Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!
Tampilkan postingan dengan label Tak Perlu Menunggu Valentine Datang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tak Perlu Menunggu Valentine Datang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Oktober 2011

Tak Perlu Menunggu Valentine Datang (FF)



Title : Tak Perlu Menunggu Valentine Datang
Genre : Friendship, Romance
Author : Sweety Qliquers
Episode : 6 Chapter
Production : www.ff-lovers86.blogspot.com
Production Date : 30 September 2011, 03.53 PM
Cast :
Kim So Eun
Kim Bum
Jung Yong Hwa
Baek Suzy
Park Ji Yeon
Jung So Min
Park Shin Hye
Go Ah Ra


Tak Perlu Menunggu Valentine Datang

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6 - Tamat

Tak Perlu Menunggu Valentine Datang (Chapter 6-Tamat)



"Kim Bum, ada yang ingin kutanyakan padamu. Tapi kau jangan marah atau tersinggung," kata Kim So Eun. Kali ini mereka sedang makan Mie Ramen bersama sepulang sekolah.

"Apa?"

Kim So Eun mengatur napasnya. "Hmm....Begini… Aku kan sedang sendirian, kau juga.... Mmh, Lalu kita juga sudah beberapa kali jalan bersama...."

"Lantas?"

"Menurutmu, apa arti hubungan yang sedang kita jalani ini?" Kim So Eun merasa dadanya plong setelah melontarkan seluruh perasaannya tadi.

Kim Bum tersenyum simpatik. "Jujur, aku tidak tahu."

"Jadi?"

Kim Bum meraih tangan Kim So Eun perlahan.

"Aku laki-laki. Pernah sakit hati dengan penolakanmu. Apa tidak terpikir olehmu, kalau kedekatan ini bisa menjadi ajang balas dendamku, Kim So Eun?"

Serta-merta Kim So Eun menarik tangannya. Wajahnya pucat pasi. Jadi, itukah yang sedang dilakukan Kim Bum terhadapnya? Pemuda sederhana yang pintar itu sedang berusaha untuk membalas sakit hatinya dulu?

"Hei, kenapa? Ada yang salah dengan pertanyaanku?"

"Rasanya... tidak mungkin. Tidak mungkin kau... begitu....," desis Kim So Eun.

"Terima Kasih, kalau kau mempercayaiku sebagai pemuda yang baik. Taukah kau, Kim So Eun… kalau aku bertahan sampai sekarang… itu semuanya karenamu?"

"Karena aku?"

Suara Kim Bum terdengar kembali, gemanya menyelusup masuk sampai ke dada Kim So Eun.

"Iya, karena kau, Kim So Eun. Dan saat ini aku juga sedang bingung. Mau memintamu jadi kekasihku, takut ditolak seperti dulu. Atau lebih parahnya aku hanya jadi bayang-bayang Jung Yong Hwa saja. Aku tidak mau jadi tempat pelarian."

Kim So Eun tergugu. Itukah arti kepasifan Kim Bum. Sejauh itukah ia menilai arti sebuah hubungan cinta. Mereka belum tentu akan menikah kalau jadi pacaran sekarang, bukan? Seperti kata Baek Suzy. Tetapi Kim Bum tetap setia menunggu Kim So Eun, sebuah bukti kalau Kim Bum memang pemuda yang baik.

"Kim Bum, bisakah kau memberikanku sedikit waktu lagi?"

"Menunggu sampai Valentine datang?"

"Tidak. Tidak perlu menunggu sampai Valentine tiba. Aku hanya ingin mempersiapkan hatiku lebih baik lagi, untuk menerimamu."

Kim Bum tersenyum. Tampan.

Kim So Eun merasa nuansa di hatinya mulai berwarna cerah. Ada tunas-tunas baru yang mekar memenuhi dadanya. Ia rasa jika ia mau bersabar menyiram tunas-tunas itu bersama Kim Bum, ia bisa memusnahkan seratus kenangannya bersama Jung Yong Hwa dulu, menggantinya menjadi seribu harapan bersama Kim Bum.


