Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!
Tampilkan postingan dengan label Senandung Cinta Masa Lalu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Senandung Cinta Masa Lalu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Senandung Cinta Masa Lalu (Chapter 8-Tamat)


Moon Geun Young menatap Ok Taecyeon. Sudah lama ia melupakan Tuhan, terlebih setelah semua kejadian buruk dan rasa dendam menguasai hidupnya. Ok Taecyeon mendekatinya. “Tidak ada kata terlambat, Moon Geun Young. Bukankah Tuhan itu sangat pengampun dan pemurah? Kau bisa mengaku dosa untuk meringankan sedikit bebanmu. Itu jika kau sudah siap, Moon Geun Young.”

“Jika sudah siap, aku akan menghubungi Romo. Terima kasih untuk semuanya. Aku tidak tahu apa yang terjadi, seandainya tidak menemukan kalian kembali dalam hidupku.”

Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon tersenyum. Moon Geun Young melepas kepergian kedua sahabatnya. Sesaat sesudahnya, ia menangis tersedu-sedu di dalam selnya. Moon Geun Young tidak menyesali perbuatannya. Jo Dong Hyuk memang harus mati. Ia harus menyelamatkan anak-anaknya.

Park Ji Yeon dan Yoo Seung Hoo tidak bersalah. Dialah yang membawa mereka pada dendam tak berujung antara dirinya dan Jo Dong Hyuk. Jika Jo Dong Hyuk sudah mati, ia harus siap untuk mati juga. Dendam itu pasti akan berakhir dengan kematiannya. Park Ji Yeon dan Yoo Seung Hoo harus bahagia dan aman, meskipun mereka kehilangan dirinya.

Setidaknya, ia bisa meminta bantuan Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon untuk menjaga, mengawasi, dan memelihara Park Ji Yeon dan Yoo Seung Hoo. Park Ji Yeon sudah dewasa. Ia bisa menjaga Yoo Seung Hoo. Moon Geun Young harus siap meninggalkan mereka.

“Maafkan Saya, Mrs. Han Chae Young dan Mr. Lee Bum Soo! Hanya sampai di sini waktuku untuk menjaga mereka.” Moon Geun Young terisak.

Janji itu sebentar lagi tidak akan dapat ditepatinya.

Melangkah keluar dari penjara, Jang Geun Suk angkat bicara.

“Ok Taecyeon, aku tidak yakin dapat membebaskan Moon Geun Young dari ancaman hukuman mati. Yang dibunuhnya memang kelompok penjahat. Tapi, cara yang dilakukan Moon Geun Young sangat kejam!”

“Tapi, Moon Geun Young seakan sudah siap mati, Jang Geun Suk. Aku yakin, Moon Geun Young menyesali semua perbuatan buruknya. Tapi, apa yang sudah dilakukan Jo Dong Hyuk terhadapnya juga tidak kalah kejam.”

“Jika aku boleh berfilosofi, Romo, dendam itu tanpa awal dan akhir. Benar-benar keji dan mengerikan. Entah mengapa, Moon Geun Young kita yang sangat lembut itu harus terjebak dalam lingkaran setan dendam!”

“Kehidupan memberi kita banyak pilihan, Jang Geun Suk. Sayangnya, Moon Geun Young memilih untuk tetap berada dalam lingkaran itu. Mungkin, usaha kita yang terbaik saat ini adalah menuruti semua keinginan Moon Geun Young, yang mungkin menjadi keinginan terakhirnya.”

Jang Geun Suk menuruti nasihat Ok Taecyeon, ia harus membujuk Park Shin Hye untuk menemui Moon Geun Young. Tentu saja Park Shin Hye berkeras tidak mau menuruti permintaan suaminya. Untuk apa ia harus menemui wanita yang bisa membuat suaminya jatuh cinta? Anehnya, Jang Geun Suk tidak marah atau menunjukkan sikap keras. Ia hanya bercerita semua tentang Moon Geun Young. Park Shin Hye terpaku, matanya basah, dan jantungnya berdetak sangat cepat. Betapa malang nasib Moon Geun Young. Ia menatap suaminya dan dengan mantap ia menyetujui permintaan Moon Geun Young.

Pengadilan sudah menjatuhkan vonis mati untuk kejahatan yang dilakukan Moon Geun Young. Seperti permintaan Moon Geun Young, Jang Geun Suk tidak mengajukan banding. Park Ji Yeon dan Yoo Seung Hoo tidak henti-hentinya menangis. Park Ji Yeon bahkan sempat pingsan sewaktu hakim menjatuhkan vonis mati untuk wanita yang selama ini menjadi ibunya.

“Paman, ini sangat tidak adil! Ibu tidak bersalah. Lelaki berengsek dan kelompok penjahat itu memang pantas mati. Mengapa hakim tidak melihat siapa mereka dan siapa Ibu?”

Park Ji Yeon menangis di pelukan Jang Geun Suk. Ok Taecyeon menenangkan Yoo Seung Hoo yang menangis meraung-raung. Pemuda itu sangat kehilangan Moon Geun Young. Park Shin Hye tidak dapat menahan air mata. Ia juga seorang ibu dan sekarang kedua anak itu akan kehilangan ibu mereka.

“Park Shin Hye, Moon Geun Young ingin bicara padamu di sel,” bisik Jang Geun Suk.

Keduanya kini saling berhadapan. Park Shin Hye menatap Moon Geun Young dari ujung rambut hingga ujung kaki. Wanita ini memang sempurna, sangat cantik. Pantas saja Moon Geun Young sangat memujanya.

“Saya Moon Geun Young, klien dan sahabat Jang Geun Suk.” Moon Geun Young mengulurkan tangannya dan mengulaskan senyumnya yang anggun. Park Shin Hye dengan tangan bergetar menerima uluran tangan itu.

“Park Shin Hye, istri Jang Geun Suk, sahabat Anda!”

Mereka berdua tertawa ringan. Park Shin Hye makin mengagumi Moon Geun Young. Meskipun vonis mati telah dijatuhkan, ia tetap tegar. Wajah cantik itu tidak menunjukkan rasa takut atau gelisah.

“Maaf jika aku merepotkan suamimu dengan kasus ini. Aku sangat ingin bertemu denganmu karena kau juga seorang ibu. Aku ingin menitipkan kedua anakku. Tolong, jaga mereka. Beri mereka kasih sayang. Aku mohon kau bersedia menolongku.”

Park Shin Hye menggenggam tangan Moon Geun Young erat-erat dan dengan mantap ia menganggukkan kepala. Ia bisa merasakan kepedihan Moon Geun Young, seorang ibu yang terpaksa berpisah dari kedua anaknya.

“Jangan khawatir, Moon Geun Young. Aku akan menjaga mereka berdua.”

“Mereka adalah hartaku yang paling berharga. Aku tidak perlu mengatakannya karena kau juga bisa merasakannya. Terima kasih, Park Shin Hye! Aku memercayakan mereka padamu.”

Mereka berdua berpelukan erat sebelum akhirnya Park Shin Hye meninggalkan sel, tempat Moon Geun Young menjalani sisa hidupnya yang singkat.

Moon Geun Young meminta pelaksanaan hukumannya dipercepat. Ia tidak ingin terlalu lama menanggung beban. Tiga hari sebelum pelaksanaan hukuman, Moon Geun Young memberi tahu Ok Taecyeon bahwa dirinya telah siap mengaku dosa.

Ok Taecyeon mengenakan jubah pastor dan memulai upacara pengakuan dosa. Moon Geun Young tampak tenang.

“Bapa, sudah dua puluh tahun saya tidak mengaku dosa. Dosa-dosa saya begitu banyak. Saya sempat meragukan dan mempertanyakan keberadaan Tuhan dalam hidup saya. Saya juga telah berbohong di pengadilan. Sebenarnya, saya tidak membunuh Jo Dong Hyuk dan kelompoknya.”

Ok Taecyeon tercekat, jantungnya berdebar keras.

“Maaf, bisa kauulangi lagi dan kauceritakan mengapa kau harus berbohong di pengadilan?”

Dengan bibir bergetar Moon Geun Young menceritakan kejadian sebenarnya. “Malam itu Park Ji Yeon menelepon dengan suara sangat panik. Ia menangis histeris dan berteriak-teriak, “Ibu, aku membunuh orang! Ibu cepat datang. Tolong Ibu!’”

Moon Geun Young teringat malam yang mengerikan itu.

“Saya jadi sangat panik. Apalagi, setelah sampai di tempat kejadian, saya melihatnya memegang pistol. Di hadapannya terkapar empat sosok pria. Semuanya sudah tidak bernyawa. Saya berusaha menenangkan Park Ji Yeon. Ada Choi Siwon, asisten saya, yang sedang memeriksa keempat mayat itu. Saya makin terkejut sewaktu Choi Siwon membalikkan satu sosok yang sangat saya kenal. Jo Dong Hyuk. Saya menatap Park Ji Yeon dan meminta penjelasan darinya.”

Firasat Ok Taecyeon benar. Moon Geun Young memang tidak bersalah!

Moon Geun Young menceritakan kejadian malam itu. Dengan terpaksa Park Ji Yeon menemui Jo Dong Hyuk, lelaki yang membuatnya terjerumus pada obat-obatan terlarang. Park Ji Yeon terpaksa menuruti keinginan lelaki itu karena Jo Dong Hyuk mengancam akan mengikutsertakan Moon Geun Young. Park Ji Yeon tidak bersedia. Ia memilih menemui lelaki itu supaya Ibunya aman. Untuk berjaga-jaga, Park Ji Yeon membawa pistol milik Lee Bum Soo yang selama ini tersimpan rapi di kamar ayahnya itu. Park Ji Yeon mengenal siapa Jo Dong Hyuk. Lelaki licik dan jahat.

Ketika mereka bertemu, Jo Dong Hyuk menghina, mengumpat, dan merendahkan Moon Geun Young di depan Park Ji Yeon. Bahkan, lelaki itu menyebut Moon Geun Young sebagai pembunuh putrinya! Park Ji Yeon meradang. Gadis itu mengeluarkan pistol. Dengan membabi buta ia melepaskan tembakan pada Jo Dong Hyuk dan tiga pengawalnya. Mereka roboh, terkapar bersimbah darah. Park Ji Yeon ketakutan. Ia lalu menelepon Moon Geun Young, tempatnya berlindung selama ini.

Moon Geun Young memeluk Park Ji Yeon. Ia sendiri mencoba untuk tenang, demi Park Ji Yeon. Moon Geun Young mengambil pistol dari tangan putrinya, membersihkan sidik jari Park Ji Yeon yang menempel di sana dan menggenggamnya. Park Ji Yeon adalah korban dari perseteruan antara dirinya dan Jo Dong Hyuk. Park Ji Yeon sama sekali tidak bersalah. Park Ji Yeon hanya berusaha membela kehormatan Moon Geun Young.

Karena itulah Moon Geun Young merasa harus bertanggung jawab. Ia merasa wajib menggantikan posisi Park Ji Yeon. Tidak ada seorang pun yang dapat mencegah kekerasan hati Moon Geun Young. Dengan bantuan Choi Siwon, Moon Geun Young menghilangkan jejak Park Ji Yeon sebagai pembunuh yang sebenarnya. Mayat empat lelaki itu terpaksa dilenyapkan dengan cara dibakar di dalam mobil sehingga seolah-olah seperti suatu kecelakaan. Semuanya berjalan sesuai rencana. Ia berhasil menyelamatkan Park Ji Yeon dari kurungan penjara dan bahkan dari kematian.

Ok Taecyeon terenyak dengan kebenaran yang didengarnya dari mulut Moon Geun Young. Ia tidak bisa menceritakan kebenaran itu kepada orang lain. Moon Geun Young memercayainya. Hati kecilnya bersorak. Moon Geun Young memang tidak bersalah!

“Kenapa kaulakukan semua itu?”

“Saya seorang ibu, Romo. Sebagai ibu, sudah kewajiban saya untuk melindungi anak-anaknya, meski dengan taruhan nyawa sekali pun. Park Ji Yeon tidak bersalah seutuhnya. Seandainya saya tidak terbawa pada lingkaran dendam, kejadian mengerikan ini tidak mungkin dilakukannya.”

“Bagaimana dengan Park Ji Yeon? Tidakkah kau memikirkan perasaannya?”

“Park Ji Yeon merasa sangat berdosa dan tertekan. Tapi, saya berhasil meyakinkannya, semua akan baik-baik saja. Itulah dosa-dosa saya, Romo.”

Ok Taecyeon memberikan berkat untuk mengakhiri upacara pengakuan dosa. Setelah itu, Ok Taecyeon memeluk Moon Geun Young dan menangis bersamanya.

“Aku titip anak-anakku, Ok Taecyeon, terutama Park Ji Yeon. Dia masih sangat terguncang. Yakinkan dia bahwa dia bukan seorang pembunuh. Tumbuhkan lagi kepercayaan dirinya. Ia harus bisa menjaga Yoo Seung Hoo. Biarlah itu semua menjadi rahasia besar antara aku dan Tuhan, Ok Taecyeon. Aku mohon, jagalah kedua anakku.”

