Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Sabtu, 02 Juli 2011

Pura-Pura Cinta (Chapter 8-Tamat)



Chapter 8
Waktu Telah Menjawabnya

Kim Bum memasuki halaman rumah Jung So Min dan melihat Jung So Min menunggunya di teras rumah.

Begitu mendapat telepon dari Jung So Min, ia langsung bergegas datang. Dan tidak menghiraukan pesan adiknya yang mengatakan kalau Kim So Eun ingin bertemu dengannya.

“Hai,…sudah lama menunggu!” sapa Kim Bum, langsung duduk di samping Jung So Min.

“Kenapa Kau tega membohongiku?”

Jung So Min tanpa basa-basi langsung ke pokok persoalan.

“A…Aku…”

“Kau tega mempermainkanku dan Kim So Eun. Kenapa harus kau jadikan Kim So Eun pacar pura-puramu? Supaya aku mau kembali padamu? Kau tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Hancur Kim Bum!” Jung So Min memotong.

“Dia tidak menyukaiku…”

“Kau yang tidak mau mencoba! Kau begitu terobsesinya denganku, sampai buta untuk menyadari cintamu sendiri.”

“Tahu apa kau soal cinta? Tahu apa soal perasaanku? Kau pikir mudah untuk mencoba cinta dengan orang lain sementara yang ada di pikiranku hanya dirimu?”

Kim Bum berdiri menjauh dan membelakangi Jung So Min. Kini giliran dia yang mengeluarkan semua unek-uneknya, semua kekesalan hatinya.

“Kau paksa aku untuk membuka hati untuk orang lain, tapi kau tidak pernah membuka hatimu untukku. Ini tidak adil.” Suara Kim Bum sendu....

“Entahlah, Kim Bum!” Jung So Min melunak “ Aku sendiri bingung. Apa yang terjadi di antara kita? Aku berusaha supaya kau dan Kim So Eun bisa saling mencintai, tapi yang terjadi kau tidak berhenti mengejarku. Dan Kim So Eun, berusaha mati-matian menahan sakit hatinya hanya demi melihat kau bahagia. Siapa sebenarnya yang salah dengan semua ini? Aku bingung.”

Mereka terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing, berusaha menjawab semua teka-teki lingkaran cinta yang aneh ini. Ada apa sebenarnya dengan hati mereka sendiri? Bahkan jawaban yang dari hati, yang katanya selalu benar, terdengar membingungkan.

Kim Bum merasakan Jung So Min mendekatinya.

“Aku ingin kau kembali pada Kim So Eun lagi, Kim Bum. Sebagai pacar sungguhan. Aku mohon….”

Jung So Min memandang Kim Bum dengan air mata berlinang.

Kim Bum berbalik menatapnya, mencari ketulusan dari kata-kata Jung So Min barusan.

“Aku mohon.…”

Jung So Min mengatupkan kedua tangannya ke dada, benar-benar bersikap memohon. Sangat memohon.

Kim Bum tidak tahan melihat Jung So Min menangis. Dan saat itulah dia melihat sesuatu di mata Jung So Min. Ketulusan.

Kini Kim Bum sadar siapa sebenarnya yang bisa dia cintai.

Jawaban hatinya kini telah pasti. Diraihnya pundak Jung So Min.

Di kejauhan, seseorang berderai air mata melihat kejadian itu. Walaupun tidak benar-benar mendengar apa yang mereka perbincangkan, jelaslah sudah. Hatinya telah merasa kalah.

* * *

Pagi-pagi Kim Bum sudah berada di rumah Kim So Eun.

Dia tidak sabar ingin segera mengatakan kabar bahagia ini.

Dia ingin Kim So Eun secepatnya mengetahui siapa sebenarnya orang yang akan ia cintai. Dan orang itu adalah Kim So Eun....

