Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Senin, 19 September 2011

Love Diary (Chapter 4)



KIM BUM

Kalau ditanya sayang, aku sayang Kim So Eun. Kalau ditanya cinta, aku cinta setengah mati padanya. Aku mengenalnya sejak kecil.

Lama-lama ada rasa ingin terus menjaga dan melindunginya. Aku paling suka kalau dia menangis, lalu berlindung dan berlari padaku.

Setelah menginjak usia tiga belas, aku merasa ada yang lain di hati, padahal sejak ia di taman kanak-kanak, kupikir ia cuma adikku. Karena aku anak tunggal. Memang dia tak pernah manja, tapi aku dengan senang hati mengantar jemputnya ke sekolah.

Saat SMA, Ayah-Ibunya pernah menyangka aku pacaran dengannya.

Meski begitu, aku tak pernah menyatakan cinta, bukan tak mau, tapi memang belum saatnya. Pernah suatu kekhawatiran merebak, bagaimana kalau suatu saat ada pria datang dalam hidupnya dan dia juga mencintainya. Lalu dia takkan bisa di sisiku dan kujaga lagi.

Aku tak menutup diri, banyak teman wanita suka padaku. Deringan telepon setiap hari yang membuat Ibu terheran-heran. Banyak juga yang sudah menganggapku sebagai pacarnya. Banyak juga yang cemburu pada Kim So Eun, dan terang-terangan membenci Kim So Eun.

Seperti biasa, Kim So Eun selalu bilang pada wanita yang membencinya, “Kalau suka pada Kim Bum, ambil saja, memangnya aku ini pacarnya?”

Aku seumur dengan Kim Hyun Joong. Sejak kecil kami sudah bersahabat. Karena waktu kami kecil, kami punya cita-cita ingin punya usaha sendiri, kantor detektif, seperti Sherlock Holmes.

Aku dan Kim Hyun Joong menamakan diri dua sekawan, karena kami tidak punya kandidat teman dan anjing untuk menjadi Lima Sekawan.

Terlalu banyak baca buku detektif.

Sampai lulus SMA Kim Hyun Joong belum lupa pada cita-citanya dulu itu. Dia lebih berbakat, instingnya lebih kuat. Pada kasus sepele contohnya, saat Ibunya kehilangan uang dan cincin dan Kim So Eun kehilangan sepatu barunya. Setengah hari kemudian, Kim Hyun Joong menduga bahwa pembantu di rumahnya yang mencuri, tapi Ibunya tidak percaya. Setelah dicek, ternyata benar. Dengan gaya Sherlock Holmes-nya, Kim Hyun Joong menginterogasi pembantu tersebut, lalu pembantu itu menangis-nangis, kemudian dipecat.

Tentang Kim So Eun, apakah aku terlalu muluk? Aku hanya ingin, jika aku menikah nanti, dialah wanita yang kuinginkan jadi istriku, pendamping hidupku.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...