“Moon Geun Young, akan kulakukan semua keinginanmu. Aku akan menjaga mereka seperti permintaanmu. Kau memang tidak pernah berubah, Moon Geun Young. Dan, yang kau lakukan ini merupakan pengorbanan besar.”

Saat itu pun tiba. Moon Geun Young dengan tenang membiarkan dirinya dibawa oleh sipir penjara yang mengantarnya pada sang eksekutor. Ia sudah siap. Ia tidak takut saat melihat sekelompok orang bersenjata berdiri tidak jauh dari tempatnya. Ok Taecyeon menemaninya dan memberikan sakramen terakhir.

Beban yang menindih hidupnya sudah ia tanggalkan. Ia telah menemukan kedua sahabat terbaiknya dan menitipkan buah hatinya pada mereka. Ia harus pergi untuk menebus dosanya pada keluarga Jo Dong Hyuk, terutama pada Jeon Boram.

Moon Geun Young sudah mengatupkan matanya yang sudah tertutup kain hitam saat didengarnya suara kokangan senjata. Dari bibirnya terucap doa. Bibir itu kemudian terkatup saat peluru menembus jantungnya. Moon Geun Young tidak berteriak kesakitan. Bibirnya mengulas senyum, senyum bahagia.

Orang-orang yang mencintainya mengambil jenazah Moon Geun Young dengan perasaan remuk redam. Park Shin Hye memeluk Park Ji Yeon dan Yoo Seung Hoo, yang menangisi kepergian ibunya. Jang Geun Suk membiarkan air matanya mengalir deras. Ok Taecyeon memilih bersikap setenang mungkin.

“Lihatlah Moon Geun Young. Dia sangat tenang dan damai. Tidak ada mimik takut atau kesakitan. Park Ji Yeon, jangan kecewakan ibumu! Ingat semua pesan dan nasihatnya!” Ok Taecyeon berbisik di telinga Park Ji Yeon, yang hanya bisa mengangguk. Park Ji Yeon lalu mendekati Yoo Seung Hoo.

“Yoo Seung Hoo, apakah kau tidak ingin mendekati Ibu dan mencium Ibu untuk yang terakhir kali?” Tanya Park Ji Yeon pada Yoo Seung Hoo-adiknya.

Yoo Seung Hoo mengangguk. Ia mendekati tubuh Moon Geun Young yang dingin dan memeluknya seerat mungkin. Ia menciumi kening dan pipi Moon Geun Young.

“Aku sayang ibu. aku berjanji akan menjadi orang sukses, seperti harapan Ibu dan Ayah,” kata Yoo Seung hoo, sambil menangis.

Gerimis yang turun sejak dini hari seakan menunjukkan duka yang dalam. Kepergian Moon Geun Young menimbulkan kesedihan mendalam bagi Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon. Namun, Moon Geun Young meninggalkan pesan sangat berharga bagi Park Ji Yeon tentang arti cinta dan pengorbanan. Moon Geun Young meninggalkan kebesaran hati dan cintanya yang tidak akan mungkin dilupakan Yoo Seung Hoo. Moon Geun Young memberikan kesan keindahan nilai persahabatan untuk Park Shin Hye. Moon Geun Young meninggalkan senandung cinta masa lalu dalam persahabatan yang manis..

TAMAT
Copyright Sweety Qliquers

Senandung Cinta Masa Lalu (Chapter 7)


Moon Geun Young memang mengaku bersalah. Tapi, menjelang eksekusi hukuman, ia mengaku dirinya bukanlah sang pembunuh.

Setelah kepergian Moon Geun Young, Lee Yo Won mendapat kunjungan istimewa. Jo Dong Hyuk mengunjunginya. Tubuhnya yang lemah membuat Lee Yo Won tidak berdaya dan akhirnya membiarkan lelaki itu masuk.

“Aku senang operasimu berhasil, Lee Yo Won!” Jo Dong Hyuk menatapnya lekat.

Lee Yo Won tidak menanggapi. Dianggapnya lelaki itu tidak ada.

“Kau masih membenciku, Lee Yo Won? Aku tidak bersalah seratus persen! Aku hanya ingin membuktikan bahwa akulah yang pantas bersamamu, bukan Kim Min Joon. Lelaki itu membuatmu menderita pada masa tuamu, bukan? Jika dulu kau memilihku, semuanya pasti berbeda. Moon Geun Young yang cantik itu pasti jadi putriku! Kau tahu, Lee Yo Won, putrimu itu sudah menjadi wanita dewasa yang mengagumkan. Ia mengingatkanku pada dirimu!”

Lee Yo Won tersentak. Mengapa ia membicarakan kedewasaan Moon Geun Young?

“Jangan usik putriku!” Lee Yo Won mengancam Jo Dong Hyuk.

“Aku tidak mengusik putrimu! Aku bahkan sangat mengaguminya.”

“Moon Geun Young memang sangat baik. Kau tidak pantas memujinya!”

Lee Yo Won menatapnya tajam. Jo Dong Hyuk terluka. Sangat terluka. Mengapa Lee Yo Won begitu membencinya, padahal ia sangat mencintainya.

“Kau tahu, Lee Yo Won, untuk biaya operasimu, putrimu telah menjual dirinya padaku!” Jo Dong Hyuk tidak dapat lagi menahan diri.

Dunia Lee Yo Won seakan runtuh. “Kau pembohong! Putriku tidak mungkin berbuat serendah itu, apalagi menyerahkan kehormatannya pada lelaki yang telah menjatuhkan keluarganya sendiri!” Lee Yo Won berteriak histeris. Air matanya tumpah. Ia tidak dapat membayangkan putri kesayangannya dalam pelukan Jo Dong Hyuk.

“Tanyakan padanya! Aku harap, setelah kau tahu, kau akan membuang kesombonganmu. Keluarga yang kaubanggakan itu telah hancur di tanganku. Bahkan, putri kesayangan yang selalu kaubanggakan itu berhasil kuhancurkan pula!” Jo Dong Hyuk berbisik di telinga Lee Yo Won.

Jo Dong Hyuk sudah pergi. Tapi, semua perkataannya tentang Moon Geun Young sangat menyesakkan Lee Yo Won. Jika ucapannya benar, berarti dirinyalah penyebab kehancuran Moon Geun Young. Ibu macam apa yang tega menghancurkan putrinya sendiri? Lee Yo Won merasakan dunianya gelap, sangat gelap….

Moon Geun Young menerima kabar dari rumah sakit bahwa kesehatan Ibunya tiba-tiba memburuk. Apa yang terjadi? Bukankah terakhir kali dilihatnya ibunya baik-baik saja?

Ketika sampai di rumah sakit, Moon Geun Young langsung menemui dokter.

“Saya sendiri juga heran, Nona. Saya yakin, menurunnya kondisi ibu Anda bukan akibat dari operasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, menurunnya kondisi ibu Anda terjadi akibat meningkatnya kerja jantung. Entah apa yang membuat kerja jantungnya meningkat secepat ini. Mungkin, ibu Anda menerima kabar buruk atau hal yang sangat mengejutkan.”

Moon Geun Young panik. Jangan-jangan….

“Maaf, Nona, saya mendapatkan informasi, ada seorang pria yang mengunjungi ibu Anda sesaat setelah kepergian Anda,” kata seorang suster.

Moon Geun Young terperangah. Seorang pria? Mungkinkah Jo Dong Hyuk mengatakan hal sebenarnya pada Ibunya? Darahnya mendidih. Jika sampai terjadi sesuatu pada ibunya, Jo Dong Hyuk akan menanggung akibatnya.

Setelah menunggu selama dua hari, Ibunya sadar. Ia hanya memanggil-manggil nama putrinya. Moon Geun Young sangat terpukul. Ia menangis hingga tertidur di samping ranjang ibunya.

Perlahan Lee Yo Won menggerakkan tangan dan mengelus rambut Moon Geun Young. Ia sangat mencintai putrinya. Ia sangat bangga pada Moon Geun Young yang begitu tabah dan tegar menghadapi badai kehidupan yang bertubi menghantamnya. Tapi, mengapa ia sebagai ibu justru menghancurkan kehidupan putrinya? Lee Yo Won tergugu. Ia bukan ibu yang baik untuk Moon Geun Young.

Moon Geun Young merasakan sentuhan lembut di rambutnya. Moon Geun Young membuka mata dan menatap ibunya lekat-lekat. Mata Moon Geun Young berkaca-kaca. “Ibu, ini Moon Geun Young! Ibu, ini Moon Geun Young!”

Lee Yo Won menganggukkan kepalanya. “Maafkan Ibu, Moon Geun Young! Mengapa harus kaulakukan, Sayang? Ibu tidak akan memaafkan diri Ibu atas semua kejadian yang menimpamu!”

“Aku menyesal, ibu. Aku mengira, itulah yang terbaik!”

Sentuhan Lee Yo Won melemah. Jantung Moon Geun Youngseakan berhenti berdetak saat ia menatap mata ibunya tertutup.

“Ibu… Ibu…!” Moon Geun Youngmenggoyangkan tubuh ibunya yang tetap diam. Semua sudah terlambat. Ibunya telah pergi.

Moon Geun Young hanya mampu diam membisu. Kini ia seorang diri. Tidak ada lagi yang mendampingi. Moon Geun Young tidak bisa menangis. Dadanya terasa sakit dan sesak. Ia berbisik lemah, “Ibu tidak perlu khawatir. Aku bisa menjaga diri. Akan Aku balas semua penderitaan yang sudah kita alami!”

Setelah kepergian Ibunya, Moon Geun Young makin berkonsentrasi pada pekerjaan kantornya. Ia berambisi untuk mencapai posisi setinggi mungkin, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk menjalankan rencananya. Tidak ada seorang pun yang menyadari perubahan sikap Moon Geun Young.

Moon Geun Young sedang bekerja ketika Lee Bum Soo masuk dengan raut wajah keruh.

“Selamat pagi, Mr. Lee Bum Soo! Apa kau sakit?”

“Moon Geun Young, bisa aku minta tolong? Bicaralah baik-baik pada Han Chae Young. Bilang padanya, aku tidak menginginkan kehamilannya!”

Nada suaranya amat serius. Moon Geun Younghampir melompat dari duduknya.

“Ada apa Mr. Lee Bum Soo? Bukankah itu kabar membahagiakan?”

“Han Chae Young tidak boleh hamil lagi karena akan membahayakan jiwanya. Aku tidak ingin sesuatu menimpa Han Chae Young. Tapi, Han Chae Young berkeras. Ia ingin memberiku seorang putra.”

Moon Geun Young terdiam. Beginikah pernikahan yang bahagia itu? Saat keduanya saling ingin membahagiakan?

“Tolonglah, Moon Geun Young! Aku tidak mau kehilangan Han Chae Young. Hanya dia cinta dalam hidupku. Aku tidak tahu bagaimana hidupku tanpa dirinya.”

Moon Geun Young mengangguk. Ia bicara pada Han Chae Young dengan hati-hati.

Han Chae Young menatap Moon Geun Young. “Lee Bum Soo yang memintamu bicara? Moon Geun Young, Lee Bum Soo memerlukan seorang penerus. Dan, aku akan melahirkan penerus baginya. Moon Geun Young, maukah kau berjanji untukku? Jika terjadi sesuatu padaku, maukah kamu menggantikan posisiku?”

Moon Geun Young terperangah.

“Aku ingin kau yang menjadi ibu bagi Park Ji Yeon dan bayiku ini. Aku ingin kau menjaga mereka dan Lee Bum Soo.”

Moon Geun Young terperangah. Untuk membahagiakan Han Chae Young, ia mengangguk.

Han Chae Young meninggal sesaat setelah melahirkan. Moon Geun Youngmemenuhi janjinya dengan menikahi Lee Bum Soo dan merawat kedua anaknya. Meski Lee Bum Soo tak mencintainya, Moon Geun Young merasa nyaman bersamanya. Mereka bisa hidup bahagia. Namun, kebahagiaan itu tidak bisa menghilangkan rasa sakit hati Moon Geun Young pada Jo Dong Hyuk. Apalagi, sekarang ia adalah tangan kanan Lee Bum Soo, salah satu konglomerat tersukses di negeri ini. Moon Geun Young merasa langkahnya untuk menghancurkan Jo Dong Hyuk makin mulus.

Moon Geun Young mulai menyusun rencana. Ia mengumpulkan semua keterangan tentang usaha Jo Dong Hyuk. Dengan bantuan anak perusahaannya yang tersebar di mana-mana, Moon Geun Young mulai mengucurkan kredit berbunga rendah pada perusahaan Jo Dong Hyuk. Di sisi lain, perusahaannya yang lain mulai menggerogoti usaha lelaki itu. Sedikit demi sedikit aset perusahaan Jo Dong Hyuk menjadi miliknya. Lelaki itu kini memiliki utang yang sangat besar padanya.

Moon Geun Young mulai menikmati kesengsaraan lelaki itu. Ambruknya perusahaan Jo Dong Hyuk belum membuatnya puas. Ia ingin membuat lelaki itu merasakan hal serupa seperti yang dialaminya. Moon Geun Young meminta anak buahnya mengeksekusi rumah Jo Dong Hyuk dan memperkarakan utang lelaki itu ke pengadilan. Ia yakin, lelaki itu akan menyembah kakinya!

