Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!
Tampilkan postingan dengan label Cinta Dari Gerbang Surga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta Dari Gerbang Surga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2011

Cinta Dari Gerbang Surga (FF)



Title : Cinta Dari Gerbang Surga
Genre : Romance
Author : Sweety Qliquers
Episode : 4 Chapter
Production : www.ff-lovers86.blogspot.com
Production Date : 21 September 2011, 04.32 PM
Cast :
Kim So Eun
Kim Bum
Jung Yong Hwa
Song Seung Hun
Kim Yoo Bin


Cinta Dari Gerbang Surga

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4 - Tamat

Cinta Dari Gerbang Surga (Chapter 4-Tamat)



Hujan gerimis mulai membasahi nisan putih dan tanah makam. Orang orang yang melayat telah lama meninggalkan kompleks pemakaman, yang tersisa hanyalah Kim So Eun, Jung Yong Hwa dan Song Seung Hun.

Setelah hening sejenak suara Song Seung Hun terdengar memecah kesunyian.

“Kim Bum… dia tidak pernah bisa keluar dari sana…. dia pertaruhkan hidupnya untuk nyawa seorang gadis kecil… siapapun yang kita lihat keluar dari lemari es itu kini sudah bukanlah hal yang penting lagi, Yang terpenting kini adalah kita harus bisa menerima semuanya… dan menjaga kenangannya tetap hidup dalam hati kita untuk selamanya….” Song Seung Hun menutup perkataannya.

Setelah memegang bahu Kim So Eun sesaat, Song Seung Hun pun meninggalkan Kim So Eun berdua dengan Jung Yong Hwa.

“Kim So Eun…aku..” Jung Yong Hwa berujar pelan namun dengan cepat dipotong oleh Kim So Eun.

“Jung Yong Hwa, tinggalkan aku sendiri….”

“Tapi Kim So Eun…aku…” Jung Yong Hwa hendak membantah namun bening yang mengalir disudut mata Kim So Eun telah membuatnya menyurutkan langkahnya dengan wajah tertunduk Jung Yong Hwa perlahan meninggalkan Kim So Eun.

Rinai-rinai hujan mulai menderas, sederas air mata yang mengalir di pipi Kim So Eun.

“Kim Bum….. bodoh! Aku juga menyayangimu…! Aku juga mencintaimu…! Tapi kau tetap kembali untuk katakan semua itu….. dasar bodoh…. Kim Bum bodoh!!! ” ratap Kim So Eun sembari memeluk nisan yang telah basah oleh tetesan hujan dan derai air matanya.

Hujan terus mendera tubuh dan jiwa gadis itu. Isak tangisnya pun akhirnya tertindih suara tangisan alam itu sendiri…derai air mata dari surga….


Tamat
Copyright Sweety Qliquers

Cinta Dari Gerbang Surga (Chapter 3)



Sesaat setelah ledakan kedua terdengar, terlihat sebuah benda persegi yang dipenuhi kobaran api melesat dengan kencangnya menerobos jendela kaca ruangan tamu lantai pertama. Kaca yang ditabraknya hancur berantakan dan menimbulkan suara yang sangat keras.

Benda tersebut terus meluncur kearah jalanan setelah beberapa saat terlihat benda tersebut berputar kencang, saat putarannya akhirnya berhenti, tiba-tiba pintu dari benda yang ternyata adalah sebuah lemari es besar tersebut terhempas keatas dengan keras. Lalu satu sosok tubuh terlihat keluar dari dalamnya.

“Kim Bum…!!! “ Kim So Eun berteriak kencang saat mengenali sosok orang yang keluar dari dalam lemari es.

Orang yang memang Kim Bum adanya itu, berusaha memadamkan api yang masih menjalari kakinya.

“Komandan! Cepat selamatkan anak ini, dia berhenti bernapas…! “ teriak Kim Bum sekencangnya yang kontan saja membuat sang komandan dan anggota pemadam lainnya berlari mendekati Kim Bum.

“Panggil juru medis kemari cepat!“ Song Seung Hun berteriak kencang.

Dengan cepat diraihnya gadis kecil yang berada didalam pelukan Kim Bum, sesaat sang komandan terperanjat lalu teriakannya kembali terdengar.

“Nafasnya berhenti cepat siapkan prosedur CPR! Kita harus selamatkan anak ini!“

Sang ibu yang tadi terlihat panik, setelah melihat wajah gadis kecil itu, tangisnya kembali terdengar.

