

Tubuh yang indah, wajah cantik, dan bermata bagus, itu kesan pertama ketika aku mengenal Kim So Eun. Ia memang favorit di sekolahku. Ramah dan supel. Kesannya yang cuek dan tidak pernah memilih-milih teman, membuat Kim So Eun tumbuh menjadi gadis favorit di SMA-ku.

"Kau tahu apa yang ada di dalam hatiku saat ini, Kristal?" Mataku menatap lurus ke depan. Memperhatikan Mr. bae Yong Jun yang mulai sibuk memeriksa PR yang diberikan hari kemarin.

"Apa, Kim Bum?" bisik Kim So Eun lirih.

"Aku tidak ingin seorang pun yang akan melukai mata bagus itu." Aku tersenyum. Melindungi telingaku dari cubitan Kim So Eun dengan buku catatan.

"Terima kasih, Kim Bum. Kau memang sahabatku yang terbaik." Tanpa melirikku, Kim So Eun meluncurkan kalimat itu.

Keakrabanku dengan Kim So Eun, sudah terjalin sejak kelas satu SMA. Malah sebagaian teman-teman menyangka kalau Kim So Eun adalah kekasihku. Tetapi aku tidak pernah berpikir untuk itu. Tekadku waktu itu hanya satu. Aku ingin menjadi sahabat Kim So Eun yang terbaik. Tanpa menodai rasa persahabatanku itu dengan perasaan cinta yang sering berakhir dengan kebencian. Aku tak ingin hal itu terjadi. Aku hanya ingin melihat mata kristal Kim So Eun itu terus bersinar cerah. Bibir tipisnya terus berceloteh riang. Itu saja keinginanku.

Meskipun aku sempat menangkap sinyal kalau sebenarnya Kim So Eun sering memberiku lampu hijau untuk mengubah persahabatan itu menjadi hubungan yang lebih khusus. Tetapi ternyata aku ragu. Takut kalau suatu saat aku melukai hati Kim So Eun. Takut kalau suat saat aku akan menorehkan sembilu di hati gadis itu dan membuat mata kristal miliknya berubah kelabu. Sampai suatu saat Kim So Eun mengatakan padaku kalau Yang Yoseob, anak kelas IIB, yang sejak kelas satu mengejarnya dengan sabar, telah menjadi bagian dari hari-hari Kim So Eun.

Setelah hal itu terjadi, di hati kecilku, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang hilang. Dan aku yakin sesuatu itu adalah Kim So Eun.

Bersambung…

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...