Sejak melihat ketulusan di mata Jung So Min untuk memintanya mencintai Kim So Eun, di situlah dia sadar. Perasaannya terhadap Jung So Min selama ini hanyalah obsesi kosong belaka. Itu hanyalah sebuah keinginan untuk mengetahui apakah Jung So Min mencintainya atau tidak. Selama ini,... hati Kim Bum dihadapkan untuk memiliki Jung So Min atau membalas cinta Kim So Eun. Jujur, bila dipikirkan benar, dia memiliki perasaan yang sama saat berdua dengan mereka. Rasa rindu yang sama untuk mereka berdua. Dan perasaan itu begitu kuat menderanya ketika berpikir tentang Jung So Min. Ingin sekali dia mengetahui perasaan Jung So Min yang sebenarnya, sampai dirinya tidak menggubris rasa-rasa aneh yang timbul saat dia bersama Kim So Eun.

Dan jelaslah semalam, cinta itu tidak ada untuknya.... Dan anehnya dia justru merasa lega. Seolah terlepaslah semua kebingungan yang mengurungnya. Dan malam itu dia tahu dia mencintai Kim So Eun. Maka dirangkulnya Jung So Min sebagai wujud terima kasihnya. Dan semalam itu pulalah ia menjelaskan semua yang ia rasakan kepada Jung So Min. Dan kini giliran Kim So Eun yang harus tahu.

Sayang,... saat Kim Bum menanyakan keberadaan Kim So Eun, jawaban mengejutkan yang di dapatnya. Kim So Eun telah pergi ke luar kota. Subuh tadi dia sudah berangkat ke bandara. Oh, Tuhan, kenapa lagi cinta itu pergi? Kenapa dirinya tidak pernah memiliki orang-orang yang disayangi? Batin Kim Bum menjerit.

Kim Bum bergegas mengambil kendaraannya, dan melajukan sekencang-kencangnya. Dia masih berharap, pesawat yang membawa Kim So Eun belum berangkat. Ternyata harapannya sia-sia.

Setibanya di bandara, petugas mengatakan kalau pesawat yang berangkat pagi telah berangkat sejam yang lalu. Sepertinya ini terlambat. Sebenarnya tidak akan menyakitkan kalau Kim So Eun hanya sekedar pergi belibur, toh dia bisa menunggu Kim So Eun kembali. Tapi kata orang rumahnya tadi, Kim So Eun pergi untuk seterusnya, alias tidak untuk kembali lagi.

Kim Bum melangkah gontai, dan terduduk lesu di bangku ruang tunggu.

Kini sepertinya cintanya benar-benar hilang. Mengapa selalu seperti ini?

“Tuhan, apakah ini karma untukku?” bisiknya lirih.

Kim Bum terlalu larut dalam kesedihannya, sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang di sampingnya.

“Mau berangkat ke mana, Tuan?” ujar orang di sampingnya, seorang gadis.

Kim Bum hanya menggeleng. Tanpa menoleh.

“Menunggu seseorang ya?” tanya gadis itu lagi.

Kim Bum mulai kesal. Ia sedang malas untuk berbicara dengan siapa pun saat ini. Dia ingin sendiri.

“Aku… mm, oh?!! Kim So Eun…!” seru Kim Bum begitu melihat gadis yang mengajaknya bicara dari tadi.

Kim So Eun tersenyum lucu.

“Kau benar-benar Kim So Eun…? Bagaimana bisa? Bukannya…?”

Belum selesai keterkejutannya, dan belum sempat Kim So Eun menjelaskan, terdengar suara tawa tertahan dari deret belakang bangku Kim Bum. Jung So Min dan Baek Suzy. Mereka menutup mulut mereka hingga tawanya tidak terdengar keras. Mengertilah Kim Bum sekarang kalau dia telah dikerjai oleh ketiga gadis ini.

“Dasar! Kalian semua mengerjaiku!” umpat Kim Bum sambil geleng-geleng kepala.

“Maafkan aku, Kim Bum. Ini semua idenya Jung So Min. Semalam dia sudah menceritakan semuanya. Mulanya aku memang berniat akan pergi, tapi Jung So Min bilang… aku akan menyesal kalau jadi berangkat.”

“Bukan hanya kau yang akan menyesal, aku juga.”

“Kau serius?”

