Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!
Tampilkan postingan dengan label Luka Masa Lalu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luka Masa Lalu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Luka Masa Lalu (FF)



Title : Luka Masa Lalu
Genre : Friendship, Romance
Author : Sweety Qliquers
Episode : 6 Chapter
Production : www.ff-lovers86.blogspot.com
Production Date : 2 September 2011, 05.17 PM
Cast :
Kim So Eun
Kim Bum
Baek Suzy (Miss A)
Jung Yong Hwa (CN Blue)
Im Seulong (2AM)


Luka Masa Lalu

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6 - Tamat

Luka Masa Lalu (Chapter 6-Tamat)



Kini tinggallah Kim So Eun yang meratap.

“Kim So Eun,” panggil Kim Bum kemudian.

“Kau jahat!” teriak Kim So Eun marah, “Kau sudah menghancurkan hidupku! Apa kau belum puas juga menyakitiku?!”

“Bukan aku yang menghancurkan hidupmu, Kim So Eun, tapi kau sendiri.” Kata Kim Bum tenang.

“Kau telah menghancurkan hidupku, Kim So Eun. Aku hanya ingin kau merasakan hal yang sama seperti apa yang kurasakan!” kata Kim Bum lagi.

Kim Bum tersenyum puas, sementara Kim So Eun terus meratap.

Luka hati mereka telah sama-sama impas.

Mungkin salah paham itu bisa saja diluruskan oleh Kim So Eun dan dipahami oleh Jung Yong Hwa, atau mungkin juga tidak. Itu panjang lagi ceritanya.... Yang jelas, hari itu semua orang sudah mendengar apa yang dikatakan Kim Bum dan menghapus persepsi itu bukanlah hal yang mudah.


Tamat
Copyright Sweety Qliquers

Luka Masa Lalu (Chapter 5)



Dua tahun berlalu....

Hari itu, Kim So Eun tampak cantik dengan balutan Gaun putih.

Hari ini dia akan melangsungkan pernikahan dengan Jung Yong Hwa, seorang lelaki baik yang cinta padanya.

Setelah sekian lama, akhirnya Kim So Eun bisa melupakan Kim Bum dan menemukan pengganti yang jauh lebih baik. Kim So Eun yakin ia tidak akan menangis lagi. Jung Yong Hwa terlalu baik untuk membuatnya menangis.

Semua tamu, keluarga dan pendeta sudah siap. Memang bukan pernikahan yang megah, tapi Kim So Eun sudah cukup bahagia. Setelah melalui beberapa prosesi, akhirnya tibalah saat yang paling mendebarkan. Mengikrarkan janji pernikahan di altar gereja di depan pendeta.

“Jung Yong Hwa, maukah kau menerima Kim So Eun sebagai istrimu dalam susah maupun senang...''

“Tunggu!!!” sebuah suara lantang tiba-tiba menghentikan prosesi itu.

Semua orang langsung menoleh ke arah sumber suara. Dan alangkah terkejutnya Kim So Eun. Di sana ia melihat Kim Bum. Dialah tadi yang berteriak menghentikan acara itu.

“Saya kekasih Kim So Eun!” kata Kim Bum lantang.

Kim So Eun kaget setengah mati, sementara Jung Yong Hwa kebingungan.

“Saya akan menghentikan pernikahan yang tidak sah ini!”

Para undangan saling berbisik-bisik.

“Kim Bum! Kau itu bukan siapa-siapa dan kau tidak berhak mengacaukan acara pernikahanku!” kata Kim So Eun marah.

“Oya?! Tapi aku berhak melarang pembohong sepertimu untuk menikah!” kata Kim Bum.

“Pembohong? Siapa yang pembohong?” Kim So Eun balik menyindir.

“Pendeta, apa anda tidak tahu? Wanita yang sedang hamil dilarang melangsungkan pernikahan!” kata Kim Bum, yang membuat semua hadirin terkejut.

“Kim So Eun sedang mengandung anak saya!” lanjut Kim Bum.

“Bohong! Itu tidak benar! Saya tidak sedang hamil dan kau jangan coba-coba memfitnahku!” Kim So Eun kehilangan kesabaran.

“Tapi saya punya bukti,” kata Kim Bum sambil mengeluarkan sebuah amplop besar berwarna coklat. Dari dalam amplop itu, ia mengeluarkan foto-fotonya dengan Kim So Eun, serta sebuah surat dokter yang menyatakan bahwa Kim So Eun positif hamil. Amplop dan semua isinya itu adalah amplop yang sama seperti yang diberikan Kim So Eun kepada istri Kim Bum.

“Kim So Eun!” teriak Jung Yong Hwa marah, “Kau mau mempermainkanku!”

