Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Senin, 04 Juli 2011

Biarkan Hati Bicara (Chapter 3)



Chapter 3
Rahasia Masa Lalu


Malam ini, Kim Bum kehilangan konsentrasi mengerjakan tugas-tugas kantor yang sengaja di bawanya ke rumah. Pertemuan itu. Pertemuan tadi sore itu dengan kekasih Kim So Eun, terus mengganggu pikirannya. Dia tak menyangka, akan bertemu lagi dengan sosok yang sudah lama tidak dijumpainya. Dan sekarang, dia berstatus pacar Kim So Eun, gadis yang sedang dijodohkan dengannya.

Ingatannya Kim Bum kembali ke masa lalu…. 10 Tahun lalu…

Siapa yang tidak kenal Kim Bum? Seantero SMA Shinhwa tak ada yang tidak mengenalnya. Bukan hanya tampan, dia juga dikenal sebagai siswa yang cerdas, penuh prestasi, dan kaya raya. Dia adalah bintang di sekolah ini. Siswi-siswi SMA Shinhwa pun berebut untuk menjadi pacarnya, namun sayangnya Kim Bum tidak tertarik menjalin hubungan serius dengan gadis manapun. Membuat gadis-gadis itu semakin penasaran.

Tak ada yang abadi dalam hidup ini.

Kebintangan dan kepopuleran Kim Bum tiba-tiba saja luntur saat hadir seorang siswa pindahan bernama Kim Hyun Joong. Pemuda yang juga memiliki wajah tampan, cerdas dan segudang prestasi. Ia mampu mengalahkan Kim Bum. Kim Hyun Joong berhasil merebut predikat juara umum yang sudah disandang Kim Bum sejak kelas satu. Mengalahkan Kim Bum dalam persaingan sebagai duta olimpiade, dan seabrek prestasi lainnya mampu menggungguli Kim Bum. Bahkan, Kim Hyun Joong lebih menghargai gadis-gadis yang mengidolakannya.

Walaupun tak menjadikan mereka pacar, Kim Hyun Joong mengganggap mereka sebagai sahabat. Membuat gadis-gadis itu tidak merasa tersakiti.

Rivalitas mereka mengakar. Kim Bum yang terbiasa sebagai yang pertama merasa geram dan iri. Jiwa mudanya yang penuh gejolak, menolak untuk menerima semua kekalahan ini. Baginya, ia harus tetap menjadi nomor satu, bagaimana pun caranya. Dan hal tersebut terus coba dibuktikannya.

Sampai kesempatannya tiba. Kim Bum menyabotase karya tulis Kim Hyun Joong yang akan dikirimkan dalam lomba karya ilmiah antar SMA. Kim Bum mencuri karya Kim Hyun Joong, dan mengatasnamakan dirinya.

Kim Hyun Joong marah besar. Namun dia tak bisa berbuat apa-apa. Geng Kim Bum begitu kuat. Uangnya juga banyak. Kim Hyun Joong tak mampu membalas. Dia sendirian.

”Kau benar-benar pengecut…. Dasar Plagiat…!!!”

Kim Hyun Joong bersimpuh tak berdaya di tanah. Ia tak mampu bangkit. Tubuh dan wajahnya babak belur. Bibirnya berdarah. Sementara Kim Bumn dan gengnya yang berjumlah lima orang mengelilingi Kim Hyun Joong yang berusaha menahan sakit.

“Kau pikir orang-orang akan percaya? Mereka tidak akan tahu. Tak ada bukti kalau itu adalah karyamu.” Kim Bum tersenyum sinis.

“Kebenaran itu akan tetap terlihat, Kim Bum.”

Kim Hyun Joong masih sanggup membalas Kim Bum dengan kata-kata pedas.

Kim Bum bertepuk tangan. Ia pun berjongkok di depan Kim Hyun Joong.

“Hebat… hebat… kata-kata seorang pahlawan. Tapi sayang, aku tidak tersentuh. Asal kau tahu, aku, Kim Bum akan tetap menjadi orang nomor satu. Dan tidak akan ada satu pun yang boleh mengambil apa yang aku punya. Termasuk kau!”

Kim Hyun Joong hanya meringis kesakitan. Hatinya penuh dengan amarah. Ia hanya mampu mengepalkan tangan untuk meredam amarahnya.

Kim Bum berkata lagi.

“Kau tidak akan bisa mengalahkanku. Sampai kapan pun.”

Kim Bum berdiri dan hendak berlalu. Namun tiba-tiba ia seolah teringat sesuatu. Dan kembali berbalik memandangi Kim Hyun Joong.