Tamat
Copyright Sweety Qliquers

Tak Perlu Menunggu Valentine Datang (Chapter 5)



"Dia bilang begitu?" pekik Baek Suzy.

Kim So Eun mengangguk.

"Ya sudah, daripada Kim Bum juga kabur, Lebih baik kau yang lebih dulu menyatakan cintamu padanya langsung!"

Kim So Eun mengernyitkan kening. Sebenarnya ini persoalan siapa? Kenapa jadi Baek Suzy yang penuh semangat. Lagipula… menurutku menyatakan cinta terlebih dulu pada pria, rasanya tidak pantas.

"Aduh, Kim So Eun! Kau ini belum mengerti juga. Kalau Kim Bum sudah bicara seperti itu, itu berarti dia memberikan sinyal pendekatan. Sudahlah, mulai sekarang dekati saja Kim Bum terus."

"Iya kalau dia, mau menerima cintaku. Kalau tidak, bagaimana?”

"Ya ampun, Kim So Eun. Mana ada cinta tanpa usaha. Ini sudah era globalisasi, Kim So Eun. Hitungan statistik, jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Jadi menurutku...."

Kim So Eun tertawa geli mendengar Baek Suzy sampai mengikutsertakan perhitungan statistik. Biar bagaimanapun juga, apa mungkin dia berani menyatakan cinta pada Kim Bum? Dia kan masih penganut era telenovela yang menunggu cinta jatuh dari langit. Moment-nya juga tidak ada yang tepat untuk menyatakan cinta. Tapi, menunggu Valentine juga masih terlalu jauh.

* * *

Sebulan dua bulan berikutnya tidak ada tanda-tanda Kim Bum akan mengucapkan sesuatu yang menjurus ke arah cinta. Padahal Kim Bum tahu persis kalau Kim So Eun tetap masih sendirian.

"Kim Bum, Kau mau menemaniku makan Ice Cream sepulang sekolah nanti?" tanya Kim So Eun.

Kim Bum hanya mengangguk sekilas.

Sampai tiga kali berturut-turut Kim So Eun minta ditemani makan ke sana kemari, pembicaraan mereka tetap hanya seputar sekolah, acara musik atau tentang reality show.

Bersambung…

Tak Perlu Menunggu Valentine Datang (Chapter 4)



Ups, ternyata berat menghadapi hari sendirian tanpa kekasih yang biasanya selalu bersama kemana pun pergi. Ditambah lagi, Kim So Eun harus melihat sosok Jung Yong Hwa yang mondar-mandir di sekolah dengan menggandeng Jung So Min, Park Shin Hye, Go Ah Ra dan entah siapa lagi. Seakan Pemuda itu memang sengaja memamerkan ke-hero-annya dalam menaklukan hati para gadis.

"Boleh kutemani? Dari tadi makan roti sepotong saja tidak habis-habis."

Spontan Kim So Eun menggeser duduknya di bangku beton, di bawah pohon flamboyan yang tepat tumbuh di halaman sekolah yang luas ini. Suara milik Kim Bum membuatnya sedikit tersentak.

"Kau sudah putus dengan Jung Yong Hwa?" tembak Kim Bum.

"Kalau sudah tahu, kenapa kau tanyakan lagi?" Kim So Eun balik bertanya.

Kim Bum tersenyum.

"Karena aku lihat, kau begitu menderita. Itu akan membuat Jung Yong Hwa tertawa dalam hati."

"Memangnya Jung Yong Hwa bilang begitu padamu? Atau itu hanya akal-akalanmu saja untuk membuatku semakin menderita dan terpuruk?”

"Aku tidak pernah menjadi teman dekat Jung Yong Hwa. Kau tahu itu kan. Apalagi setelah cintaku kau tolak karena kau lebih memilih Jung Yong Hwa."

Jawaban Kim Bum membuat Kim So Eun tersedak. Gumpalan rotinya terasa mendadak membesar, seakan ingin menyumbat saluran napasnya.

