Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Senin, 06 Juni 2011

Soulmate (Chapter 5)



Lima tahun kemudian…
“Kau sakit, ya?” Jung So Min memasukkan barang-barangnya ke dalam tas, sambil memandang Kim So Eun dengan khawatir.

“Tidak, hanya kurang tidur,” Kim So Eun menjawab malas. “Mau pergi ke mana?”

“Pulang. Aku capek sekali,” Jung So Min melambaikan tangannya.

Kim So Eun membalas tanpa menoleh.

“Mau pulang, Kim So Eun?” tiba-tiba Lee Min Ho sudah berdiri di depannya. “Mau pulang bersamaku?”

“Aku mau ke....”

“Aku antar,” Lee Min Ho memotong cepat. “Kau tidak bawa mobil, ‘kan?”

“Iya. Tapi, aku ditunggu Jung So Min di bawah.”

“Ya. Sudah.” Lee Min Ho mundur. “Hati-hati, ya.”

“Terima Kasih.”

Kim So Eun menarik napas, memerhatikan punggung jangkung Lee Min Ho meninggalkannya. Dia begitu baik padaku. Tapi, aku mencintai Kim Bum.

Kim So Eun masuk mobil Jung So Min dan memasang sabuk pengaman. “Antarkan aku ke toko buku terdekat, Jung So Min.”

“Baik, Tuan Putri.”

Jung So Min melambaikan tangan pada Lee Min Ho yang berdiri di lobi kantor, sepertinya ingin memastikan bahwa Kim So Eun tidak berbohong.

“Sebaiknya aku pulang saja. Pusing sekali.”

Kim So Eun membelokkan rencananya.

“Kurasa Lee Min Ho orang yang cukup layak untukmu,” Jung So Min berkomentar, sambil memutar arah menuju apartemen Kim So Eun. “Tampan, cerdas, dan kaya.”

“No comment,” Kim So Eun menjawab sambil menurunkan sandaran. “Bangunkan aku, kalau sudah sampai rumahku.”

“Kau yang menumpang, kenapa, jadi aku yang repot? Ha...ha...ha.... Masih memikirkan pria rahasia itu?”

“Jangan memulai.” Kim So Eun menutup wajahnya dengan saputangan.

“Ia semakin sukses.” Jung So Min mengambil surat kabar di dashboard. “Dia menguasai semua proyek raksasa di Korea. Lihat ini.”

Kim So Eun melihat ke koran yang belum sempat dibacanya. Gambar Kim Bum sedang bersalaman dengan salah satu menteri, sambil memamerkan senyumnya yang khas.

“Ia tahu betul harus menikahi siapa. Mertuanya membawanya menjadi kontraktor paling hebat di negeri ini.”

Kim So Eun membaca beritanya sekilas dan melipatnya lagi.

“Aku heran, bagaimana kau bisa menjadi simpanannya?”

“Jangan asal bicara. Aku bukan simpanan.”

Kim So Eun mengambil ponselnya yang bergetar lalu mematikannya. ”Lee Min Ho.”

“Kurasa, dia jatuh cinta padamu. Kenapa kau tidak berpacaran saja dengan Lee Min Ho?”

“Karena, aku memang tidak ingin berpacaran.”

“Atau, karena pria rahasiamu itu? Kau yakin akan menunggunya sampai tua? Itu pun kalau dia masih ingat padamu....”

“Kau lapar?” Kim So Eun memutuskan pembicaraan.

Jung So Min tertawa keras. “Ada restoran Prancis yang baru buka dekat tempatmu. Mau coba?”

“Boleh juga,” Kim So Eun menjawab sambil mengambil dompetnya. “Kau yang bayar, ‘kan?”

Jung So Min tertawa lagi, membelokkan mobilnya, masuk parkir gedung berlantai tiga puluh dua itu.

Kim So Eun duduk sambil membaca memo, menunggu Jung So Min keluar toilet. Kebiasaan Jung So Min setiap naik lift lebih dari sepuluh lantai.

“Nn. Kim So Eun?” seseorang dengan seragam safari berdiri di depannya.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...