“Tidak Jung Yong Hwa, semua ini bohong! Kau lihat… ini sudah lama sekali. Mana mungkin aku hamil selama itu? Dia itu pembohong! Kau jangan percaya dengan perkataannya!” kata Kim So Eun menghiba.

“Ooo… kalau begitu dimana anak itu sekarang? Dia pasti sudah lahir kan? Atau kau sudah berhasil menggugurkan kandunganmu tanpa diketahui siapapun?” Kim Bum semakin membuat Kim So Eun terpojok.

“Apa? Teganya kau menuduhku sekejam itu! Jung Yong Hwa, aku tidak pernah melakukan semua itu. Aku mohon, percayalah padaku, Jung Yong Hwa,” Kim So Eun memohon.

“Sekarang, semuanya sudah jelas kan? Bagaimanapun juga pernikahan ini tidak bisa diteruskan lagi,” kata Kim Bum penuh kemenangan.

Jung Yong Hwa menatap Kim So Eun dengan tatapan yang penuh kebencian.

“Aku sudah tidak percaya lagi padamu, Kim So Eun!” kata Jung Yong Hwa sambil berlalu pergi.

Kim So Eun mulai menangis. Ia mengejar Jung Yong Hwa.

“Tunggu, Jung Yong Hwa! Kau jangan percaya begitu saja dengan kebohongan ini!” Kim So Eun terus memohon. Tapi Jung Yong Hwa tak mau menoleh lagi.

Bersambung…

Luka Masa Lalu (Chapter 4)



“Kenapa kau melakukan ini, Kim So Eun?”

Kim Bum terlihat sangat terpukul ketika menemui Kim So Eun.

“Karena kau sudah menipuku dan istrimu! Kau jahat, Kim Bum! Sudah sepantasnya kau mendapat balasan!” kata Kim So Eun penuh kemenangan.

“Gara-gara kau, istriku menggugat cerai,” kata Kim Bum.

“Sudah seharusnya!” kata Kim So Eun.

Kim Bum semakin geram. Hatinya terasa beku. Tadinya ia sangat mencintai Kim So Eun. Apalagi hubungannya dengan istrinya sudah lama merenggang.

Sejak istrinya sukses menjadi Pengusaha Boutique di Hongkong, ia telah berubah dan tak pernah menghargai dirinya lagi. Pada saat itulah ia terpikat pada Kim So Eun. Dan sejak bertemu dengan Kim So Eun, Kim Bum berharap bisa menjalin hubungan yang lebih jauh lagi. Tapi kenyataannya, semuanya berakhir seperti ini.... Hidupnya malah jadi hancur.

Kim Bum benar-benar kecewa.

Ia berjanji pada dirinya sendiri, kalau ia tidak mendapat kebahagiaan, maka Kim So Eun pun tidak.

Bersambung…

Luka Masa Lalu (Chapter 3)



Beberapa hari kemudian, Kim So Eun pergi menemui istri Kim Bum yang telah pulang dari Hongkong. Ia menunggu saat yang tepat, saat Kim Bum tidak ada di rumah. Tanpa curiga, istri Kim Bum menyambut kedatangan Kim So Eun dengan ramah.

“Kau pasti senang, sudah bisa pulang ke rumah. Kim Bum sering cerita padaku tentang dirimu. Katanya kau adalah adiknya yang sangat baik,” kata Kim So Eun.

“Tapi Kim Bum bukan kakak-ku, dia itu………”

“Memang tidak enak, jika berpisah dengan keluarga,” potong Kim So Eun cepat, “Aku juga pernah minta izin pada Kim Bum untuk membuka restoran khas Korea di Jepang, tapi tidak diizinkan. Katanya dia takut aku akan bertemu dengan Pemuda tampan di Jepang dan melupakannya,” kata Kim So Eun.

“Maksudmu itu apa?!” istri Kim Bum mulai kesal.

“Oo… iya aku lupa cerita. Aku ini kekasih Kim Bum. Dan kedatanganku ke sini adalah untuk mengabarkan berita gembira… karena aku sedang mengandung anaknya,” kata Kim So Eun berpura-pura.

“Kau jangan sembarangan bicara! Kim Bum itu suami-ku!”

Kim So Eun pura-pura terkejut.

“Tidak mungkin! Kim Bum itu belum menikah, dia janji mau menikahiku! Aku mengandung anaknya!” Kim So Eun mengeluarkan amplop coklat berisi foto-fotonya bersama Kim Bum. Selain itu ia juga memberikan surat dokter yang menyatakan dirinya positif hamil. Kim So Eun memang sengaja memalsukan surat itu. Istri Kim Bum langsung syok melihatnya. Kim So Eun pun bergegas meninggalkan rumah Kim Bum.