Benar dugaan Moon Geun Young. Jo Dong Hyuk menelepon dan memohon-mohon padanya. Aneh, Jo Dong Hyuk tidak mengenalnya! Pertemuan itu hampir membuat jantung Jo Dong Hyuk lepas.

“Anda terkejut?” Suara Moon Geun Young yang bernada mengejek membuatnya kehabisan napas. “Roda berputar, Jo Dong Hyuk! Dulu, Ayahku-Kim Min Joon dan aku yang memohon-mohon. Sekarang, kau yang akan memohon-mohon padaku!”

Jo Dong Hyuk mengeluarkan sapu tangan untuk mengelap keringat dingin.

“Apa yang dapat saya bantu, Jo Dong Hyuk?” Moon Geun Young mengucapkannya dengan sinis dan terdengar sangat kejam di telinga Jo Dong Hyuk.

“Paman mohon, Moon Geun Young, jangan ambil perusahaan Paman. Bagaimana dengan keluarga Paman?”

Moon Geun Young tersenyum sinis. Matanya memancarkan sinar kebencian berkilat-kilat. Jo Dong Hyuk merasa Moon Geun Young sangat menikmati kehancurannya.

“Apakah Ayahku dulu berbuat hal yang sama seperti ini? Lalu, apa jawabanmu, Jo Dong Hyuk? Apakah kau memberinya kesempatan? Aku tahu jawabannya. Tidak! Hal serupa akan kulakukan padamu. Aku tidak peduli pada keluargamu! Keluar dari kantorku dan kutunggu kehadiranmu di pengadilan untuk penyitaan semua aset perusahaanmu! Selamat pagi dan nikmatilah hidupmu!” Moon Geun Young mengacungkan jari telunjuknya tepat di wajah Jo Dong Hyuk yang makin pucat pasi.

Moon Geun Young tertawa lebar. Ia merasa puas. Rencana yang lebih sempurna sudah ada di kepalanya, tinggal menanti waktu yang tepat. Moon Geun Young masih memiliki rencana sangat keji untuk menjatuhkan Jo Dong Hyuk hingga ke dasar kehidupannya. Ia ingin Jo Dong Hyuk merasakan hal yang sama seperti dirinya. Malu, menderita, dan kehilangan kehormatan.

Jeon Boram, putri tunggal Jo Dong Hyuk, berurai air mata sewaktu anak buah Moon Geun Young mengajukan syarat agar ayahnya bebas dari hukuman. Syarat yang sama saat Moon Geun Young meminjam uang dari Jo Dong Hyuk dulu. Namun, Jeon Boram tidak setegar dirinya. Gadis lembut itu ditemukan bunuh diri di kamarnya. Melihat kejadian ini, Ha Ji Won - istri Jo Dong Hyuk jatuh sakit dan akhirnya meninggal.

Moon Geun Young sebenarnya tidak menginginkan hal itu. Ia hanya ingin membuat Jo Dong Hyuk menderita.

***
“Seharusnya, aku bahagia karena sudah membalas sakit hatiku. Jo Dong Hyuk mengalami penderitaan lebih dahsyat. Aku sedih karena telah membunuh Jeon Boram, yang akhirnya membuat ibunya meninggal. Aku bertindak sangat kejam.” Ok Taecyeon dan Jang Geun Suk hanya diam.

Setelah semua itu terjadi, Moon Geun Young memilih menikmati perannya sebagai ibu bagi Park Ji Yeon dan Yoo Seung Hoo. Moon Geun Young ingin kedua anak itu merasakan kebahagiaan. Ia akan memastikan mereka selalu aman dan jauh dari keperihan dunia yang pernah dirasakannya. Apalagi ketika Lee Bum Soo meninggal.

“Lalu, mengapa kau harus membunuh Jo Dong Hyuk setelah dirimu menyesali semua perbuatan kejimu padanya, Moon Geun Young?” Jang Geun Suk tidak dapat menahan rasa penasarannya.

“Aku memang sudah melupakan Jo Dong Hyuk. Tapi, siapa sangka, dialah yang merusak Park Ji Yeon! Jo Dong Hyuk mendekati dan mengusik putriku. Aku tidak akan pernah membiarkannya!” Moon Geun Young berkata dengan sangat tegas.

“Perselisihan di antara kami tidak akan berakhir sampai salah satu di antara kami mati. Jo Dong Hyuk semakin dendam padaku. Ia ingin menjatuhkanku dan memakai Park Ji Yeon sebagai alatnya. Jo Dong Hyuk memperkenalkan Park Ji Yeon pada obat-obatan terlarang. Ia menjebak Park Ji Yeon. Jo Dong Hyuk sangat berbahaya bagi keluargaku. Aku tidak ingin ia juga merusak Yoo Seung Hoo. Itulah alasanku membunuhnya!”

“Tapi, apakah harus dengan cara sekeji itu? Mengapa setelah menghabisi empat orang itu, kau juga membuang dan membakar mobil yang berisi mayat mereka?” Jang Geun Suk terus mengejar Moon Geun Young dengan pertanyaan.

“Aku panik, Jang Geun Suk! Tapi, bukankah mereka sampah masyarakat? Kematian mereka akan mengurangi jumlah manusia jahat yang hidup di bumi.” Moon Geun Young berkeras dan tidak menunjukkan penyesalannya.

Jang Geun Suk diam, menarik napas panjang. Moon Geun Young memang bersalah. Tapi, di sisi lain ia juga benar.

“Kami harus pulang, Moon Geun Young. Jam berkunjung sudah habis. Aku akan menggunakan keteranganmu dan menggabungkannya dengan keterangan dari polisi. Semoga itu bisa sedikit meringankan hukumanmu.”

“Jang Geun Suk, jika aku harus menerima hukuman mati atas semua kejahatan yang kulakukan, aku tidak mau naik banding. Aku siap menerima hukuman itu. Jika kau tidak berkeberatan, izinkan aku bertemu dengan istrimu. Aku ingin bicara dengannya sebagai sesama wanita.”

Jang Geun Suk menganggukkan kepalanya. Ia harus membujuk Park Shin Hye. Bahkan, jika perlu, ia akan menyeret istrinya untuk menemui Moon Geun Young.

“Romo, apakah dosa yang kulakukan akan mendapat pengampunan Tuhan? Aku sudah lama tidak menjadi umat-Nya yang baik. Masih maukah Dia menerimaku jika aku mati nanti?”

Bersambung…

Senandung Cinta Masa Lalu (Chapter 6)


Moon Geun Young menggigil, ia merasa sangat jijik pada lelaki yang selama ini begitu dihormatinya. Tapi, apakah ia punya pilihan lain? Haruskah ia mengorbankan kehormatannya demi kesembuhan ibunya? Bagaimana jika ibunya tahu? Bisakah ibunya memaafkan dia?

“Paman, tidak adakah syarat yang lain? Aku bisa membayar pinjaman ini, Paman! Aku tidak meminta, hanya meminjam!”

“Jika tidak setuju dengan syarat itu, ya, tidak apa-apa. Tapi, maaf, Paman juga tidak dapat membantumu lebih banyak lagi.”

Lelaki itu memandang Moon Geun Youngdengan tatapan tajam. Moon Geun Youngterdiam. Ia kelihatan sangat gelisah dan kebingungan. Ia harus membuat keputusan. Sebuah keputusan yang sangat berat.

“Baik, Aku setuju. Tapi, aku juga mengajukan satu syarat. Paman Jo Do Hyuk harus merahasiakan semua ini dari Ibu. Lelaki itu mengangguk dan tersenyum penuh kemenangan.

“Baik, Sabtu ini Paman tunggu di pulau Jeju! Lelaki itu mengambil buku cek dan menulis sejumlah angka. Moon Geun Youngmenerima cek itu dengan gemetar. Ia sangat ketakutan. Benarkah tindakannya ini? Jo Dong Hyuk tersenyum penuh kemenangan. Ia tahu, saat ini tindakannya sudah sangat keterlaluan. Tapi, ia sangat puas. Ia berhasil menjatuhkan Kim Min Joon dan keluarganya. Selama ini ia selalu berada di bawah bayang-bayang Kim Min Joon. Bahkan, untuk memperebutkan cinta Lee Yo Won, ia harus menelan pil pahit kekalahan dari Kim Min Joon.

“Kim Min Joon, aku memang tidak berhasil mendapatkan Lee Yo Won. Tapi, aku berhasil mendapatkan putri kesayanganmu. Moon Geun Young yang cantik, muda, dan menawan. Jo Dong Hyuk tertawa lepas.

Ibunya menatap Moon Geun Youngyang tampak pucat dan lesu. “Moon Geun Young, Ibu ingin beristirahat di rumah saja. Suara lemah Ibunya membuat Moon Geun Young beranjak dari lamunannya.

“Ibu sudah bangun? Ibu tidak perlu khawatir lagi. Besok pagi Ibu siap untuk dioperasi. Moon Geun Youngmenghampiri ibunya dan mencium dahinya. Ibunya tampak terkejut. Dari mana putrinya ini memperoleh uang yang jumlahnya sangat banyak untuk biaya operas?

“Moon Geun Young, dari mana kau mendapatkan uang?

“Jangan khawatir. Aku dibantu Mrs. Han Chae Young. Aku boleh mencicil pembayarannya dari gajiku.”

Bercerita terus terang tentang uang itu sama saja dengan membunuh ibunya. Berulang kali ibunya mencegahnya menemui Jo Dong Hyuk.

“Maafkan Ibu, Sayang, karena membuatmu menanggung beban seberat ini. Moon Geun Young, jika operasi Ibu berhasil, kita adakan Misa Syukur, ya. Sudah lama sekali Ibu tidak mengikuti misa.”

Moon Geun Youngmenganggukkan kepala. Apa pun yang diminta ibunya pasti akan ia kabulkan.

“Ibu jangan khawatir. Ibu pasti sembuh. Ibu akan menyaksikan putri Ibu menjadi orang yang dihormati dan terpandang di masyarakat.

“Ibu percaya, kau akan berhasil karena kebaikan yang selalu ada dalam dirimu. Lee Yo Won memegang erat jemari putrinya yang sudah basah oleh air mata Moon Geun Young.

“Ibu, Sabtu besok aku tidak bisa menjaga ibu. Aku ada acara kantor yang mengharuskanku menginap. Ibu tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri?”

Lee Yo Won menganggukkan kepala.

Persiapan operasi ternyata lebih lama dari dugaan Moon Geun Young. ibunya harus menjalani cek kesehatan sehingga operasinya ditunda hingga minggu depan. Moon Geun Young merasakan ketakutan yang amat sangat. Hari Sabtu Moon Geun Young menerima telepon dari Jo Dong Hyuk. Moon Geun Young tahu, ia tidak dapat menghindar lagi.

***
Jo Dong Hyuk mengamati Moon Geun Young dari ujung rambut hingga ujung kaki. Lelaki itu mengagumi kecantikan Moon Geun Young yang sangat mirip dengan Lee Yo Won, wanita yang sangat dicintainya.

Moon Geun Young tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya duduk. Sudah dua jam mereka menghabiskan waktu di kafe hotel. Tidak ada percakapan di antara mereka. Moon Geun Young sudah terlalu muak pada lelaki yang saat ini duduk di hadapannya. Ia ingin semuanya cepat selesai agar ia dapat kembali menjalani kehidupannya.

“Kita ke kamar saja, Moon Geun Young!” ucapan singkat dari Jo Dong Hyuk seakan meruntuhkan dunia Moon Geun Young.

Moon Geun Youngmengangguk. Ia harus tabah. Ia harus dapat menahan agar air mata tidak mengalir di pipinya. Ia harus dapat menunjukkan bahwa ia kuat dan tabah. Jo Dong Hyuk sebenarnya sangat terkejut atas perubahan sikap Moon Geun Young. Moon Geun Young tampak santai. Seakan tidak memiliki beban. Bahkan, sesampainya di kamar, tanpa menunggu perintah darinya, Moon Geun Young dengan tenang melepas penutup tubuhnya satu per satu.

“Paman, saya sudah siap.” Gadis itu berkata dengan tenang.

Jo Dong Hyuk menatap Moon Geun Youngdengan tatapan liar. Tanpa ragu, ia segera melepaskan pakaiannya dan menghampiri Moon Geun Young.

Moon Geun Young menahan rasa jijik, sakit, dan malu saat lelaki itu merenggut kehormatannya. Ia sama sekali tidak bereaksi. Ia biarkan lelaki itu menikmati tubuhnya. Moon Geun Younghanya memikirkan kesembuhan Ibunya.

“Tugas saya sudah selesai, paman Jo Dong Hyuk!

Moon Geun Young bangun dari ranjang dan secepat mungkin mengenakan kembali pakaiannya. Lelaki itu berdiri, mengikutinya. Ia memeluk Moon Geun Young dari belakang. Moon Geun Young segera menghindar.

“Kita bisa melakukannya lagi kapan-kapan, ‘kan?”

Ingin sekali Moon Geun Young menampar wajah lelaki itu.

