Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Kamis, 24 Maret 2011

Thank You (Chapter 1)


Donghae tertegun saat melihat beberapa puisi yang tertulis di belakang buku catatan Biologi milik Han Hyo Joo. Sebenarnya dia hanya iseng, sekedar mengecek, apakah hampir semua siswa, termasuk dirinya, dan Han Hyo Joo punya hobi mencoret-coret kertas di belakang buku tulis? Hmm… ternyata gadis pintar seperti Han Hyo Joo juga punya hobi yang sama dengan Donghae, membuat coretan di bagian belakang buku tulis. Bedanya, coret-coretan Han Hyo Joo berupa puisi. Sementara Donghae, corat-coretannya tidak jelas.

“Ck… ck!!! Han Hyo Joo puitis juga…” gumam pemuda yang cara berpakaiannya perlu sedikit bantuan seorang stylist itu. Berantakan, baju suka dikeluarkan, kadang lengannya digulung, kelihatan seperti anak yang kurang disiplin. Donghae tersenyum.
Selesai menyalin catatan Biologi dari buku Han Hyo Joo, Donghae langsung mengambrukkan tubuhnya di atas bed cover Manchester United yang menutupi spring bed-nya yang empuk.

Donghae meraih handphone-nya dan mencari menu music player. Dia memasang headset. Tidak menyangka, Han Hyo Joo, anak baru yang terkenal culun di sekolah karena gaya pakaiannya yang serba kebesaran, rambut dikepang dua mirip gadis dari kampung itu, bisa puitis sekali. Gumam batin Donghae seraya membayangkan wajah Han Hyo Joo yang pemalu.

Walaupun Han Hyo Joo terlihat culun, aku bisa melihat kecantikannya. Matanya indah dengan bulu mata yang lentik panjang, hidungnya mancung, bibirnya tipisnya berwarna pink segar, Han Hyo Joo itu sebenarnya cantik. Dari puisinya, aku juga yakin kalau itu adalah lukisan tentang perasaannya yang selalu kesepian.

Kasihan Han Hyo Joo, belum ada teman-teman perempuan yang mau mendekatinya. Kebanyakan, mereka malu kalau jalan bersama Han Hyo Joo. Salah Han Hyo Joo juga, sudah tahu sekolah kita itu sekolah elit, pusatnya anak-anak gaul dan kaya, masa' gaya berpakaian seragam sekolahnya tidak mengikuti standar gaul disini?

Ibarat kata, Han Hyo Joo itu seperti telur puyuh di antara telur ayam kampung. Belang-belang di antara yang putih bersih. He... he… he… apa coba? Gumam batin Donghae lagi seraya membolak-balikan tubuhnya dan cengengesan.

Malam telah sempurna dan jam di dinding kamar Donghae juga sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat lima belas menit. Mata Donghae yang sudah lima watt itu pun akhirnya terpejam dan lelap.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...