Ya, ya. Kim Bum dulu pernah memujanya. Kim So Eun sebenarnya suka juga pada Kim Bum yang pintar itu, tapi... Jung Yong Hwa lebih populer di kalangan pemuda-pemuda tampan di sekolah.

Menaklukkan Jung Yong Hwa membuat Kim So Eun memperoleh banyak pujian dari teman-temannya. Sementara Kim Bum? Ia terlalu sederhana.

"Maafkan aku, Kim Bum. Bukan maksudku untuk... Ah, maaf, aku masih terbawa emosi karena putus dengan Jung Yong Hwa. Tapi terima kasih, kau ternyata masih perhatian padaku."

"Aku selalu perhatian padamu, kaunya saja yang tidak pernah merasa."

Wuiih, perkataan Kim Bum yang terakhir membuat Kim So Eun tidak bisa tidur semalaman. Ia mulai berpikir dan mencerna kata-kata itu. Mungkinkah Kim Bum masih menyayanginya seperti dulu? Kalau memang begitu, apakah Kim So Eun bisa mengalihkan rasa cintanya yang sedang berkeping pada hati Kim Bum yang sudah pasti baik itu? Sampai ketiduran, Kim So Eun tidak berani memberikan jawaban akhir dari pertanyaannya sendiri.

Bersambung…

Tak Perlu Menunggu Valentine Datang (Chapter 3)



"Jadi? Kau terima diputuskan begitu saja? Putus. Selesai?" Baek Suzy menggelengkan kepala, kagum, dan heran.

"Apakah aku harus membuat pengumuman di depan rumah, agar kau percaya padaku?"

"Bukan begitu, Kim So Eun. Gengsi kan kalau kita diputuskan Laki-laki. Sepertinya, kita ini dilecehkan. Seharusnya sebelum dia memutuskanmu, kau yang lebih dulu memutuskannya.”

"Terserah. Jujur. Di sini, rasanya sakit sekali ," tunjuk Kim So Eun ke dadanya. "Tapi, Membayangkan dia pergi makan malam berdua bersama Park Ji Yeon tanpa sepengetahuanku, bukan cuma disini yang sakit, tapi ini juga," lanjut Kim So Eun sambil menunjuk kepalanya.

"Daripada kepalaku semakin sakit memikirkan mereka melakukan yang tidak-tidak waktu itu, Lebih baik...."

Baek Suzy langsung memeluk Kim So Eun erat-erat. "Laki-laki memang mau enaknya saja. Andai saja kau tidak terlalu utuh menerima kegombalannya, pasti sekarang kita sedang asyik makan Ice Cream di kafe. Tapi… seharusnya kau juga mendengarkan penjelasan darinya. Bukannya menghindar dan terus menghindar sampai akhirnya malah putus tidak terhormat seperti ini."

Bersambung…

Tak Perlu Menunggu Valentine Datang (Chapter 2)



"Hai, Kim So Eun. Mau pulang bersamaku?"

Separuh hati Kim So Eun terbang mendengar ajakan Jung Yong Hwa. Namun nada suara Jung Yong Hwa yang basa-basi membuatnya urung untuk menerima tawaran itu.

"Aku menunggu jemputan," kata Kim So Eun, datar.

"Baiklah, rupanya tidak ada penyelesaian atas masalah kita beberapa minggu lalu. Kalau begitu Sekalian saja kuucapkan bye-bye cinta."

Kim So Eun terkejut.

"Jung Yong Hwa, kau tidak malu bicara seperti itu? Seolah apa yang sudah terjadi itu adalah salahku."

"Kau naif. Mengecewakan," sambung Jung Yong Hwa, tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Kim So Eun tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari mulut Jung Yong Hwa. Meskipun dinding hatinya seakan terbelah dua oleh ucapan menyakitkan itu, ia berusaha menganggapnya sepele.

"Aku memang naif. Dan sampai kapan pun, aku selalu mengagungkan kesetiaan jika berani pacaran dengan siapa pun. Thanks for every moment we've shared."