Bersambung…

Luka Masa Lalu (Chapter 2)



“Baek Suzy, maafkan aku. Karena aku sudah tidak percaya padamu,” kata Kim So Eun keesokan harinya. Ia menceritakan tentang kejadian kemarin pada Baek Suzy.

“Tidak apa-apa, Kim So Eun. Sekarang kau tahu kebenarannya. Sekarang lebih baik kau lupakan Kim Bum. Dia tidak pantas untukmu,” nasihat Baek Suzy.

“Tapi aku tidak bisa melupakan sakit hatiku padanya, Bae Suzy. Aku harus membalasnya!” kata Kim So Eun ketus.

“Kau mau membantuku kan, Baek Suzy,” kata Kim So Eun berharap.

Baek Suzy tak tahu apa yang akan dilakukan Kim So Eun. Ia hanya mengangguk.

* * *

“Bagaimana, Baek Suzy?" tanya Kim So Eun seminggu kemudian.

“Beres. Aku sudah dapat kabar dari Im Seulong. Istri Kim Bum akan pulang dari Hongkong minggu ini. Katanya Boutique yang ada di Hongkong sudah lumayan sukses dan dia mau membuka cabang di Incheon, karena itu ia akan kembali ke Korea minggu ini. Kau tinggal tunggu waktu saja untuk menghancurkan hidup Kim Bum,” kata Baek Suzy.

“Terima kasih, Baek Suzy,” kata Kim So Eun senang.

“Aku tidak percaya aku melakukannya, Kim So Eun. Tapi ingat, aku hanya membantumu. Aku tidak ikut bertanggung jawab kalau nanti terjadi apa-apa,” kata Baek Suzy mengingatkan.

Kim So Eun hanya tersenyum.

Ia yakin rencananya akan berjalan lancar. Sakit hatinya pada Kim Bum telah membuatnya menyusun rencana jahat untuk membalasnya.

Bersambung…

Luka Masa Lalu (Chapter 1)



“Apa?!” Kim So Eun terkejut mendengar perkataan sahabatnya itu.

“Iya, Im Seulong yang mengatakannya padaku. Dia itu kan teman dekat Kim Bum. Dulu bahkan Im Seulong diundang saat pernikahannya. Sayang ia baru bilang sekarang. Karena dia sudah dua tahun ini menetap di Jepang. Dan baru kemarin pulang ke Korea,” Baek Suzy mencoba meyakinkan Kim So Eun.

Kim So Eun benar-benar kalut. Hatinya hancur mendengar kabar itu. Ia tidak percaya bahwa Kim Bum, Kekasihnya itu, ternyata telah menikah sebelum berkenalan dengannya. Tapi tak mungkin Baek Suzy membohonginya.

* * *

Sore itu, Kim So Eun bertemu dengan Kim Bum. Mereka pun jalan ke mall. Sebenarnya Kim So Eun ingin menanyakan langsung kebenaran cerita Baek Suzy itu kepada Kim Bum. Tapi ia yakin Kim Bum pasti akan menyangkal. Karena itu, walaupun hatinya hancur dan amarahnya sudah hampir meledak, Kim So Eun tetap mencoba bertindak hati-hati. Ia ingin menyelidiki kebenaran kabar itu.

Saat sedang makan di restoran, Kim Bum minta ijin ke toilet.

Ia tinggalkan Ponsel-nya di atas meja. Kim So Eun pun dengan leluasa membuka dan membaca sms-sms yang ada di Ponsel itu.

Biasanya Kim Bum tak pernah mengijinkannya menyentuh Ponsel itu dengan alasan apapun.

Alangkah terkejutnya Kim So Eun.

Ia mendapati banyak sekali sms dari seorang wanita, dan semuanya menuliskan kata sayang dan rindu pada Kim Bum. Sms Kim Bum pada wanita itu pun tak kalah mesranya. Kim So Eun benar-benar kesal, dan marah. Ternyata benar apa yang dikatakan Baek Suzy padanya. Kim So Eun menarik napas panjang.

Ia mencoba menahan dirinya.

Tak lama Kim Bum kembali.

“Sepertinya aku harus pulang, Kim Bum,” kata Kim So Eun.

Kim Bum heran.

“Ada apa, Kim So Eun? Kenapa buru-buru?” tanya Kim Bum.

“Aku tidak enak badan,” jawab Kim So Eun singkat.

Bergegas dia keluar dan meninggalkan tempat itu.

“Tunggu dulu, Kim So Eun! Kau ini kenapa?” kejar Kim Bum.

“Aku mau pulang, Kim Bum. Biarkan aku sendiri!” kata Kim So Eun ketus.

Kim Bum hendak mengejar Kim So Eun, tapi ia ingat kalau ia belum membayar makanan yang mereka pesan.

Bersambung…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...