Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Selasa, 13 September 2011

Orang Berwajah Sama (Chapter 1)



Chapter 1
Bukan Mimpi


Hari sudah di ambang petang. Kim Bum menguak pintu gerbang dari besi di sebuah rumah tua. Jalan setapak berbatu kerikil membelah halaman luas dengan banyak tanaman yang tumbuh tak beraturan.

"Kiranya ini rumah yang dimaksud," gumamnya sembari memperhatikan gambar petunjuk dalam kertas tadi. Ia masih termangu ketika suara dari dalam rumah itu tiba-tiba menyapanya. "Oh, Tuan Muda Kim Sang Bum! Silakan masuk!" sapa seorang perempuan.

"Akhirnya Tuan datang juga," kata perempuan itu dengan mata berkaca-kaca.

"Duduklah dulu! Nn. Kim So Eun sedang tidur. Saya tidak berani membangunkan, sebab beberapa hari ini penyakitnya kambuh lagi."

Sandiwara apa pula ini? Kim Bum merasa heran, sejak lahir sampai kini tak pernah sekalipun ia punya nama lain, sekalipun nama samaran untuk gagah-gagahan.

Belum habis keheranannya, perempuan itu datang membawakan segelas air jeruk dingin. Diteguknya minuman itu, setelah perempuan itu meninggalkan dirinya.

Ketika hendak membuka kembali tasnya untuk memastikan isi pesan dalam kertas itu, perempuan itu muncul lagi. "Nn. Kim So Eun belum bangun. Tapi nona sudah berpesan untuk menyiapkan makan malam dan kamar untuk Tuan Muda."

Kim Bum hanya bisa menjawab dengan senyum yang dipaksakan.

Kamar di lantai tiga itu sungguh terasa mewah untuknya. Meski tubuhnya letih, Kim Bum tidak bisa cepat tertidur. Pikirannya terus melayang, mencoba memahami peristiwa "aneh" yang terus mengiringinya sejak siang hingga malam ini.

Karena baru bisa terlelap setelah lewat tengah malam, Kim Bum bangun kesiangan. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 08.35. "Ini namanya gembel jadi raja," batinnya ketika menyaksikan hidangan sarapan berupa beberapa iris roti panggang berisi daging asap plus apel. Namun, Kim Bum ingat pepatah, sepandai-pandai menyimpan bangkai, baunya toh akan tercium juga. Itu yang dia khawatirkan.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...