“Maaf, Paman. aku sadar, Paman adalah orang yang tidak dapat dipercaya. Aku sudah mempersiapkan dokumen ini. Silakan Paman tanda tangani, jika Paman tidak ingin skandal ini tersebar luas.

Moon Geun Young dengan tenang mengambil dokumen-dokumen yang sudah ia persiapkan jauh-jauh hari. Jo Dong Hyuk terkejut. Ia tidak menyangka Moon Geun Young akan mengambil tindakan sejauh ini.

“Anak pintar!” Sambil menyeringai, lelaki itu membubuhkan tanda tangan, tanpa membaca isinya.

Moon Geun Youngtersenyum sinis. “Ini pertemuan kita yang terakhir, Paman Jo Dong Hyuk! Di antara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.”

Moon Geun Young segera berlalu. Ia ingin sesegera mungkin meninggalkan hotel dan melupakan kenyataan bahwa ia bukan lagi gadis yang suci.

Sampai di rumah, Moon Geun Young menumpahkan tangisnya. Ia merasa jijik pada dirinya sendiri. Moon Geun Young tidak akan mungkin melupakan lelaki yang merenggut harga dirinya. Moon Geun Young menangis sejadinya. Ia berlari ke kamar mandi dan membiarkan air hangat membasahi tubuhnya. Lelaki itu harus menerima balasannya. Moon Geun Young bersumpah, lelaki itu akan sangat menderita. Moon Geun Young bersumpah, Jo Dong Hyuk akan menyesali hari tuanya.

***
Moon Geun Young menangis tersedu-sedu. Jang Geun Suk memeluknya seerat mungkin. Ok Taecyeon hanya menahan napas. Moon Geun Young memang tampak sangat menderita karena perbuatan lelaki itu.

“Salahkah aku jika aku mendendam padanya? Salahkah aku jika ingin membuatnya menderita seumur hidupnya?”

Jang Geun Suk mengelus rambut Moon Geun Young dan mengecup keningnya lembut. “Moon Geun Young, kau bisa menggunakan hal itu di pengadilan. Kesaksianmu tentang kejahatan yang dilakukan lelaki itu bisa meringankan hukumanmu.”

“Tidak, Jang Geun Suk! Aku tidak mau menceritakan hal paling hitam dalam kehidupanku. Aku tidak mau orang lain mengetahuinya. Jangan paksa aku membukanya kembali!”

***
Malam itu Moon Geun Young memang pergi ke rumah sakit. Ia hanya ingin memeluk Ibunya. Moon Geun Young yakin, jika ibunya tahu tentang perbuatannya, Moon Geun Young tidak akan pernah dimaafkan. Tapi, setidaknya, ia dapat memeluk ibunya dan terus memeluknya hingga pagi datang.

Namun, sesampainya di rumah sakit, Moon Geun Young justru menemukan kejutan yang akan mengubah hidupnya untuk selamanya. Jo Dong Hyuk berada di kamar ibunya!

“Selamat malam, Moon Geun Young! Paman datang untuk melihat keadaan ibumu. Ini tanda perhatian Paman pada ibumu, meski ia tidak mau menemui Paman.”

“Pergi dari sini, Paman Jo Dong Hyuk! Paman tidak pantas untuk bertemu Ibu! Ingat Paman, saya bisa melakukan apa saja jika seandainya kehadiran Paman membuat Ibu menderita!” Moon Geun Young berteriak histeris. Jo Dong Hyuk tertawa terbahak-bahak.

Moon Geun Young tidak dapat menahan diri lagi. “Suster, tolong, panggil keamanan. Usir lelaki ini. Jangan sampai ia masuk ke ruangan Ibu saya!” Air matanya mengalir deras. Seorang perawat memeluknya, berusaha menenangkannya, sementara petugas keamanan menarik paksa Jo Dong Hyuk keluar ruangan. Lelaki itu masih tertawa lebar. Suaranya bagaikan cambuk yang mendera tubuh Moon Geun Young.

Lee Yo Won sangat terkejut melihat kejadian itu. Ia memang tidak ingin menemui lelaki itu setelah apa yang dilakukannya pada mendiang suaminya. Tapi, mengapa Moon Geun Young sampai histeris menghadapinya? Apa yang terjadi pada putrinya? Naluri dan perasaannya sebagai seorang ibu mengetahui ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada putrinya. Moon Geun Young memeluknya erat dan menangis di dadanya. Rambut hitamnya menghalangi Lee Yo Won untuk dapat mengamati wajah putrinya. Moon Geun Young masih menangis dan Lee Yo Won membiarkannya. Ia yakin putrinya pasti akan menceritakan semuanya.

“Katanya, ada acara kantor, Sayang? Kenapa kau masih di sini? Acaranya dibatalkan?” tanya Lee Yo Won.

“Acaranya sudah selesai, Bu. Apa yang dilakukan lelaki itu, Bu? Dia tidak mengatakan sesuatu yang menjelek-jelekkanku kan?”

“Jo Dong Hyuk tidak mengatakan apa-apa. Ibu tidak sudi menemuinya. Lelaki itu bencana bagi keluarga kita.” Lee Yo Won mengucapkannya dengan bergetar. Ia memang sangat membenci Jo Dong Hyuk.

“Mengapa kau sangat membencinya, Moon Geun Young. Apa yang dilakukannya padamu, Sayang?”

Moon Geun Young menatap Ibunya. Ia menggelengkan kepala. Jika ibunya mengetahui perbuatan yang dilakukan lelaki itu padanya, ibunya justru akan bertambah sakit.

“Moon Geun Young, kata dokter, operasi Ibu akan dilakukan Rabu besok. Benar kau sudah memiliki uang untuk biaya operasi?”

“Ibu tenang saja! Aku kan sudah pernah bilang uang itu bantuan dari Mrs. Han Chae Young.

Operasi Lee Yo Won berjalan baik. Kabar itu membuat Moon Geun Youngbernapas lega. Lee Yo Won tersenyum menyambut kehadiran Moon Geun Young. Tubuhnya masih tampak lemah, tapi senyum di wajahnya melegakan hati Moon Geun Young. Moon Geun Young memeluknya erat-erat. Tuhan telah menyelamatkan Ibunya.

“Lihat, Ibu sudah kembali sehat. Sebentar lagi Ibu pulang. Kita akan berkumpul bersama lagi.” Lee Yo Won tersenyum. Wajah riang putrinya adalah obat paling manjur.

Satu hal yang membuat Lee Yo Won heran. Mrs. Han Chae Young belum mengunjunginya. Bukankah biaya operasi adalah bantuannya? Mengapa Moon Geun Youngtidak mendapat cuti? Apakah Moon Geun Young berbohong padanya? Tidak… putrinya tidak mungkin berbohong padanya.

Bersambung…

Senandung Cinta Masa Lalu (Chapter 5)


Kebahagiaan yang dirasakan Moon Geun Young hanya datang sekejap. Untuk kesembuhan sang ibu, Moon Geun Young harus membayar sangat mahal.

Ok Taecyeon menemui pastor pembimbingnya. Pertemuannya dengan Moon Geun Young membuat perasaannya guncang. Ok Taecyeon sadar, sebagai pastor, perasaannya pada Moon Geun Young adalah salah. Namun, Moon Geun Young seakan menyeretnya kembali pada kenangan masa lalu. Pastor pembimbingnya itu tidak menyalahkan Ok Taecyeon. Namun, ia meminta Ok Taecyeon mengubah perasaan itu menjadi perhatian seorang pastor terhadap umat yang membutuhkan perhatian khusus.

Ok Taecyeon menghela napas panjang. Sebuah tanggung jawab besar harus ditanggungnya. Sebagai pastor, sekaligus sebagai sahabat. Antara satu-satunya cinta dari masa lalu dan cinta pelayanan seorang pastor kepada umatnya. Ok Taecyeon menganggukkan kepala. Tugas itu telah diberikan padanya dan sudah menjadi kewajibannya untuk melaksanakannya sepenuh hati.

Sebenarnya, Ok Taecyeon mendapat kesempatan untuk mengambil strata dua di bidang filsafat di Roma. Namun, melihat Moon Geun Young setelah 20 tahun berpisah, ditambah dengan kemalangan yang tengah dihadapinya, hatinya merasa sakit. Ok Taecyeon tidak menyangka bisa bertemu dengan sahabat baiknya dalam situasi seperti sekarang. Selama ini ia berdoa agar kehidupan Moon Geun Young selalu bahagia.

Moon Geun Young, sang ratu dan malaikat kecilnya, bagaimana mungkin sanggup membunuh? Ok Taecyeon sangat mengenal Moon Geun Young. Di lubuk hatinya yang terdalam ia menyangkal semua tuduhan itu. Moon Geun Young tidak mungkin membunuh. Moon Geun Young masih tetap malaikat kecil kesayangannya, yang akan menempati ruang khusus di sudut hatinya.

***

Kesibukan Jang Geun Suk bertambah padat sejak kasus Moon Geun Young berada di tangannya. Bahkan, untuk kasus Moon Geun Young ia langsung turun tangan untuk membelanya. Park Shin Hye melihat perubahan sikap Jang Geun Suk yang drastis.

Suaminya lebih sering menghabiskan waktu di kantor daripada di rumah. Jang Geun Suk seakan tidak punya waktu lagi untuk anaknya.

Jang Geun Suk sangat heran melihat perubahan sikap istrinya. Park Shin Hye berusaha keras mencegahnya untuk membela Moon Geun Young. Sekarang Park Shin Hye mulai mengajaknya berdebat tentang masalah Park Ji Bin, anak mereka.

Jang Geun Suk sadar ia memang sedikit mengalahkan Park Ji Bin semenjak menangani kasus Moon Geun Young. Tapi, ia sudah mengajak Park Ji Bin bicara. Putra tunggalnya itu mengerti.

“Mengapa kau mati-matian membela Moon Geun Young. Padahal, semua bukti menunjukkan bahwa Moon Geun Young-mu itu bersalah?” tanya Park Shin Hye.

“Park Shin Hye, kau tidak mengenal Moon Geun Young. Menurutku, dia tidak bersalah. Naluriku sebagai seorang pengacara menguatkannya!

“Tapi, bukti-bukti yang dikumpulkan oleh polisi sudah lengkap. Apa kau masih berkeras mengatakan Moon Geun Young tidak bersalah? Apalagi, dia sendiri sudah mengakui perbuatannya, bukan? Kau takut kehilangan Moon Geun Young karena ia akan dijatuhi hukuman mati, benar begitu Jang Geun Suk?”

“Aku baru menemukan Moon Geun Young, Park Shin Hye. Aku tidak akan membiarkannya lepas lagi. Aku akan berjuang untuknya!” kata Jang Geun Suk tegas. Park Shin Hye hanya bisa menahan air mata. Dalam hati ia mengutuki kembalinya Moon Geun Young dalam kehidupan keluarganya.

***

Ok Taecyeon mengunjungi Moon Geun Young kembali. Jang Geun Suk sudah berada di ruangan sempit yang menyesakkan itu. Selain Jang Geun Suk dan Moon Geun Young, Ok Taecyeon menemukan sosok Park Ji Yeon dan pemuda remaja tampan yang sedang memeluk Moon Geun Young dengan erat.

“Yoo Seung Hoo, itu Romo Ok Taecyeon yang sering Ibu ceritakan. Cepat beri salam pada Romo. Kau juga, Park Ji Yeon!

Ok Taecyeon menyambut uluran tangan Park Ji Yeon dan Yoo Seung hoo dengan hangat. Ia bertanya dalam hati, siapa gerangan pemuda tampan ini?

“Yoo Seung Hoo adiknya Park Ji Yeon, Romo,” kata Moon Geun Young.

Ok Taecyeon menganggukkan kepala. Namun, segudang pertanyaan masih berkecamuk di kepalanya.

“Yoo Seung Hoo, Sayang, jangan bersedih. Park Ji Yeon, bawa adikmu keluar. Ibu tidak tega melihat wajah Yoo Seung Ho.”

Moon Geun Young mengelus lembut rambut Yoo Seung Hoo dan mengecup ringan dahinya. Yoo Seung hoo masih berusaha keras memeluk erat Moon Geun Young saat Park Ji Yeon membawanya keluar. Dengan sopan Park Ji Yeon meminta izin pada kedua tamu ibunya.

“Mereka anak-anak yang manis, bukan? Moon Geun Young memandang kedua anak itu dengan bangga. Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon tersenyum.

“Maafkan aku, Romo Ok Taecyeon! Beginilah Moon Geun Young yang hanya bisa merepotkan sahabat-sahabatnya.”

“Sudahlah, Moon Geun Young! Jangan dipikirkan. Aku yang minta maaf karena baru bisa menjengukmu lagi. Bagaimana perkembangan kasusmu? Mengapa kau langsung mengaku bersalah, Moon Geun Young? Tidak adakah usaha pembelaan dari dalam dirimu? Ok Taecyeon mendekati Moon Geun Young yang tampak makin kurus.

“Aku memang bersalah, Romo. Buat apa menyangkal?” Moon Geun Young menjawab pasrah.

“Aku sendiri bingung, Ok Taecyeon! Lalu, untuk apa Moon Geun Young memintaku sebagai pengacaranya? Moon Geun Young sama sekali tidak kooperatif. Yang keluar dari mulutnya hanya satu pengakuan bahwa dia bersalah!”

