Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Selasa, 20 September 2011

Karena Aku Sayang Padamu (Chapter 3)



Ketika hari Kamis tiba, Kim Bum kembali mengajak Kim So Eun belajar bersama. Pemuda itu mengikut sertakan dua orang teman lainnya.

“Kim So Eun, nanti sore kami akan kerumahmu. Belajar lagi, boleh ‘kan?”

Kim So Eun mengangguk. Ia menatap Park Shin Hye dan Jung Yong Hwa yang berdiri di sisi Kim Bum.

“Supaya lebih ramai, aku ajak mereka. Kau tidak keberatan ‘kan?” Kim Bum berkata seolah tahu apa yang dipikirkan gadis itu.

Sekali lagi Kim So Eun mengangguk. Gadis itu tersenyum ke arah Park Shin Hye.

“Kita akan membuat grup belajar. Kau ingin grup kita punya nama apa?”

Park Shin Hye mengernyitkan keningnya.

“Mmm…. Mawar saja ya?” Tanyanya meminta pendapat Kim So Eun.

“Eh, itu nama untuk grup belajar yang anggotanya perempuan semua. Jangan ah, ganti yang lains aja. Emangnya aku perempuan.” Jung Yong Hwa mengomel sambil berlenggang menirukan gaya waria.

Kim So Eun tertawa geli.

“Katamu benar, Jung Yong Hwa. Bagaimana kalau Bintang? Siapa tahu kita semua nanti jadi Bintang kelas.”

“Aku setuju dengan nama itu.” Kim Bum mengacungkan telunjuknya.

“Aku juga.” Park Shin Hye dan Jung Yong Hwa bicara serentak.

“Baiklah, jadi grup kita adalah grup “Bintang.” Selasa dan Kamis adalah hari-hari belajar kita.” Kim So Eun tersenyum puas.

“Wah, kalau melihat gayamu berbicara. Aku merasa kaulah Ketua grup “Bintang.” Kim Bum tersenyum menggoda. Pemuda itu merasa gembira sekali. Baru pertama kali inilah ia melihat Kim So Eun tertawa dan berbicara agak lama. Sifat pendiamnya lenyap. Dan wajahnya nampak ceria.

Kim So Eun tertunduk malu.

“Aku … aku …..”

“Sudahlah Kim So Eun, aku toh hanya bergurau. Lagipula kau memang pantas menjadi ketua kami.” Kim Bum menenangkan. Ia tak ingin Kim So Eun menjadi pandiam lagi.

“Ya, akupun sependapat dengan Kim Bum.” Suara Park Shin Hye dan Jung Yong Hwa bersamaan menyetujui ucapan Kim Bum.

“Heran, kalian ini selalu kompak kalau bicara! Seperti suami istri saja.” Kim Bum tersenyum geli.

Kim So Eun ikut tersenyum. Perlahan rona merah yang tadi sempat singgah di pipinya, hilang.

Hari-haripun berlalu dengan manisnya. Sedikit demi sedikit sifat pendiam Kim So Eun sirna. Semua itu karena usaha Kim Bum. Pemuda itu selalu berusaha agar Kim So Eun mau tersenyum.

Tetapi jauh di dasar hati Kim So Eun, tersimpan rasa malu setiap kali ia berjalan berdampingan dengan Kim Bum. Siul menggoda dari teman-temannya, bagai ejekan bagi Kim So Eun. Ia merasa setiap lirikan dan senyuman yang dilontarkan padanya, seolah berkata :

“Lihatlah Kim So Eun si gadis miskin berpacaran dengan Kim Bum si pemuda kaya raya pewaris tunggal Shinhwa Group.”

Oh, Kim So Eun sangat menyesali nasibnya yang terlahir dari keluarga yang sederhana.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...