“Kim Yoo Bin…ooh Tuhan… Kim Yoo Bin Bangun sayang ini Ibu…” ujar sang ibu dengan linangan air mata.

Para ahli medis berusaha dengan keras mencoba untuk memulihkan kesadaran gadis tersebut. Dan akhirnya usaha mereka membuahkan hasilnya, kelopak mata gadis tersebut perlahan terbuka, lalu satu suara halus terdengar dari bibir mungilnya.

“Ibu…” sang ibu yang melihat hal ini pun langsung memeluk gadis tersebut isakannya terdengar menyentuh.

”Kim Yoo Bin… “ bulir bulir mutiara bening terlihat menetes di kedua sudut matanya. Sesaat kemudian terlihat ibu dan anak tersebut terlihat saling berpelukan menghamburkan tangis kebahagiaan.

Hal ini membuat orang-orang yang ada di sekitar mereka tersentuh, setelah menyeka air mata masing-masing terdengarlah tepukan tangan mereka tanda keharuan.

Ditengah-tengah moment mengharukan tersebut, Kim Bum terlihat berjalan pelan kesatu arah. Pandangannya lekat tertuju pada satu orang. Matanya yang berbinar penuh cinta terlihat begitu mesranya.

Kim So Eun yang melihat kedatangan Kim Bum sesaat menundukan wajahnya. Wajahnya memerah kala dirasakannya satu tangan membelai anak rambutnya.

”Kim So Eun, maaf telah membuatmu khawatir… aku datang hanya untuk menyampaikan sesuatu…. Sesuatu yang seharusnya aku katakan sejak dulu… aku tahu mungkin ini sudah terlambat, tapi ini lebih baik dari pada tidak sama sekali….” Suara Kim Bum terdengar bergetar.

Kim So Eun semakin menundukkan wajahnya yang telah memerah. Digigitnya bibirnya untuk menahan debaran didadanya. Kemudian suara Kim Bum kembali terdengar.

“Kim So Eun sayang, aku hanya ingin bilang… dimanapun dan kapanpun kau berada, dulu, sekarang, dan seterusnya…aku akan selalu mencintaimu…. walaupun aku tidak bisa selalu menemanimu, walaupun aku tidakkan ada disisimu, tapi aku kan selalu menyertaimu… menyayangimu… dan menjagamu….. dari ….. gerbang surga…….” Kim Bum berujar lembut penuh kasih.

Saat Kim Bum mengakhiri ucapannya dan mengecup kening Kim So Eun, angina berhembus kencang. Sesaat Kim So Eun tergoyah. Angina membuat ia harus menutup matanya, setelah angina berhenti berhembus, Kim So Eun mendapatkan dirinya sendirian ditengah keramaian. Sosok Kim Bum telah hilang dari pandangannya.

“Kim Bum..? Kim Bum…? Kau dimana….? Kim So Eun berujar pelan, dipandanginya keadaan sekelilingnya berusaha mencari sosok pemuda itu. Hatinya bergetar keras kala menyadari kalau orang yang disayangnya tidak lagi didapatinya di hadapannya.

Bersambung…

Cinta Dari Gerbang Surga (Chapter 2)



Kim So Eun berusaha mempercepat langkah kakinya, setelah beberapa saat berlari sampailah Kim So Eun ke daerah titik api. saat dilihatnya api yang berkobar didepannya, dengan nekat gadis itu berusaha untuk menerobos. Tapi niatnya urung terlaksana, satu tangan menariknya mundur dengan keras. Lalu terdengar satu suara keras membentak.

“Kim So Eun…? Apa yang kau lakukan…? Menjauhlah dari sini, disini berbahaya!“

Kim So Eun mendongakkan kepalanya. Lalu dilihatnya satu sosok Pria tinggi dalam balutan seragam pemadam kebakaran sedang menggengam lengannya.

“Tn. Song Seung Hun... maaf… Saya… Saya... harus….” Kim So Eun tidak bisa lagi meneruskan ucapannya, air matanya telah terlebih dahulu membanjir keluar.

“Sabarlah Kim So Eun, saya tahu ini berat bagimu. Tapi kau harus percaya pada Kim Bum! Dia adalah anak buah saya yang paling handal. Dia pasti akan kembali dengan selamat! Percayalah!” Seru Song Seung Hun tegas berusaha menenangkan hati Kim So Eun. Song Seung Hun adalah komandan pasukan pemadam Kebakaran.