Ok Taecyeon terdiam. Mungkinkah semua yang dikatakan Moon Geun Young benar? Motif apa yang sanggup membuatnya melakukan pembunuhan sadis itu?

“Aku yakin, kalian berdua menanyakan alasanku membunuh keluarga Jo Dong Hyuk, bukan? Aku membenci Jo Dong Hyuk. Sangat membencinya. Rasanya, mati dengan cara yang tak layak memang sudah sepantasnya ia dapatkan! “

Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon sangat terkejut melihat perubahan sikap dan nada bicara Moon Geun Young. Ia kelihatan seperti malaikat kematian. Moon Geun Young menatap mereka berdua dengan pandangan nanar.

“Kalian terkejut? Jika aku menceritakan alasan kebencianku pada lelaki itu, apakah kalian dapat menerimanya?”

Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon diam. Menerima alasan Moon Geun Young berarti membenarkan tindakannya.

“Aku tidak yakin kalian akan membenarkan tindakanku. Tapi, aku ingin kalian mendengarkan kisahku sampai selesai dan silakan menilai. Aku tidak peduli anggapan orang lain tentangku. Tapi, aku sangat peduli terhadap pendapat kalian tentang diriku!”

Nada bicara Moon Geun Young mulai turun. Sikap menakutkan yang baru saja ditunjukkannya hilang. Moon Geun Young kembali menguasai dirinya.

“Kebaikan Mrs. Han Chae Young, suami bosku, Lee Bum Soo, membuatku dapat melanjutkan studiku. Aku sangat menghormati beliau.”

Mata Moon Geun Young menerawang, seakan hendak menghadirkan kembali sosok Han Chae Young di hadapan mereka. Kisah hidup Moon Geun Young kembali mengalir. Kebaikan Han Chae Young tidak hanya sampai di situ. Ia sering mengajak Moon Geun Young bermain ke rumah mewahnya. Bahkan, Han Chae Young meminta Moon Geun Young menjaga Park Ji Yeon, putri tunggalnya, jika ia bepergian ke luar negeri.

“Park Ji Yeon terlalu kecil, Moon Geun Young! Aku merasa tenang jika kau yang menjaganya. Aku titip Lee Bum Soo juga, ya, kata Han Chae Young. Karena kedekatan itu, Han Chae Young kemudian meminta Lee Bum Soo untuk mengangkat Moon Geun Young sebagai sekretaris pribadinya. Moon Geun Young mulai menemukan kembali kebahagiaan hidupnya yang pernah hilang. Apalagi, ketika melihat ibunya yang saat ini selalu tersenyum.

Moon Geun Young lalu mengontrak rumah mungil yang jauh lebih sehat daripada kontrakan yang selama ini mereka tempati. Ia lalu mulai mengumpulkan surat-surat dari kedua sahabatnya. Ketika itu timbullah keinginan untuk menghubungi mereka lagi.

Moon Geun Young sangat merindukan mereka. Tiga tahun sudah ia menghilang dari kehidupan mereka. Moon Geun Young ingin bercerita tentang kehidupan barunya pada mereka.

Namun, kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat. Kesehatan ibunya tiba-tiba menurun drastis. Moon Geun Young panik. Sangat panik. Moon Geun Young tidak memiliki cukup keberanian untuk menceritakan musibah ini pada Mrs. Han Chae Young. Wanita itu sudah terlalu banyak membantunya.

Dokter menyatakan, ibunya harus segera dioperasi karena ternyata ia menderita kanker paru-paru stadium akhir. Moon Geun Young menggigit bibirnya. Biaya operasi sangat besar. Tapi, hanya itu satu-satunya jalan untuk menyelamatkan hidup ibunya. Moon Geun Young tidak mungkin membiarkan Ibunya menunggu kematiannya. Ia harus lebih keras berusaha mencari uang untuk biaya operasi. Moon Geun Young tidak mau kehilangan ibunya.

“Saat itu aku sangat panik, kebingungan, dan takut. Entah kenapa, di dalam otakku muncul nama Paman Jo Dong Hyuk. Satu-satunya kolega Ayah yang kukenal hanyalah Paman Jo Dong Hyuk.”

Moon Geun Young mendesah. Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon berpandangan.

“Aku yakin, kalian makin bertanya-tanya, mengapa aku tega membunuh orang yang selama ini kuanggap baik. Aku sama sekali tak menyangka, pertemuanku dengan Paman Jo Dong Hyuk justru menjadi akar permasalahan dari semua kesulitan hidupku. Moon Geun Young pun kembali menuturkan kisahnya.

Paman Jo Dong Hyuk menyambut baik kedatangan Moon Geun Young di kantornya. Lelaki itu memeluk Moon Geun Young dengan hangat, layaknya seorang ayah memeluk putrinya. Moon Geun Young jadi tidak percaya bahwa Paman Jo Dong Hyuk adalah penyebab kehancuran keluarganya.

“Paman ikut berduka cita atas kepergian ayahmu, Moon Geun Young. Saat itu Paman sedang berada di luar negeri sehingga tidak bisa menghadiri pemakaman Ayahmu. Bagaimana kabar Lee Yo Won?”

“Justru karena itu saya menemui Paman. Menurut dokter Ibu mengidap kanker.” Ucapan Moon Geun Young membuat lelaki itu terkejut. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya.

“Sejak kapan Lee Yo Won masuk rumah sakit, Moon Geun Young? Apa yang kau butuhkan dari Paman untuk membantu ibumu?

Moon Geun Young menghela napas lega. Semua dugaan buruknya terhadap lelaki itu lenyap seketika.

“Ibu memang agak terlambat mendapatkan perawatan, Paman. Aku datang untuk meminta Paman membantu biaya operasi Ibu. Aku ingin meminjam sejumlah uang pada Paman.”

“Tidak usah sungkan seperti ini, Moon Geun Young. paman bisa memberimu berapa saja. Tapi, ada syaratnya. Apalagi, uang yang hendak kaupinjam jumlahnya besar. Moon Geun Young terdiam, syarat apa yang hendak diajukan Paman Jo Dong Hyuk?”

“Aku akan melakukan apa saja demi kesembuhan Ibu!”

Lelaki itu tersenyum ringan. “Kim Min Joon tidak salah jika selalu membanggakanmu, Moon Geun Young! Kau memang putri yang sangat berbakti. Betul kau mau melakukan apa saja untuk Ibumu? Apa saja?”

Moon Geun Young menganggukkan kepalanya mantap.

“Bagaimana jika Paman memberikan uang itu dan bukan sebagai pinjaman? Tapi, syaratnya, kau harus menghabiskan satu malam bersama Paman di Pulau Jeju.

Tubuh Moon Geun Young lemas seketika. Mengapa Paman Jo Dong Hyuk tega mengajukan syarat yang sangat tidak bermoral itu? Bukankah selama ini lelaki itu memperlakukan dirinya seperti putrinya sendiri?

“Bagaimana, Moon Geun Young? Apakah syarat itu terlalu berat untuk menyelamatkan Ibumu?” Jo Dong Hyuk berbisik.

Bersambung…

Senandung Cinta Masa Lalu (Chapter 4)


“Ayah yang paling terpukul, Sayang. Ayah merasa gagal dalam hidup. Ayah merasa tidak bisa lagi melindungi dan membahagiakan kita. Saat ini tugas kita adalah mendorong dan menyemangati Ayah. Kita harus bisa menyadarkan Ayah bahwa kita tidak pernah menyalahkan Ayah atas semua kemalangan ini. Putri ibu yang cantik bisa melakukannya ‘kan?”

Moon Geun Young tersenyum dan mengangguk. Ibunya memang luar biasa!

Sayangnya, Ayahnya tidak segera sadar. Ayahnya justru semakin terpuruk dalam alkohol dan judi. Moon Geun Young dapat melihat sinar mata ibunya yang mulai suram. Mungkinkah Ibunya berada di ambang batas menyerah? Tapi, tidak. Ibunya tidak berubah sedikit pun.

Utang ayahnya yang semakin bertumpuk membuat orang-orang berpenampilan kasar sering datang ke rumah, mengancam, dan meminta uang pada ibunya. Kesabaran Moon Geun Young sudah habis. Ia tidak bisa lagi menghormati ayahnya. Ia mulai membenci ayahnya.

Moon Geun Young mulai berubah. Ia bukan lagi gadis manis yang lembut. Ia berubah menjadi gadis kuat, tegar, dan keras hati. Kebencian yang ia rasakan terhadap papanya ia sembunyikan.

Ternyata, Moon Geun Young tidak perlu menaruh kebencian yang berlarut-larut pada ayahnya. Kim Min Joon akhirnya jatuh sakit akibat pola hidup yang sangat buruk. Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Tapi, saat itu ia kembali berubah menjadi sosok yang selama ini dirindukan Moon Geun Young. Berulang kali Kim Min Joon meminta maaf, mengungkapkan penyesalannya.

“Lee Yo Won, maafkan aku. Aku tidak lagi menjadi suami yang baik bagimu. Aku tidak lagi dapat membuatmu bahagia dan mewujudkan semua impian rumah tangga bahagia kita.”

Lee Yo Won hanya bisa memegang tangan suaminya yang lemah. Wanita cantik itu tidak berkata-kata. Moon Geun Young tahu, ibunya sudah memaafkan suaminya sejak dulu.

“Moon Geun Young, Sayang, maukah kau memaafkan Ayah?”

Kim Min Joon memanggil Moon Geun Young untuk mendekat. Moon Geun Young perlahan mendekati ayahnya. Rasa benci yang selama ini menggunung hilang begitu saja saat melihat ayahnya yang begitu lemah, begitu tidak berdaya.

“Ayah, Aku sudah memaafkan Ayah. Ayah segera sembuh, ya. Kita membangun lagi keluarga bahagia seperti dulu.”

Kim Min Joon menitikkan air mata. Sepertinya, ia sungguh-sungguh menyesali perbuatannya. Mungkin, ia menyesal karena telah membuat orang-orang yang dicintainya menderita.

“Moon Geun Young, Sayang, maukah kau berjanji pada Ayah untuk selalu menjaga Ibu, jika sesuatu terjadi pada Ayah?”

Moon Geun Young merasa jantungnya berhenti berdetak. Mengapa Ayahnya berkata demikian? Ia menganggukkan kepala. Tanpa diminta pun, Moon Geun Young akan selalu menjaga dan melindungi ibundanya tercinta.

“Ayah tidak perlu khawatir. Aku akan selalu menjaga Ibu dan membuatnya bahagia. Ayah juga akan melakukan hal yang sama, bukan?”

Kim Min Joon hanya mengangguk lemah dan tersenyum. Itulah hal terakhir yang dilakukannya.

Ketika ayahnya meninggal dunia, ibunya tidak menangis. Ibunya berusaha tabah menghadapi saat-saat itu. Demikian juga Moon Geun Young. Mereka memandang kepergian Ayahnya adalah jalan terbaik yang diberikan Tuhan bagi kehidupan mereka selanjutnya.

Namun, duka Moon Geun Young masih berlanjut. Setelah kepergian ayahnya, kesehatan ibunya ambruk. Penyakit asmanya mulai sering kambuh. Pesanan jahitan membuat kesehatannya memburuk. Moon Geun Young mulai khawatir. Apalagi, penyakit ibunya membutuhkan biaya besar. Moon Geun Young harus bersusah-payah membiayai keluarga. Hingga akhirnya Moon Geun Young memutuskan untuk berhenti kuliah dan berkonsentrasi mengurus kesehatan ibunya.

“Moon Geun Young, jangan mengorbankan hidupmu hanya demi Ibu,” kata ibunya, berusaha mencegah keputusan Moon Geun Young.

“Ibu adalah orang terpenting dalam kehidupanku. Aku tidak akan bisa hidup tanpa Ibu,” kata Moon Geun Young, sambil menyandarkan kepalanya di pangkuan Ibunya.

Bagaimana jika Ibunya pergi? Dengan siapa ia melanjutkan hidup? Bersama ibunya, Moon Geun Young dapat mengarungi kehidupan buruknya dengan lebih ringan. Ibunya adalah satu-satunya tempat berpijak saat ini. Air mata Moon Geun Young mengalir. Kepergian ayahnya yang menyedihkan belum hilang dari ingatan. Ia tidak ingin hal serupa menimpa ibunya.

“Kesehatan Ibu sudah membaik, Moon Geun Young. ibu tidak perlu berulang kali kontrol ke rumah sakit. Itu hanya membuang-buang biaya. Ibu….”

“Ibu, jangan pikirkan biaya. Selama aku masih ada, Ibu harus sehat. Ibu harus mendampingiku.”

Air mata Moon Geun Young tumpah. Ia masih sanggup mencarikan biaya untuk kesehatan ibunya.

“Maafkan Ibu, Sayang. Maafkan Ibu.”

Wanita itu memeluk dan menciumi rambut putrinya. Ia harus berjuang untuk hidup demi Moon Geun Young, putri tunggalnya.

Moon Geun Young menghentikan kisahnya saat sipir memberitahu jam berkunjung sudah habis. Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon menatap Moon Geun Young.