Saat itu, gantian Jung Yong Hwa yang terbelalak mendengar perkataan Kim So Eun. Tadinya ia berharap kalau Kim So Eun akan menangis dan memohon agar mereka tetap pacaran. Tetapi... Jung Yong Hwa bahkan belum sempat membalas ucapan Kim So Eun ketika gadis itu sudah berlalu dengan mobil jemputannya.

Hubungan mereka tidak menjadi lebih baik. Pun sebagai teman biasa. Sebisa mungkin Kim So Eun menghindar untuk satu kelompok kerja dengan Jung Yong Hwa dalam mata pelajaran apa pun. Biar bagaimanapun juga, Jung Yong Hwa sudah menabur begitu banyak kenangan.

Berdekatan dengan Jung Yong Hwa membuat Kim So Eun selalu membayangkan kebersamaan mereka yang sudah menguap. Ini bukan akhir dunia. Sama seperti sebuah file di komputer yang di-delete bila sudah tidak dibutuhkan, itulah yang ingin dilakukan Kim So Eun. Namun apa bisa secepat itu?

Bersambung…

Tak Perlu Menunggu Valentine Datang (Chapter 1)



Minta maaf pada Jung Yong Hwa? Disambar petir sekalipun Kim So Eun tidak akan mau menjalaninya. Ia mendelik sedemikian rupa menantang mata Baek Suzy, sahabatnya yang punya saran barusan.

"Ide tadi, kau cuma bercanda kan?" tanya Kim So Eun minta ketegasan.

"Bercanda? Untuk apa aku bercanda? Kau sendiri kan yang minta pendapatku untuk memperbaiki hubunganmu dengan Jung Yong Hwa?" balas Baek Suzy.

Minta maaf, desis Kim So Eun. Kenapa harus dia yang minta maaf ke kekasihnya itu kalau sudah jelas-jelas Jung Yong Hwa yang bersalah. Mungkin mereka masih bisa berdamai, tetapi kalau itu dimulai dari kubu Kim So Eun, ia memilih lebih baik terjun ke jurang.

"Kim So Eun, namanya juga orang pacaran… perlu penyesuaian. Mana bisa kau sembarangan menuduhnya berselingkuh seperti itu. Setia itu perlu, tapi di zaman sekarang ini, mana ada yang setia one hundred percent. Naif! Memangnya kau mau menunggunya minta maaf sampai Valentine nanti?"

Setiap perkataan Baek Suzy membuat mata Kim So Eun mendelik dan mendelik. Mungkin sekarang bola matanya sudah sebesar mata ikan mas koki kalau diakumulasi. Menyinggung masalah setia dan kesetiaan, kalau pacaran tidak komitmen untuk setia, lantas apa maknanya? Menyatukan dua perbedaan bukankah harus ada bumbu kesetiaan di dalamnya? Kalau tidak untuk apa mengatakan “I love you” dengan sekuntum mawar merah.

"Having fun, Girl. Memangnya kau akan menikah dengannya, kalau pacaran sekarang? Jangan serahkan hatimu pada satu orang bulat-bulat, agak oval sedikit. Agar nantinya kalau kau dikecewakan tidak akan membuatmu demam berhari-hari seperti ini." Seperti tahu pertanyaan Kim So Eun, Baek Suzy sudah menjawab dengan lantang.

"Semua yang kau katakan ini sama sekali tidak sesuai dengan prinsipku," elak Kim So Eun. "Ini konyol dan aku tidak mau memainkan peran seperti yang kau tawarkann, Baek Suzy."

"Baiklah kalau begitu, siapkan hatimu untuk melihat Jung Yong Hwa pindah ke lain hati. Dan jangan menyalahkanku nantinya."

Kim So Eun berusaha untuk tidak mematri ucapan sahabatnya itu, namun ternyata benar kata Baek Suzy. Beberapa minggu setelah gencatan senjata antara mereka tidak juga menemukan titik perdamaian, Kim So Eun mulai melihat ada dua sampai tiga gadis yang mulai mendekati Kekasihnya itu. Oh, yang parahnya, Jung Yong Hwa menyambut mereka dengan senang hati!

Bersambung…
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...