“Satu hal lagi yang harus kau tahu. Ini juga mungkin sebuah kabar buruk untukmu. Gadis yang kau suka, siapa namanya, Jung So Min? Saat ini sudah menjadi kekasihku. Tapi tenang… mungkin tidak akan bertahan lama. Jadi kau boleh ambil bekasku, bagaimana…?”

Kim Bum melemparkan selember foto di hadapan Kim Hyun Joong. Dan kemudian berlalu diikuti kelima temannya.

Kim Hyun Joong makin emosi. Rasa sakitnya kini bukan hanya di tubuh, tapi juga di hatinya, saat melihat foto yang dilemparkan Kim Bum tadi. Terlihat, Kim Bum dan Jung So Min berpelukan mesra dalam foto itu.

Tidak lama setelah kejadian itu, Kim Hyun Joong menghilang.

Ia dikabarkan telah pindah ke kota lain. Dan sejak itu, Kim Bum kembali menjadi bintang. Sekarang,... ketika semua itu telah berlalu hampir 10 tahun, tiba-tiba saja pertemuan mereka terjadi lagi. Kim So Eun ada di antara mereka berdua.

* * *

Sudah hampir setengah jam Kim Hyun Joong menunggu, belum ada tanda-tanda kemunculan Kim So Eun. Padahal acara makan malam ini sudah direncanakan jauh-jauh hari. Malam ini, acara spesial, dalam rangka ulang tahun Kim Hyun Joong. Namun, acara ini terancam gagal. Kim So Eun belum juga memperlihatkan keberadaanya. Dan saat handphone menunjukan panggilan dari nomor Kim So Eun, semakin yakinlah Kim Hyun Joong kalau acara spesialnya malam ini segera batal.

“Halo, kau dimana? Jadi kan ke sini?”

“Aku minta maaf, Oppa,” sahut suara di seberang. “Aku tidak bisa kesana. Aku benar-benar tidak bisa."

“Kenapa bisa gitu?” Kim Hyun Joong kesal.

“Sekali lagi aku minta maaf, Oppa. Aku harus menghadiri acara di rumah keluarga Kim Bum. Ayahnya juga ulang tahun. Aku baru diberitahu tadi.”

“Apa tidak bisa kau tolak?” Kim Hyun Joong makin kesal.

“Aku tidak bisa, Oppa. Aku mohon… mengertilah dengan keadaanku.”

Untuk beberapa lama Kim Hyun Joong terdiam.

“Aku bisa mengerti, Kim So Eun. Tapi kalau seperti ini terus. Aku juga tidak sanggup. Bukan sekali dua kali kau batalkan janji kita hanya karena harus mengikuti acara perjodohanmu itu.”

“Aku tidak mau kita bertengkar hanya karena masalah seperti ini.”

“Sudahlah… Terserah!”

Kim Hyun Joong langsung menutup telponnya.

Ia benar-benar marah. Ia merasa ini semua akal-akalan Kim Bum untuk berusaha merebut Kim So Eun darinya. Sejak bertemu dengan pria yang dijodohkan dengan Kim So Eun yang tak lain adalah Kim Bum, Kim Hyun Joong mulai merasa takut. Ia tahu betul siapa Kim Bum. Seorang yang ambisius, yang mau melakukan apa saja untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Mungkin ayahnya yang kaya dan berpengaruh lebih lagi dari dia.

Perasaannya menjadi tidak tenang setiap kali Kim So Eun membatalkan acara mereka berdua dengan alasan bertemu keluarga Kim Bum. Kim Hyun Joong merasa ini tidak lain hanyalah rencana Kim Bum untuk menuntaskan permusuhannya sekian tahun yang lalu kepadanya.

Kim Hyun Joong yakin, Kim Bum masih menyimpan dendam semasa SMA dulu. Bagaimana pun, popularitasnya anjlok di mata gadis-gadis dulu itu tidak lain adalah karena Kim Hyun Joong. Dan Kim Hyun Joong benar-benar harus berbuat sesuatu agar Kim So Eun tidak jatuh ke tangan Kim Bum. Dia sangat mencintai gadis itu.

Sementara itu....

Kim Bum sendiri sebenarnya tidak tahu menahu, kalau acara syukuran hari ulang tahun ayahnya ternyata berbarengan dengan acara makan malam Kim So Eun dan Kim Hyun Joong. Kim Bum masih memegang janji pada Kim So Eun untuk tidak menghalangi Kim So Eun berhubungan dengan kekasihnya, walaupun setelah mengetahui bahwa Kekasih Kim So Eun adalah Kim Hyun Joong, musuh bebuyutannya sewaktu SMA.

