Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Rabu, 21 September 2011

Puisi Cinta Di Laci Meja (Chapter 4-Tamat)



Kim So Eun langsung melambaikan tangannya begitu melihat wajah tampan Kim Bum celingukan di depan pintu masuk lobby. Pemuda itu agak sedikit keheranan melihat Kim So Eun di sana. Ragu-ragu dia menghampiri Kim So Eun.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Kim Bum membuat Kim So Eun mengerutkan keningnya.

“Menunggumu!”

“Dimana Park Shin Hye?”

“Park Shin Hye?” Kim So Eun tambah bingung.

“Iya. Bukannya dia yang mau bertemu denganku di sini?”

“Bukan dia yang mau bertemu denganmu. Tapi aku. Aku yang menulis surat itu padamu.”

“K-kau? Untuk apa?!”

Kim So Eun semakin tak mengerti melihat reaksi Kim Bum yang seperti tidak mengharapkan pertemuan dengannya itu. Gadis itu kemudian mengulurkan kertas-kertas merah muda yang ditemukan di laci meja kelasnya dari dalam tasnya.

“Kau kan yang menulis puisi-puisi ini, dan meletakkannya di laci meja kelasku?”

“Laci mejamu?”

“Iya.”

“Hmm… bukannya itu laci mejanya Park Shin Hye?!”

Kim So Eun menggelengkan kepala. Park Shin Hye? Untuk apa Kim Bum meletakkan puisi cinta di laci mejanya Park Shin Hye?!

“Ah, jadi aku…” Kim Bum tertunduk lemas.

“Eh, apa hubungannya puisi-puisi itu dengan Park Shin Hye?” tanya Kim So Eun, membuat Kim Bum sedikit gugup.

“S-sebenarnya…”

***

Malam harinya, di dalam kamar, Kim So Eun menangis tersedu-sedu sendirian. Park Shin Hye yang kebetulan malam itu bertamu ke rumah Kim So Eun, khawatir melihat tingkah sahabatnya itu. Dia segera menghampiri Kim So Eun di kamarnya.

“Kim So Eun, Kau kenpa?!”

“Kim Bum!”

“Kim Bum?” Park Shin Hye garuk-garuk kepala. Tak mengerti.

“Ini,” Kim So Eun memberikan puisi-puisi yang ditulis Kim Bum kepada Park Shin Hye.

“Untuk apa kau memberikan puisi-puisi ini padaku?”

“Kim Bum,” kata Kim So Eun masih sambil menangis, “Dia menulis puisi-puisi itu untuk ‘My Princess’. Tapi bukan untukku.”

“Kalau bukan untukmu, lalu untuk siapa?”

“Park Shin Hye!”

“Aku?!?”

“Iya! Dia menulis puisi-puisi cinta itu untukmu!”

“Apa?!?! ‘My Princess’ itu aku?? Jadi Kim Bum menyukaiku???”

Kim So Eun mengangguk-angguk. Sambil meneruskan tangisnya yang semakin meraung-raung dalam pelukan Park Shin Hye.


Tamat
Copyright Sweety Qliquers

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...