Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Kamis, 22 September 2011

Cinta Dari Gerbang Surga (Chapter 3)



Sesaat setelah ledakan kedua terdengar, terlihat sebuah benda persegi yang dipenuhi kobaran api melesat dengan kencangnya menerobos jendela kaca ruangan tamu lantai pertama. Kaca yang ditabraknya hancur berantakan dan menimbulkan suara yang sangat keras.

Benda tersebut terus meluncur kearah jalanan setelah beberapa saat terlihat benda tersebut berputar kencang, saat putarannya akhirnya berhenti, tiba-tiba pintu dari benda yang ternyata adalah sebuah lemari es besar tersebut terhempas keatas dengan keras. Lalu satu sosok tubuh terlihat keluar dari dalamnya.

“Kim Bum…!!! “ Kim So Eun berteriak kencang saat mengenali sosok orang yang keluar dari dalam lemari es.

Orang yang memang Kim Bum adanya itu, berusaha memadamkan api yang masih menjalari kakinya.

“Komandan! Cepat selamatkan anak ini, dia berhenti bernapas…! “ teriak Kim Bum sekencangnya yang kontan saja membuat sang komandan dan anggota pemadam lainnya berlari mendekati Kim Bum.

“Panggil juru medis kemari cepat!“ Song Seung Hun berteriak kencang.

Dengan cepat diraihnya gadis kecil yang berada didalam pelukan Kim Bum, sesaat sang komandan terperanjat lalu teriakannya kembali terdengar.

“Nafasnya berhenti cepat siapkan prosedur CPR! Kita harus selamatkan anak ini!“

Sang ibu yang tadi terlihat panik, setelah melihat wajah gadis kecil itu, tangisnya kembali terdengar.

“Kim Yoo Bin…ooh Tuhan… Kim Yoo Bin Bangun sayang ini Ibu…” ujar sang ibu dengan linangan air mata.

Para ahli medis berusaha dengan keras mencoba untuk memulihkan kesadaran gadis tersebut. Dan akhirnya usaha mereka membuahkan hasilnya, kelopak mata gadis tersebut perlahan terbuka, lalu satu suara halus terdengar dari bibir mungilnya.

“Ibu…” sang ibu yang melihat hal ini pun langsung memeluk gadis tersebut isakannya terdengar menyentuh.

”Kim Yoo Bin… “ bulir bulir mutiara bening terlihat menetes di kedua sudut matanya. Sesaat kemudian terlihat ibu dan anak tersebut terlihat saling berpelukan menghamburkan tangis kebahagiaan.

Hal ini membuat orang-orang yang ada di sekitar mereka tersentuh, setelah menyeka air mata masing-masing terdengarlah tepukan tangan mereka tanda keharuan.

Ditengah-tengah moment mengharukan tersebut, Kim Bum terlihat berjalan pelan kesatu arah. Pandangannya lekat tertuju pada satu orang. Matanya yang berbinar penuh cinta terlihat begitu mesranya.

Kim So Eun yang melihat kedatangan Kim Bum sesaat menundukan wajahnya. Wajahnya memerah kala dirasakannya satu tangan membelai anak rambutnya.

”Kim So Eun, maaf telah membuatmu khawatir… aku datang hanya untuk menyampaikan sesuatu…. Sesuatu yang seharusnya aku katakan sejak dulu… aku tahu mungkin ini sudah terlambat, tapi ini lebih baik dari pada tidak sama sekali….” Suara Kim Bum terdengar bergetar.

Kim So Eun semakin menundukkan wajahnya yang telah memerah. Digigitnya bibirnya untuk menahan debaran didadanya. Kemudian suara Kim Bum kembali terdengar.

“Kim So Eun sayang, aku hanya ingin bilang… dimanapun dan kapanpun kau berada, dulu, sekarang, dan seterusnya…aku akan selalu mencintaimu…. walaupun aku tidak bisa selalu menemanimu, walaupun aku tidakkan ada disisimu, tapi aku kan selalu menyertaimu… menyayangimu… dan menjagamu….. dari ….. gerbang surga…….” Kim Bum berujar lembut penuh kasih.

Saat Kim Bum mengakhiri ucapannya dan mengecup kening Kim So Eun, angina berhembus kencang. Sesaat Kim So Eun tergoyah. Angina membuat ia harus menutup matanya, setelah angina berhenti berhembus, Kim So Eun mendapatkan dirinya sendirian ditengah keramaian. Sosok Kim Bum telah hilang dari pandangannya.

“Kim Bum..? Kim Bum…? Kau dimana….? Kim So Eun berujar pelan, dipandanginya keadaan sekelilingnya berusaha mencari sosok pemuda itu. Hatinya bergetar keras kala menyadari kalau orang yang disayangnya tidak lagi didapatinya di hadapannya.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...