Kim So Eun mendesah pelan, bayang kekhawatiran masih terlihat melekat erat diwajahnya.

“Sudahlah Kim So Eun, tenangkan dirimu. Serahkan semuanya pada kami, kami pasti bisa menangani masalah ini. Percayalah pada kami!” ujar sang komandan berapi-api.

Dengan nafas terputus-putus akhirnya Jung Yong Hwa berhasil menyusul Kim So Eun.

“Kim So Eun…aku... kau…kau tidak apa-apa kan?” ujar Jung Yong Hwa dengan nafas berkejaran.

Kim So Eun tidak menjawab pertanyaan Jung Yong Hwa, matanya terus saja menatap kobaran api dengan tatapan gelisah.

Sementara Song Seung Hun - sang komandan terlihat sedang sibuk menenangkan seorang wanita yang tampak dalam keadaan panik,

“Tuan, tolong anak saya Tuan… Kim Yoo Bin anak saya masih didalam…! Saya mohon tolonglah saya Tuan…saya akan bayar berapa saja Tuan… Saya mohon… tolong…Kim Yoo Bin anak saya!!!” ratap sang wanita mengiba.

Song Seung Hun benar-benar dibuat bingung karenanya. Saat ia hendak bersuara tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang sangat keras dari arah Bangunan tersebut.

Sang wanita yang meratapi anaknya yang terjebak dalam kebakaran benar-benar terperanjat, bola matanya seakan-akan mau keluar dari sarangnya, lalu satu teriakan pun terdengar merobek angkasa.

“Kim Yoo Bin….!!“ Wanita itu tiba tiba menjadi nekat, ditepisnya tangan Song Seung Hun yang berusaha mencegahnya mendekat kearah rumah, tapi belum sempat wanita itu melangkah maju, ledakan kedua kembali terdengar.

“Awas…!!” Song Seung Hun berteriak kencang, dengan reflek tubuhnya yang atletis melompat dan menyambar tubuh wanita yang terlihat terpaku ditempatnya.

Bersambung…

Cinta Dari Gerbang Surga (Chapter 1)



Kim Bum berjalan melintasi koridor yang telah dipenuhi asap dengan hati berdebar, Kapak pemadam digenggam erat di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya berusaha untuk menghalau asap membuntal yang menghalangi jarak pandangnya.

Dengan sangat berhati-hati Kim Bum melangkahkan kakinya kearah anak tangga yang menuju ke lantai dua rumah tersebut. Kala Kim Bum menapakkan kakinya pada anak tangga terakhir, dirinya benar-benar terperanjat. Ruangan tersebut ternyata telah dipenuhi oleh kobaran api yang membara!

Kim Bum benar-benar terkejut, tapi tentu saja hal seperti itu tidak akan bisa menyurutkan langkah kakinya. sebagai anggota satuan pemadam kebakaran yang terlatih, dirinya telah terbiasa dan siap bahkan untuk keadaan yang terburuk sekalipun.

“Ada orang didalam…!!! “ Kim Bum berteriak kencang. Untuk sesaat, yang terdengar hanyalah suara kretekan kayu yang terbakar. Namun perlahan kemudian terdengar suara terbatuk-batuk dari arah satu kamar yang ada diruangan tersebut.

Akhirnya dengan terlebih dahulu mengenakan masker oksigen, Kim Bum pun langsung mengayunkan kapak pemadamnya kearah pintu kamar yang terlihat telah dijilati oleh kobaran api. Terdengar suara yang keras saat mata kapak beradu dengan pintu tersebut. Setelah beberapa kali Kim Bum menghantamkan kapaknya kearah Pintu dihadapannya, Kim Bum akhirnya dapat menghancurkan pintu tersebut, namun Kim Bum terperangah! Matanya membelalak lebar kala dilihatnya serbuan gelombang panas menyerangnya dari balik pintu!

Secara reflek Kim Bum merunduk dan membiarkan api lewat diatas kepalanya. Punggung dan tengkuknya benar benar terasa membara, pandangannya pun serasa berputar. Untuk beberapa saat Kim Bum merasa gamang dengan keadaan sekitarnya. setelah bisa menyesuaikan diri, Kim Bum pun akhirnya bangkit dari lantai.

Setelah penglihatannya mulai jernih, Kim Bum pun mulai mengedarkan pandangannya.