“Waktunya habis, Moon Geun Young. Jangan khawatir, besok kami berdua pasti menjengukmu kembali,” kata Jang Geun Suk, sambil memeluk Moon Geun Young.

“Terima kasih, Jang Geun Suk. Salamku untuk keluargamu. Istrimu benar seorang arsitek ‘kan?”

Moon Geun Young mengedipkan sebelah matanya. Jang Geun Suk tersenyum, Moon Geun Young-nya tidak berubah. Jang Geun Suk semakin yakin, Moon Geun Young tidak mungkin membunuh.

“Terima kasih, Romo Ok Taecyeon!”

Moon Geun Young menjabat erat tangan Ok Taecyeon. Dalam hati Ok Taecyeon memiliki keyakinan yang sama seperti Jang Geun Suk. Ia yakin, Moon Geun Young tidak bersalah. Moon Geun Young tidak mungkin membunuh. Karena, Moon Geun Young tidak berubah sedikit pun.

Saat keduanya akan beranjak dari sel, Moon Geun Young kedatangan seorang gadis muda mengejutkan mereka.

“Ibu! Maafkan aku….” Gadis itu segera menghentikan kalimatnya ketika menyadari jika Moon Geun Young tidak seorang diri.

“Jang Geun Suk, Ok Taecyeon, perkenalkan, ini putriku, Park Ji Yeon.” Moon Geun Young membimbing gadis muda itu kepada dua orang sahabatnya.

“Park Ji Yeon, ini Paman Jang Geun Suk dan Romo Ok Taecyeon. Mereka berdua teman baik Ibu yang pernah Ibu ceritakan padamu.”

Gadis muda bernama Park Ji Yeon itu mengulurkan tangannya dengan sopan. Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon bertanya-tanya. Putri Moon Geun Young? Melihat usia Park Ji Yeon yang sekitar tujuh belasan, rasanya tidak mungkin jika ia putri Moon Geun Young.

“Besok aku lanjutkan ceritaku.”

Moon Geun Young menengahi perasaan heran kedua sahabatnya. Park Ji Yeon lalu menghambur, memeluk erat tubuh Moon Geun Young dengan berurai air mata.

***
Setibanya di rumah, Jang Geun Suk sibuk mencari berita tentang pembunuhan itu. Ada sebuah berita yang cukup mengejutkan, yaitu pembunuhan sadis yang menimpa keluarga Jo Dong Hyuk. Yang akhirnya menjadi tersangka adalah seorang wanita pengusaha konglomerat berinisial M.G.Y Jang Geun Suk tidak menyangka, tersangka itu adalah Moon Geun Young. Park Shin Hye melihat tingkah suaminya dengan penuh curiga.

Sambil membantu melipat tumpukan koran yang berantakan di atas meja kerja suaminya.

“Park Shin Hye, kau masih ingat pada Moon Geun Young, sahabat baikku?”

“Moon Geun Young, cinta pertamamu? Bagaimana mungkin aku bisa lupa? Kau terus menceritakan semua tentang Moon Geun Young pada saat awal hubungan kita!”

“Dialah yang menjadi tersangka kasus pembunuhan sadis menggemparkan ini!” Jang Geun Suk menunjukkan berita itu kepada istrinya. Park Shin Hye terdiam. Bagaimana mungkin? Bukankah Moon Geun Young yang selama ini ia dengar dari cerita suaminya adalah perempuan lemah lembut dan baik hati?

“Kau tidak main-main Bukankah Moon Geun Young-mu….”

“Iya! Karena itu, aku tidak percaya semua omong kosong ini. Tadi pagi Moon Geun Young menelepon dan memintaku menjadi pengacaranya.”

“Moon Geun Young pasti tahu hukuman maksimal untuk kejahatan pembunuhan yang ia lakukan, bukan?”

“Aku tidak akan membiarkannya, Park Shin Hye! Moon Geun Young tidak bersalah. Aku yakin itu!”

“Jang Geun Suk, waktu dua puluh tahun bukan waktu yang singkat. Bagaimana jika Moon Geun Young yang selalu kau banggakan selama ini ternyata memang pembunuh sadis yang meresahkan masyarakat. Buktinya, ia tega menghabisi satu keluarga tanpa menunjukkan belas kasihan sedikit pun.”

“Park Shin Hye, kau tidak tahu siapa Moon Geun Young. Kau tidak mengenalnya. Moon Geun Young-ku tidak akan berbuat demikian. Jika benar ia melakukan perbuatan keji itu, aku yakin, Moon Geun Young memiliki alasan kuat yang pasti akan kudukung!”

“Kau bertindak subjektif, Jang Geun Suk!”

Park Shin Hye mengingatkan suaminya. Namun, Jang Geun Suk seakan tidak peduli. Park Shin Hye terdiam. Mungkinkah wanita dari masa lalu itu kembali dan akan merebut perhatian suami tercintanya dari sisinya?

Bersambung…

Senandung Cinta Masa Lalu (Chapter 3)


Berita pembunuhan yang dilakukan Moon Geun Young rupanya bukan satu-satunya kejutan. Seorang gadis muda mengaku sebagai anak Moon Geun Young....

Setelah surat terakhir itu, Moon Geun Young seakan menghilang. Jang Geun Suk menghubungi Ok Taecyeon untuk mencari tahu kabar tentang Moon Geun Young. Ok Taecyeon juga mengeluhkan hal yang sama. Ayah Jang Geun Suk mengabarkan bahwa keluarga Moon Geun Young telah pindah rumah, entah ke mana. Tapi, selebihnya, tak ada yang tahu.

“Moon Geun Young sudah pindah rumah, Ok Taecyeon. Sayang, tidak ada yang tahu mereka pindah ke mana. Kita kehilangan dia, Ok Taecyeon!” Jang Geun Suk tampak sangat panik. Moon Geun Young menghilang. Gadis tercintanya itu entah di mana rimbanya.

“Tenang, Jang Geun Suk. Kita tunggu beberapa waktu.” Ok Taecyeon mencoba menenangkan Jang Geun Suk, meskipun ia juga merasa khawatir. Perasaan yang ia miliki untuk Moon Geun Young sangat kuat. Bagaimanapun, ia masih memiliki rasa cinta untuk Moon Geun Young.

“Aku akan pulang ke Korea minggu ini, Ok Taecyeon! Akan kucoba mencari Moon Geun Young. Entah kenapa, aku merasa kawatir. Aku takut terjadi sesuatu pada Moon Geun Young!”

Ok Taecyeon terdiam, Jang Geun Suk memang bisa pulang ke Korea, kapan pun ia mau. Tapi, ia tidak bisa.

“Baiklah, Jang Geun Suk. Kau cari Moon Geun Young dulu. Nanti, jika aku dapat libur dan pulang ke Korea, aku akan berusaha mencarinya.”

Namun, semuanya sia-sia. Usaha pencarian Jang Geun Suk yang dilanjutkan oleh Ok Taecyeon tidak membawa hasil. Moon Geun Young tidak juga memberi kabar dan menghilang entah ke mana.

***

Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon menatap Moon Geun Young, meminta penjelasan.

“Aku tidak percaya kau sanggup membunuh, Moon Geun Young! Aku tidak percaya!” kata Jang Geun Suk, dengan suara bergetar. Ok Taecyeon hanya diam dan memangku tangannya. Ia menunggu Moon Geun Young menjawab pertanyaan yang dilontarkan Jang Geun Suk.

“Aku bukan Moon Geun Young kalian yang dulu. Aku bukan lagi Moon Geun Young kalian yang manis, lembut, dan baik hati, yang sangat kalian banggakan. Aku berubah! Tentu saja Moon Geun Young yang sekarang sanggup melakukan semuanya, termasuk membunuh!” Moon Geun Young berteriak histeris, seakan ingin menumpahkan semua yang dipendamnya selama ini. Semua kemalangan, penderitaan, dan rasa sakit yang sekian lama ditutupinya. Ia sangat merindukan Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon, yang selalu bisa membuatnya merasa aman dan nyaman.

Ok Taecyeon memeluk Moon Geun Young yang tampak terguncang. Apa yang menimpa Moon Geun Young sampai ia tidak dapat lagi menguasai diri dan berteriak histeris? Begitu beratkah masalah Moon Geun Young dan saat ini mencapai puncaknya? Jang Geun Suk terdiam, menyesali diri karena tidak bisa melindungi Moon Geun Young.

“Terima kasih kalian mau datang. Aku sangat membutuhkan kalian. Akhirnya, kita dapat bertemu kembali. Aku masih tidak percaya sekarang aku bersama kalian!”

“Moon Geun Young, sudahlah. Kami ada di sini untukmu. Ceritakan mengapa kau bisa sampai di sini?” Jang Geun Suk mendekati Moon Geun Young dan mengelus rambutnya yang panjang dan halus itu.

“Mau mendengar kisahku dari mana? Dari awal perpisahan kita?” Moon Geun Young menatap keduanya dengan tatapan sendu. Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon menjawab pertanyaan itu dengan anggukan kepala.

“Perpisahan itu membuatku sangat kehilangan. Tapi, aku juga sangat bahagia karena dua orang terpenting dalam hidupku bisa memilih jalan hidup terbaik.” Moon Geun Young menghela napas panjang. Matanya menerawang, berusaha mengumpulkan kembali kenangan lama yang pahit.

“Walaupun kehilangan kalian berdua, aku percaya, kalian pasti selalu ingat padaku. Aku juga memiliki kehidupan yang harus kujalani dengan orang tua yang selalu mendukungku. Namun, sayang, aku terlalu naif. Mungkin benar jika kalian sering mengecapku sebagai gadis polos dan lugu. Tak pernah terlintas dalam pikiranku, kehidupan yang selama ini kurasakan amat indah akhirnya berbalik arah dan menghancurkanku.”

Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon dapat melihat wajah Moon Geun Young kembali mendung. Bibirnya bergetar, berusaha menahan tangis. Jang Geun Suk memegang erat tangan Moon Geun Young. Ok Taecyeon tetap tenang, menanti kelanjutan kisah hidup Moon Geun Young.

“Bisnis Ayahku jatuh! Bisa kalian bayangkan, bagaimana keadaan keluargaku ketika itu terjadi?” Moon Geun Young mengusap air matanya. Perlahan Moon Geun Young menuturkan kembali kisah hidupnya.

Setelah kejatuhan bisnis Ayahnya, keharmonisan keluarga Moon Geun Young mulai goyah. Ayahnya, yang semula merupakan ayah dan suami teladan, mulai berubah sikap. Perilaku Ayahnya menjadi sangat buruk. Ibunya selalu mencoba mengerti keadaan Ayahnya yang sangat terpukul dengan kejatuhan bisnisnya, yang dipicu oleh muslihat kolega dekatnya sendiri.

Ayah Moon Geun Young terbiasa dengan alkohol. Ia pun mulai menyalahkan semua orang di sekelilingnya, termasuk orang-orang yang dicintainya. Ayahnya mulai berani memukul Ibunya, bahkan di depan Moon Geun Young. Moon Geun Young, yang selama ini dididik agar berperilaku halus, sangat terluka dengan perubahan sikap Ayahnya. Ditambah lagi, saat itu ia sendirian, tanpa sahabat yang biasa menjadi tempatnya untuk mengadu.

Keluarga Moon Geun Young harus meninggalkan rumah mewah mereka dan pindah ke sebuah rumah kontrakan kecil yang sangat sederhana dengan lingkungan yang kurang sehat. Ibunya tidak henti-henti menyemangati, menguatkan, dan menasihati Moon Geun Young. Ia bilang, semua penderitaan yang mereka alami akan segera berakhir.

Meski kondisi ekonomi keluarganya sangat lemah, Moon Geun Young tetap melanjutkan sekolahnya. Semuanya sudah habis. Ayahnya benar-benar jatuh. Ibunnya berusaha menjadi penengah dan penghibur bagi dua orang yang sangat dicintainya.

Jo Dong Hyuk. Itulah kolega yang sampai hati menjatuhkan bisnis Ayahnya. Moon Geun Young sama sekali tidak menyangka, Paman Jo Dong Hyuk tega mengkhianati Ayahnya. Padahal, selama ini ia begitu baik dan selalu menunjukkan sikap sayang padanya. Bukankah selama ini hubungan keluarga mereka sangat baik? Seperti inikah wajah dunia bisnis yang sebenarnya? Moon Geun Young menyimpan pertanyaan itu dalam hatinya selama bertahun-tahun.

Kekaguman dan rasa iba Moon Geun Young pada Ibunya semakin kuat. Meski sering disakiti secara mental dan fisik, ibunya tetap bersikap sebagai istri yang baik. Ibunya tidak pernah mengeluh atau memaki Ayahnya karena kehidupan tak layak yang diterimanya. Bahkan, Ibunya tidak berhenti menasihati Moon Geun Young agar selalu bersikap hormat terhadap Ayahnya, walau sikap Ayahnya berubah sangat banyak.

Moon Geun Young mulai mempertanyakan tentang keadilan. Apa yang salah dari kehidupan keluarganya? Ayah dan ibunya adalah orang baik. Lalu, di mana orang-orang yang dulu begitu mengagungkan mereka? Mengapa tidak ada satu pun teman mereka yang membantu?