Seseorang bisa berubah. Dan sepuluh tahun adalah waktu yang lama.

“Kau kelihatan sedih sekali malam ini? Sedang ada masalah?”

Kim Bum menghampiri Kim So Eun yang termenung seorang diri di dekat kolam renang. Sejak kedatangannya, Kim Bum tahu pikiran Kim So Eun tidak berada di sini. Dia sudah jalan dengan ratusan gadis, dan yang seperti itu terlalu jelas kelihatan olehnya. Apalagi setelah Kim So Eun memilih menyendiri daripada ikut bergabung dengan keramaian pesta di dalam. Kim So Eun masih enggan bercerita, namun Kim Bum terus mendesaknya.

“Kita sudah berteman, bukan? Kalau memang ada masalah, ceritakan saja aku siap mendengarkan.”

“Aku bertengkar dengan Kim Hyun Joong. Seharusnya malam ini aku menemaninya makan malam, hari ini dia juga ulang tahun. Tapi ayah dan ibu memaksa aku ikut pesta ayahmu. Kim Hyun Joong benar-benar marah. Setiap kali kami buat acara berdua, selalu saja gagal. Minggu lalu, ada undangan makan malam dari ayahmu, padahal aku dan Kim Hyun Joong mau keluar nonton.”

Mereka bertatapan.

Pandangan mata Kim So Eun seperti menuduh.

”Oh, jangan melihat aku seperti itu. Tolonglah. Masalah itu,... aku benar-benar tidak tahu. Aku minta maaf. Sungguh aku benar benar tidak tahu.” Kim Bum terdengar bersungguh-sungguh.

Kim So Eun tetap diam.

”Kenapa kau tidak bilang pada Paman dan Bibi, kalau kau punya acara dengan Kim Hyun Joong, Kim So Eun?”

“Mereka bisa marah besar, kalau tahu aku masih dekat dengan Kim Hyun Joong.”

“Orang tuamu tidak suka dengan Kim Hyun Joong?”

“Sangat.”

“Kenapa? Alasannya?” Kim Bum penasaran

“Mereka tidak suka Kim Hyun Joong, karena dia hanya seorang fotografer. Ayahnya juga sekedar orang biasa. Kata mereka, masa depannya tidak jelas. Gajinya kecil, keluarganya miskin. Mereka lebih suka aku berpacaran dengan pria sepertimu. Seorang manejer atau eksekuti muda lainnya. Dan ayahmu, siapa yang tidak segan pada ayahmu?"

"Karena soal itu?" Kim Bum bergumam.

"Kim Hyun Joong juga terlalu idealis. Padahal banyak tawaran pekerjaan untuk menjadi lebih dari seorang fotografer, tapi ia menolak. Alasannya, dia tidak suka dengan suasana kerjanya. Walaupun gajinya besar. Dia lebih suka di tempat yang bisa ia nikmati. Salah satunya sebagai fotografer.”

Kim Bum berniat hanya diam mendengarkan. Ia pikir Kim So Eun saat ini hanya butuh tempat untuk mengeluarkan unek-uneknya. Namun ternyata Kim So Eun juga minta pendapat Kim Bum.

“Menurutmu aku harus bagaimana?”

Kim Bum gelagapan.

“Tentang masalah yang mana dulu? Yang malam ini atau kelanjutan hubungannmu dengan Kim Hyun Joong?”

”Yang malam ini…?”

“Yang pasti kau harus minta maaf dan menjelaskan semuanya padanya. Atau kau mau menyusul ke tempat dia sekarang. Aku siap mengantarkan.”

“Dia pasti sudah pergi. Kau benar, aku harus minta maaf.”

Kim Bum tersenyum. Sekilas nampak seolah senyuman licik. Rasa penasaran sisa sepuluh tahun yang lalu itu masih ada. Bukannya dia jahat. Tapi jujur, ia menyukai ini. Tanpa perlu bersusah payah, hubungan Kim So Eun dan Kim Hyun Joong mulai renggang. Oh, tapi ini baru masalah kecil. Kim So Eun dan Kim Hyun Joong tentunya tidak akan berpisah hanya karena masalah seperti ini. Kim Bum harus terus menunggu dan bersabar. Karena dalam permainan ini, ia akan menang kalau bisa menaklukan hati Kim So Eun. Dengan sendirinya Kim Hyun Joong akan kalah.

Kim So Eun tidak terlalu memperhatikan senyum kepuasan di wajah Kim Bum. Kim So Eun sibuk memikirkan Kim Hyun Joong.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...