“Kalau aku cuma main-main, untuk apa datang ke sini dengan kecepatan 100 km/jam.”

Kim So Eun tersenyum.

“Maaf, aku terlambat menyadari perasaanku yang sebenarnya. Maaf juga sudah membuatmu menderita selama ini. Dan maaf….”

Belum selesai penjelasan Kim Bum, Kim So Eun sudah menempelkan telunjuknya ke bibir Kim Bum. Kim Bum terdiam.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Tidak perlu ada penyesalan. Aku sudah bahagia dengan semua ini. Dan saat ini adalah saat yang paling bahagia. Aku mohon, jangan dirusak dengan penyesalan. Kita mulai dengan kisah yang baru.”

Kim Bum dan Kim So Eun saling berpandangan, menatap ke dalam mata masing-masing, mencoba menyelami hati, dan tak ada lagi kata-kata. Hati saling bicara, dan mereka telah saling mengerti.

“Hei… dilarang ciuman di tempat umum!”

Teriakan Baek Suzy membuat mereka terjaga. Kaget. Beberapa orang pengunjung menoleh ke arah Kim Bum dan Kim So Eun yang saling berpegangan tangan, melihat mereka bertukar senyum penuh arti. Kim Bum dan Kim So Eun salah tingkah. Wajah keduanya memerah.

“Dasar anak kecil…” seru Kim Bum dan mulai mengejar Baek Suzy. Mereka berkejar-kejaran layaknya anak TK. Jung So Min menghampiri Kim So Eun dan memeluknya.

Waktu telah menjawabnya.

Jung So Min pergi secara tiba-tiba.

Begitu wisuda selesai, dia pergi, hanya menitipkan surat untuk Kim Bum dan Kim So Eun. Mereka membacanya berdua.

Dear, pasangan ideal….

Maaf Aku tidak pamitan dengan kalian. SUPRISE! Kalian suka kejutan kan? Giliran Aku yang memberikan kejutan pada kalian, karena kalian sudah membuat kejutan dengan acara pertunangan kalian yang tiba-tiba bulan lalu.

Jangan GR dulu ya.

Aku pergi bukan karena cemburu dengan kalian. Aku dapat beasiswa master di Amerika. (Jangan iri), makanya aku secepatnya berangkat untuk mengurus semua keperluan.

Terima kasih banyak ya, sudah membuat kenangan indah dihidupku selama ini.

Aku tidak akan lupa. Tapi janjilah, jangan lupakan aku juga. Aku pasti merindukan kalian di sini. Tapi it's okay. Mungkin aku akan cari pacar bule, hehehe... Doakan aku ya. Amin.

Kim So Eun, yang akur ya, jaga Kim Bum, kalau-kalau sifat playboy-nya kumat lagi. Dan Kim Bum, ingatkan Kim So Eun untuk rajin makan.

Salam sayang dari gadis tercantik,
JUNG SO MIN

Nb : ingat kalau menikah jangan lupa mengundangku. AWAS KALAU TIDAK!


Tamat
Copyright Sweety Qliquers

2 komentar:

  1. annyeong author...!!!

    as ussually ur story so great..i like it..

    tapi menurut saya chemistry antra kim bum dan soeun kurang jadi pas kim bum lebih memilih soeun sedikit terlihat agak mendadak...

    ditunggu cerita yg laiinya ^^

    BalasHapus
  2. hmmmmm..NtaH napa AQ gak suka Jung So Min..(gara2 mikiR PlayFuL Kiss yg GaJE!hahahah)..Gak Suka Kedua ma Park Shin Hye...Gak Tau DOsa Apa mreka padaQ, tp Gak "NGEH" liadnya,(Jd CurHat)..!BaLIk ke FF, crita mu kata2nya DaLem..mgkin itu yg MaKe difereNt ma FF Laen..I Think nie dah Bahasa NoVeL Not FF,hahaha..Tp its Great..
    "Yg JeLas bcoZ AQ Bumsso akud sejati, AQ bkaL jd reader di Bagian FF mreka..ehehehe", Tak pe Lah ya??..skian & tengkyu

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...