Moon Geun Young teringat semua ucapan Ibunya. Jika memberi, Moon Geun Young tidak boleh mengharapkan balasan apa pun. Begitu katanya dulu. Ibunya melarang Moon Geun Young mengingat-ingat kebaikan yang sudah diberikan kepada orang lain. Batinnya mulai bergejolak.

Keputusan terakhir yang diambil Moon Geun Young adalah menyembunyikan semua masalah itu dari kedua orang sahabatnya. Moon Geun Young tahu, jika ia menceritakan kemalangan bertubi yang menimpanya, Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon akan panik. Moon Geun Young tidak ingin menyusahkan mereka. Saat ini mereka juga baru memulai kehidupan yang keras. Ok Taecyeon sedang menyesuaikan diri dengan kehidupan membiara di seminari yang penuh aturan dan kedisiplinan. Moon Geun Young tidak ingin konsentrasi dan perhatian Ok Taecyeon pecah hanya karena dirinya.

Tak berbeda dari Jang Geun Suk, yang berangkat ke Jepang dengan membawa masalah berat. Jika mengetahui tentang masalahnya, Jang Geun Suk akan semakin goyah. Tidak. Ia tidak ingin mengikutsertakan kedua sahabatnya dalam kehancuran hidupnya. Dengan berat hati Moon Geun Young mulai meninggalkan mereka.

Perlahan-lahan Moon Geun Young mulai bisa menerima keadaan ekonomi keluarganya yang porak-poranda. Apalagi, setelah ia mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris di perusahaan milik seorang konglomerat. Pekerjaan itu dapat membantu menopang ekonomi keluarganya. Moon Geun Young menikmati pekerjaan barunya. Tanpa kenal lelah Moon Geun Young bekerja. Ia ingin orang tuanya, terutama ibunya, bangga padanya. Setiap kali Moon Geun Young pulang larut, ibunya menyambut dengan linangan air mata.

“Maafkan kami, Sayang.” Moon Geun Young membalas ungkapan penyesalan Ibunya dengan pelukan hangat. Ia meyakinkan ibunya bahwa ia tidak merasa terbebani dengan semuanya ini.

Satu hal yang membuatnya khawatir adalah ayahnya yang tak bisa menghilangkan kebiasaan berjudi.

Moon Geun Young membuang pandangan dan menatap setumpuk kain yang belum dipotong di atas mesin jahit. Ibunya menerima jahitan dari tetangga sekitar.

“Ibu, jangan kerja terlalu keras, ya. Moon Geun Young khawatir asma Ibu kambuh.” Moon Geun Young memijat pundak Ibunya.

“Ibu sehat, Sayang! Kau kan bekerja sampai malam, masa Ibu enak-enakan menganggur di rumah.”

“Ayah seharian melakukan apa, Ibu? Ayah tidak menyakiti Ibu lagi, bukan?”

Ibunya menjawab pertanyaan itu dengan gelengan kepala. Ia tidak ingin Moon Geun Young cemas jika tahu apa yang sudah dilakukan suaminya. Kim Min Joon memang sangat berubah. Kejatuhan bisnisnya merupakan pukulan telak yang sangat menyakitkan dan memukul egonya sebagai laki-laki. Apalagi, selama hidupnya Kim Min Joon sangat jauh dari apa yang disebut kegagalan. Semua yang dilakukan lelaki itu selalu berbuah kesuksesan. Ditambah lagi dengan keluarga bahagia yang sangat dibanggakannya.

Pengkhianatan Jo Dong Hyuk semakin memukul Kim Min Joon. Sebagai istri, Lee Yo Won selalu berusaha mendukung suaminya. Ia bertekad terus mendampingi suaminya, selalu bersamanya sampai maut memisahkan mereka, seperti janji perkawinan yang diucapkannya di altar.

Di matanya, Kim Min Joon tidak salah. Dan, tidak ada yang dapat dipersalahkan atas semua kemalangan ini. Lee Yo Won menganggap semua penderitaan hidup yang dialami keluarganya adalah cobaan dari Tuhan. Suaminya memang jatuh terpuruk. Namun, ia sangat bersyukur putri tunggalnya bisa bersikap tabah. Moon Geun Young tidak ikut terpuruk. Gadis itu tampak semakin kuat dan dewasa.

“Moon Geun Young hanya bisa berdoa agar Ayah cepat sadar dari semua perbuatan buruk yang dilakukan pada kita, terutama pada Ibu!”

“Jangan menghakimi Ayah, Moon Geun Young. Ayah shock. Kita harus sabar.”

Moon Geun Young menatap wanita yang masih tampak cantik, meski kerutan akibat penderitaan menghiasi wajahnya. Moon Geun Young sangat mengagumi ketabahan dan kebaikan hati ibunya yang seakan tanpa batas. Wanita itu adalah satu-satunya kekuatan yang ia miliki untuk dapat melanjutkan hidup.

“Aku juga terpukul, Ibu! Ibu juga ‘kan? Tapi, kita bisa kuat dan tabah. Mengapa Ayah tidak, Ibu? Mengapa?” Moon Geun Young terisak. Ia sangat menyesali sikap Ayahnya. Ibunya memeluk Moon Geun Young dan mengelus rambutnya.

Bersambung…

Senandung Cinta Masa Lalu (Chapter 2)


Tapi, memiliki Moon Geun Young sebagai sahabat merupakan anugerah besar. Apalagi, setelah ia mengetahui perasaan Jang Geun Suk. Ok Taecyeon memutuskan untuk mengalah. Ia memilih mundur. Kebahagiaan Moon Geun Young di atas segalanya. Kebahagiaan gadis itu adalah bersama Jang Geun Suk. Bukan dengannya.

Ok Taecyeon menyibukkan diri membantu Ayahnya setiap sore di gereja. Ia melakukan semua itu untuk menghindari Moon Geun Young.

“Di gereja sedang banyak acara, Ok Taecyeon? Aku bisa membantu apa? Sedikit banyak aku juga tahu cara merangkai bunga,” kata Moon Geun Young.

“Tidak ada acara istimewa. Hanya misa biasa. Tapi, Ayah mulai sakit-sakitan. Jadi, sudah sewajarnya aku membantu Ayah.”

Wajah ceria Moon Geun Young berubah mendengar keadaan ayah Ok Taecyeon. “Paman sakit apa? Sudah kau bawa ke dokter atau belum?”

Ok Taecyeon tersenyum. Begitulah Moon Geun Young yang penuh perhatian.

“Ayah hanya sakit biasa. Kau jangan terlalu khawatir seperti itu, Moon Geun Young,” jawab Ok Taecyeon dengan nada ringan.

“Terserah apa katamu. Pokoknya, nanti sore aku ke rumahmu. Jangan pernah berusaha melarangku datang dengan alasan kau repot di gereja. Aku tidak mencarimu. Aku hanya ingin bertemu dan melihat bagaimana keadaan Paman,” kata Moon Geun Young.

Ok Taecyeon tersenyum. Siapa yang tidak jatuh cinta pada gadis sebaik dan semanis Moon Geun Young?

Moon Geun Young menikmati hidupnya. Ia memiliki segalanya dalam hidup. Keluarga yang harmonis, bahagia, dan berkecukupan. Ada dua sahabat yang mengisi kesepiannya sebagai anak tunggal. Apa yang kurang dari hidupnya?

Moon Geun Young sangat bangga pada ayahnya. Ayahnya adalah contoh pengusaha sukses yang tetap mengutamakan keluarga. Kasih sayang berlimpah dari ayahnya selalu ia rasakan. Ayahnya tidak pernah melarangnya berbuat apa pun. Ayahnya percaya, semua tindakan yang dilakukan putrinya selalu baik, tidak ada buruknya. Dengan begitu, Moon Geun Young seakan punya tanggung jawab besar terhadap semua yang dilakukannya. Ia tidak ingin menodai kepercayaan ayahnya yang sangat besar.

Ibunya adalah sosok wanita luar biasa. Sangat lembut. Ibunya tidak hanya memberinya nasehat, namun juga memberikan teladan untuk selalu bersikap baik dan hormat pada semua orang, tanpa memandang latar belakang mereka. Begitulah yang ia lakukan terhadap dua sahabatnya.

Jang Geun Suk, yang ketika kecil sangat bandel dan sering menggodanya sampai menangis, sekarang telah menjadi sosok tampan. Terkadang, perhatian dan kasih sayang Jang Geun Suk membuatnya salah tingkah. Sedangkan Ok Taecyeon tidak banyak berubah. Ia selalu bisa membuatnya merasa tenang dan bertambah dewasa dalam memandang hidup.

Jang Geun Suk akhirnya memutuskan untuk menuruti keinginan ayahnya. Dengan berat hati ia memilih berpisah dari dua orang terpenting dalam hidupnya dan kuliah di Jepang. Kedua orang tuanya tak keberatan mendengar keputusan Jang Geun Suk. Hal terberat yang dirasakan Jang Geun Suk adalah menyampaikan keputusan itu pada Ok Taecyeon dan Moon Geun Young.

“Apa kau harus melanjutkan studi di Jepang, Jang Geun Suk? Bukankah Kau bisa kuliah di sini. Kau yakin dengan keputusan ini?” Moon Geun Young bertanya dengan nada sedih.

Jang Geun Suk menghela napas panjang. Sebenarnya, ia tak ingin meninggalkan mereka, terutama Moon Geun Young. Namun, tetap bertahan dan bertemu ayahnya setiap hari akan semakin membuatnya tertekan. Jang Geun Suk masih belum dapat menerima kekerasan hati ayahnya, yang membuatnya terpaksa membunuh semua impiannya.

“Aku harus pergi, Moon Geun Young. Kau tahu alasan kepergianku,” kata Jang Geun Suk, sambil menggenggam erat tangan Moon Geun Young.

Beban Jang Geun Suk memang berat. Moon Geun Young mengerti keadaan sahabatnya. “Jika itu yang terbaik untukmu, Jang Geun Suk, lakukanlah apa yang terbaik untuk hidupmu!” Moon Geun Young memeluk erat Jang Geun Suk.

“Tenang, Moon Geun Young, biarpun aku di Jepang, hatiku masih di sini bersama kalian!” Jang Geun Suk mengelus rambut halus Moon Geun Young.

“Tapi, kau harus sering memberi kabar. Jangan-jangan, setelah bertemu gadis Jepang yang cantik, kau jadi melupakan kami berdua!” Moon Geun Young mengacak rambut Jang Geun Suk.

Jang Geun Suk tersenyum simpul. Bagaimana ia bisa tertarik pada gadis lain, sementara sang pujaan hati berada begitu dekat di sisinya.

“Kau sendiri mau melanjutkan studi di sini, Moon Geun Young?” Pertanyaan basa-basi dilontarkan Jang Geun Suk.

Moon Geun Young menganggukkan kepalanya, mantap. Tentu saja, Moon Geun Young melanjutkan studi di Korea. Bagaimana mungkin Moon Geun Young bisa berpisah dari kedua orang tua yang sangat menyayanginya.

“Masih tetap memilih psikologi?” Jang Geun Suk melanjutkan pertanyaan basa-basinya. Ia hanya ingin terus mendengarkan suara merdu Moon Geun Young, merekamnya dalam ingatannya, dan memutarnya kembali di saat kerinduannya membuncah ketika di Jepang nanti.

“Tentu saja, Jang Geun Suk. Aku ingin belajar mengenal dan mempelajari pribadi banyak orang. Di mana lagi bisa kudapatkan semuanya itu kalau tidak mengambil bidang psikologi?”

Moon Geun Young menjawab pertanyaan Jang Geun Suk dengan berapi-api. Matanya yang indah tampak bersinar-sinar. Moon Geun Young segera memalingkan pandangannya ke arah Ok Taecyeon, yang sedari tadi hanya tersenyum melihat polah kedua sahabatnya.

“Bagaimana denganmu, Ok Taecyeon? Kau mau melanjutkan studimu di mana?” Moon Geun Young mendekati Ok Taecyeon. Dengan manja ia bergelayut di pundaknya. Ok Taecyeon menepuk punggung tangan Moon Geun Young dengan lembut.

“Aku mau masuk seminari, Moon Geun Young.”

Jawaban singkat dan tenang dari Ok Taecyeon membuat Moon Geun Young dan Jang Geun Suk terkejut. Moon Geun Young segera melepaskan tangannya dari pundak Ok Taecyeon. Gadis itu tepekur. Di wajahnya terdapat satu tanda tanya besar.

Jang Geun Suk mendekati Ok Taecyeon. ”Kau sungguh-sungguh akan melakukannya, Ok Taecyeon?”

Ok Taecyeon tersenyum ringan, mengiyakan pertanyaan Jang Geun Suk.

“Jang Geun Suk, Ok Taecyeon mau masuk seminari dan menjadi Pastur!” Moon Geun Young akhirnya bersuara, meski suaranya terbata-bata.

“Maaf, aku baru berani bicara pada kalian setelah semuanya beres. Maksudku, setelah aku merasa benar-benar mantap dengan diriku sendiri. Ini adalah keputusan yang sangat besar. Kemarin aku menemui Romo Han Jung Soo dan beliau sangat mendukung. Jadi, aku makin mantap untuk masuk seminari dan menjadi pastor.”