“Ya Tuhan!“ Kim Bum berseru keras kala melihat seorang gadis kecil terlihat tergeletak diatas lantai yang terlihat telah mulai terbakar. dengan nekat, Kim Bum menerobos dinding api yang menghalangi dirinya dengan gadis kecil itu, “Bertahanlah..!!” serunya keras sambil berlari mendekat.

Setelah sampai didekat gadis kecil itu, dengan refleks Kim Bum langsung membopong tubuh gadis kecil tersebut. Kala dilihatnya gadis kecil itu tidak bergerak, Kim Bum pun langsung melepas masker oksigennya dan memasangkannya pada gadis kecil tersebut.

“Adik kecil bertahanlah! Oppa akan megeluarkanmu dari sini…” ucap Kim Bum cemas, tanpa pikir panjang Kim Bum langsung membuka jaket penyelamatnya dan langsung membungkus tubuh gadis kecil itu. Dengan hanya memakai seragam kerjanya, Kim Bum akhirnya nekat menerobos kobaran api yang telah mengurung dirinya ditengah tengah.

Suasana di luar rumah benar benar kacau. Orang orang berlarian tak tentu arah. Ada yang berusaha memadamkan api yang berkobar tapi tidak sedikit juga yang hanya menonton dari kejauhan. diantara orang orang yang berlarian dengan panik, terlihat seorang ibu berlarian seraya berteriak teriak.

“Kim Yoo Bin… Kim Yoo Bin anak saya masih didalam!!! tolong… siapa saja tolong selamatkan anak saya…tolong….!!” Serunya dengan panik, tapi sayang, Setiap orang yang dimintanya untuk menolong tidak ada yang menanggapinya.

Tidak jauh dari tempat itu, diantara kerumunan orang yang menonton terlihat seorang gadis cantik menatap kobaran api yang membumbung tinggi dengan perasaan cemas. sesekali gadis itu terlihat menyeka bening yang terus merembes turun dari sudut matanya. Bibirnya yang mungil terlihat selalu mendesah pelan. “Kim Bum….”

Tubuhnya bergetar pelan, sesekali terlihat Tangannya meremas erat sebuah sapu tangan. Sapu tangan tersebut tampaknya mempunyai arti khusus untuk gadis itu sehingga sapu tangan tersebut tidak pernah dilepaskannya barang sesaat.

“Kim So Eun…? Kau tidak apa apa…? “ satu suara menegur gadis itu, gadis itu perlahan membalikkan badannya

“Jung Yong Hwa….” ujar gadis itu pelan. Setelah itu dengan air mata berlinang gadis itu memeluk lelaki tersebut erat. “Kim Bum…Kim Bum masih di dalam. Aku takut di…! “ ujar gadis itu dalam tangisnya.

“Sabarlah Kim So Eun, aku percaya Kim Bum pasti selamat… dia sangat tangguh, api seperti ini tidak akan bisa menahan Kim Bum! percayalah Kim So Eun, dia pasti kembali…” ujar Jung Yong Hwa berusaha menenangkan gadis itu.

Usahanya ini akhirnya membuahkan hasil, setelah melepaskan pelukannya pada Jung Yong Hwa, gadis itu mulai bisa tersenyum kembali.

“Kau benar Jung Yong Hwa, aku…aku mungkin hanya terlalu cemas…” ujar gadis itu pelan sembari berusaha untuk menyeka air matanya dengan sapu tangan di genggamannya tapi belum lagi pupus air matanya, Mendadak terdengar suara keras dari lantai dua rumah yang terbakar tersebut, Orang-orang yang bertebaran disitu terang saja menjadi terperanjat mendengar suara ledakan tersebut. Hal ini tentu saja membuat suasana pun kembali bertambah kacau dan tidak terkendali.

“Kim Bum…..!!!!” teriakan Kim So Eun terdengar membahana diantara riuh rendah suara orang orang yang berlarian dalam keadaan panik.

Sejurus kemudian diantara kerumunan orang yang berdesakan terlihatlah seorang gadis berlari mencoba menerobos arus kerumunan massa yang berdesakan berusaha menghindari daerah kobaran api.

“Kim So Eun..!! Jangan kesana berbahaya..!!!“ Jung Yong Hwa berseru keras seraya berusaha menahan gadis tersebut, tapi usahanya sia-sia. Dengan cepat gadis tersebut telah menerobos kerumunan orang yang membanjiri sudut jalan itu.

Bersambung…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...