“Rencananya, kau ingin masuk di seminari mana, Ok Taecyeon?” Moon Geun Young bertanya dengan nada sedih. Dalam bayangannya, selain Jang Geun Suk, Ok Taecyeon juga akan pergi meninggalkannya. Ia akan sendirian, tanpa mereka berdua, sahabat terkasihnya.

“Kemungkinan di Jepang, Moon Geun Young. Jangan sedih, Nona Cantik!” Ok Taecyeon memeluk Moon Geun Young, yang sudah mulai menangis.

“Aku sangat bahagia dengan keputusanmu. Tapi, berpisah darimu dan Jang Geun Suk dalam waktu yang bersamaan membuatku sangat sedih. Bagaimana hidupku tanpa kalian?” Moon Geun Young tak kuasa menahan tangis. Ia terisak-isak dalam pelukan Ok Taecyeon. Jang Geun Suk hanya menatap keduanya dengan tatapan sedih. Perpisahan sudah ada di depan mereka. Persahabatan mereka mungkin akan terus berlangsung, tapi kebersamaan mereka sebentar lagi akan berakhir.

“Jang Geun Suk dan Ok Taecyeon, sahabat terbaikku, berjanjilah kalian tidak akan pernah melupakanku. Berjanjilah persahabatan kita akan terus ada selama kita hidup. Kalian mau berjanji, bukan?”

“Tentu saja, Moon Geun Young. Aku akan melakukan semua yang kau minta!”

Jang Geun Suk memeluk Moon Geun Young erat-erat. Ok Taecyeon menggenggam jemari Moon Geun Young, memastikan bahwa dirinya akan melakukan hal yang sama.

Perpisahan itu akhirnya tiba. Jang Geun Suk berangkat ke Jepang diantar oleh keluarga dan Moon Geun Young. Ok Taecyeon sudah berangkat terlebih dahulu untuk mulai menjalani kehidupannya di seminari.

Jang Geun Suk menatap Moon Geun Young lekat-lekat, “Ingat janji kita, Moon Geun Young. Kita harus selalu memberi kabar. Jika ada sesuatu atau seseorang yang mengganggumu, kau harus bercerita padaku. Aku akan selalu menjadi pelindungmu yang terbaik.”

Moon Geun Young mengacungkan ibu jarinya. Jang Geun Suk dapat melihat jelas raut kesedihan di wajah Moon Geun Young. Dalam hati, Jang Geun Suk berjanji, ia akan selalu melindungi Moon Geun Young dari apa pun yang bisa membuatnya terluka. Jang Geun Suk memeluk Moon Geun Young erat-erat. Ia ingin menikmati wangi rambut dan kehangatan tubuh Moon Geun Young dalam peluknya.

Setelah perpisahan itu, perlahan Moon Geun Young menghilang dari kehidupan mereka. Surat mereka masih dibalas oleh Moon Geun Young dalam sebulan atau dua bulan. Tidak ada hal yang aneh dalam surat Moon Geun Young. Ia menikmati kuliahnya dan keluarganya dalam keadaan baik.

Bersambung…

Jumat, 21 Januari 2011

Senandung Cinta Masa Lalu (FF)


Title : Senandung Cinta Masa Lalu
Author : Sweety Qliquers
Genre : Friendship, Romance
Episode : 8 Chapter
Production : www.ff-lovers86.blogspot.com
Production Date : 21 January 2011, 10.10 AM
Cast & Note :

Jang Geun Suk

* Jang Geun Suk berasal dari keluarga kaya dan terpandang.
* Ayahnya pengacara sukses dan terkenal.
* Dari keluarga ibunya, ia mendapatkan darah kebangsawanan.
* Ingin jadi seorang arsitek
Name: 장근석 / Jang Geun Seok
Profession: Actor, singer, and model
Birthdate: 1987-Aug-04
Height: 182cm
Weight: 63kg
Star sign: Leo
Blood type: A

Moon Geun Young

* Moon Geun Young adalah putri tunggal pengusaha garmen.
* Ia bagaikan ratu kecil, Moon Geun Young menjadi ratu dan pusat perhatian kedua orang tuanya dan juga menjadi ratu bagi kedua sahabatnya.
* Ingin menjadi seorang psikolog
Name: 문근영 / Moon Geun Young (Mun Kun Yeong)
Nickname: Gamza, Mungujeom
Profession: Actress and model
Birthdate: 1987-May-06
Birthplace: Gwangju, South Korea
Height: 162cm
Weight: 43kg
Star sign: Taurus
Blood type: B
Talent agency: Namoo Actors



Taecyeon (2PM)

As : Ok Taecyeon
* Ok Taecyeon lahir dari keluarga sederhana.
* Ayahnya seorang penjaga gereja.
* Untuk menambah penghasilan sang ayah, ibu Ok Taecyeon membuka warung makan sederhana.
* Meski begitu, Ok Taecyeon dikenal sebagai pemuda cerdas dan tenang.
* Disela waktu luangnya, biasanya ia membantu ayahnya menjaga gereja
Name: 택연 / Taecyeon
Real name: 옥택연 / Ok Taec Yeon
Nickname: Beast (Jimseung/짐승), OkCat (옥캣)
Profession: Singer, model and actor
Birthdate: 1988-Dec-27
Birthplace: Seoul, South Korea
Height: 185cm
Weight: 76kg
Star sign: Capricorn
Blood type: AB
Talent agency: JYP Entertainment



Oh Ji Ho

* Ayah Ok Taecyeon
* Seorang penjaga gereja
Name: 오지호 / Oh Ji Ho
Profession: Actor and model
Birthdate: 1976-Apr-14
Height: 183cm
Weight: 75kg
Blood Type : AB
Star sign: Aries
Talent Agency : SidusHQ


Lee Bo Young

* Ibu Ok Taecyeon
* Untuk menambah penghasilan sang ayah, ibu Ok Taecyeon membuka warung makan sederhana
Name: 이보영 / Lee Bo Young (Yi Bo Yeong)
Profession: Actress and model
Birthdate: 1979-Jan-12
Height: 168cm
Weight: 48kg
Blood Type : B


Jang Hyuk

* Ayah Jang Geun Suk
* Pengacara suksek & terkenal
Name: 장혁 / Jang Hyuk (Jang Hyeok)
Real name: 정용준 / Jung Yong Joon (Jeong Yong Jun)
Profession: Actor and singer
Birthdate: 1976-Dec-20
Birthplace: Busan, South Korea
Height: 177cm
Weight: 63kg
Star sign: Sagittarius
Blood type: O
Talent agency: SidusHQ



Lee Da Hae

* Ibu Jang Geun Suk
* Memiliki darah kebangsawanan
Name: 이다해 / Lee Da Hae (Yi Da Hae)
Real name: 변다혜 / Byun Da Hye (Byeon Da Hye)
Profession: Actress and model
Birthdate: 1984-Apr-19
Birthplace: Seoul, South Korea
Height: 170cm
Weight: 47kg
Star sign: Aries
Blood type: O
Talent agency: J. Tune Entertainment


Hyun Bin

* Kakak Jang Geun Suk,
* yang memilih pergi dari rumah dan hidup terlunta-lunta sebagai pengangguran daripada menuruti keinginan sang ayah dan menjadi pengacara
Name: 현빈 / Hyun Bin (Hyeon Bin)
Real name: 김태평 / Kim Tae Pyung (Gim Tae Pyeong)
Profession: Actor and model
Birthdate: 1982-Sep-25
Birthplace: Seoul, South Korea
Height: 184cm
Weight: 74kg
Star sign: Libra
Blood type: B
Talent agency: Star M Entertainment


Rain Bi

* Kakak Jang Geun Suk,
* yang memilih pergi dari rumah dan hidup terlunta-lunta sebagai pengangguran daripada menuruti keinginan sang ayah dan menjadi pengacara
Name: 비 / Bi (Rain)
Real name: 정지훈 / Jung Ji Hoon (Jeong Ji Hun)
Also known as: Rain (West) / Pi (Japan)
Nickname: Dog (Collie)
Profession: Actor, singer, model and dancer
Birthdate: 1982-Jun-25
Birthplace: Seoul, South Korea
Height: 184cm
Weight: 75kg
Star sign: Cancer
Blood type: O+
Talent agency: J.Tune Entertainment, William Morris (U.S.)



Kim Min Joon

As : Ayah Moon Geun Young (Pengusaha Garmen)
Name: 김민준 / Kim Min Joon
Profession: Actor and model
Birthdate: 1976-Jul-24
Height: 186cm
Weight: 77kg
Star sign: Leo
Blood type: A


Lee Yo Won

As
: Ibu Moon Geun Young
Name: 이요원 / Lee Yo-won
Profession: Actress
Birthdate: 1980-Apr-09
Birthplace: Seoul, South Korea
Height: 170cm
Weight: 48kg
Star sign: Aries
Blood type: B
Talent agency: J & H Film


Park Ji Yeon (T-ARA)

* Anak Han Chae Young & Lee Bum Soo
* Anak tiri Moon Geun Young
Name: 지연 / Ji Yeon
Real name: 박지연 / Park Ji Yeon (Bak Ji Yun)
Profession: Actress and singer
Birthdate: 1993-Jun-07
Height: 167cm
Weight: 45kg
Star sign: Gemini
Blood type: AB


Yoo Seung Hoo

* Anak Han Chae Young & Lee Bum Soo
* Anak tiri Moon Geun Young
Name: 유승호 / Yoo Seung Ho
Nickname: Little So Ji Sub
Birthdate: 1993-Aug-17
Profession: Actor and model
Height : 174 Cm
Weight : 65 Kg
Star sign: Leo
Blood type: O
Family: Older sister


Jo Dong Hyuk

* Kolega yang sampai hati menjatuhkan bisnis Ayah Moon Geun Young
* Selama ini Jo Dong Hyuk selalu berada di bawah bayang-bayang Kim Min Joon. Bahkan, untuk memperebutkan cinta Lee Yo Won, ia harus menelan pil pahit kekalahan dari Kim Min Joon.
Name: 조동혁 / Jo Dong Hyuk (Jo Dong Hyeok)
Profession: Actor
Birthdate: 1977-Dec-11
Birthplace: South Korea
Height: 184cm
Weight: 72kg
Blood Type : B
Star sign: Sagittarius
Talent agency: Namoo Actors



Ha Ji Won

As : Istri Jo Dong Hyuk
Name: 하지원 / Ha Ji Won
Real name: 전해림 / Jeon Hae Rim
Profession: Actress and singer
Birthdate: 1979-Jun-28
Birthplace: Seoul, South Korea
Height: 168cm
Weight: 46kg
Star sign: Cancer
Blood type: A



Boram (T-ARA)

As : Jeon Boram
* Putri Tungga Jo Dong Hyuk & Ha Ji Won
Nama Asli: Jeon Boram (전보람)
Birtdate: 22 Maret 1986
Height: 155cm
Weight: 45 kg
Blood type: A
Profession: Penyanyi, Aktris
Posisi di T-ara: Leader, Support Vocal
Group : T-ara

Park Shin Hye
As : Istri Jang Geun Suk
Name: 박신혜 / Park Shin Hye (Bak Sin Hye)
Profession: Actress, model and singer
Birthdate: 1990-Feb-18
Birthplace: Paju, Gyeonggi, South Korea
Height: 163cm
Weight: 45kg
Star sign: Aquarius
Blood type: A



Park Ji Bin
As : Putra tunggal Jang Geun Suk & Park Shin Hye
Name: 박지빈 / Park Ji Bin
Profession: Actor
Birthdate: 1995-Mar-14
Star sign: Pisces
Talent Agency: JYP Entertainment


Siwon (Super Junior)

As : Choi Siwon
* Asisten Moon Geun Young
Nama asli: Choi Siwon
Nama Mandarin: Shi Yuan
Nama panggilan: Simba (dinamain Heechul), Horse/Kuda (dari Shio China)
Tanggal lahir: 7 April 1986
Tempat lahir: Seoul Gangnam
Tinggi badan: 183 cm
Berat badan: 65 kg
Golongan darah: B
Agama: Kristen
Posisi: sub-vocal


Han Chae Young

* Boss Moon Geun Young
* Ibu Kandung Park Ji Yeon & Yoo Seung Hoo
* Istri Lee Bum Soo
Name: 한채영 / Han Chae Young (Han Chae Yeong)
Real name: 김지영 / Kim Ji Young
Profession: Actress and model
Birthdate: 1980-Sep-13
Height: 172cm
Weight: 47kg
Blood type: A
Talent agency: BH Entertainment & Creative Artists Agency



Lee Bum Soo

* Boss Moon Geun Young
* Ibu Kandung Park Ji Yeon & Yoo Seung Hoo
* Suami Han Chae Young
Name: 이범수 / Lee Bum Soo
Profession: Actor
Birthdate: 1970-Jan-03
Birthplace: Cheongju, Chungcheongbuk-do, South Korea
Height: 171cm
Weight: 65kg
Star sign: Capricorn
Blood type: AB
Talent agency: MNET Media


Senandung Cinta Masa Lalu

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8 (Tamat)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...