Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Rabu, 14 September 2011

Gosip (Chapter 5)



Chapter 5
Kuncinya, Sedotan


Sekitar pukul 12.00 Officer Park Shi Hoo dan dua anak buahnya mendatangi sebuah apotek, sesuai petunjuk Kim Soo Hyun. Sesudah mengenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya, seorang asisten apoteker mencari arsip resep dari tanggal dimaksud.

"Benar, Tuan. Ini resep dari dokter Kang Ji Hwan untuk Tn. Kim Bum. Selain vitamin juga obat tidur. Saya kira Tn. Kim Bum menderita insomnia, sebab sering mengambil obat seperti ini di sini."

Esoknya Kim Bum tampak tenang ketika memasuki ruangan Officer Park Shi Hoo.

"Tn. Kim Bum, langsung ke pokok persoalan, yakni kematian Kim So Eun. Di mana Anda pada Selasa malam, ketika Kim So Eun meninggal?"

"Di rumah. Kim Soo Hyun saksinya. Saya harus di rumah, sebab istri dan pembantu saya pergi ke rumah mertua."

"Benarkah? Tn. Song Chang Ui pemilik kontrakan mengatakan, sekitar pukul sepuluh atau sebelas malam ada tamu laki-laki mencari Kim So Eun. Apa itu bukan Anda?" pancing Officer Park Shi Hoo.

"Itu bohong. Tidak ada bukti dan saksi bahwa saya berada di sana," elaknya.

"Bukti ada, Tuan, saksinya juga ada," Officer Park Shi Hoo tersenyum kalem. Officer Park Shi Hoo kemudian mengambil beberapa pil tidur dari laci mejanya.

"Pil tidur ini merek dan asal apoteknya persis seperti yang Anda dapatkan dari dokter Kang Ji Hwan. Begitu dicampur dengan susu cokelat dari merek yang sama, menurut dr. Song Seung Hun, formulanya pun persis seperti formula susu cokelat yang diminum Kim So Eun. Begitu korban tak sadarkan diri, Anda membekapnya dengan bantal kursi sampai korban kehabisan napas.

"Seminggu sebelumnya, Anda memberikan sebuah kaus untuk Kim Soo Hyun, tetapi salah satu kancingnya lebih dahulu Anda lepaskan. Sebelum Anda pergi, Anda taruh kancing ini di dada Kim So Eun. Untuk mengelabui petugas, Anda mengacak-acak isi lemari, mengesankan terjadi perampokan," kata Officer Park Shi Hoo sambil meletakkan kancing bermerek di meja.

"Itu semua bukan bukti yang menunjukkan kalau saya pelakunya. Apakah ada bukti lain, misalnya sidik jari, sebagai petunjuk bahwa saya pernah berada di rumah Kim So Eun. Pil tidur semacam itu banyak dijual di pinggir jalan, demikian pula minumannya. Kaus bermerek seperti itu juga banyak dijual di toko terkenal," jawabnya tenang.

"Pelakunya memang pintar. Sidik jari di lemari dan pegangannya, sudah dihapus sebelum ia meninggalkan TKP. Tetapi kalau di kotak minuman, sidik jari itu memang milik Kim Soo Hyun."

"Itu sudah jelas, berarti pelakunya bukan saya?"

"Nanti dulu, saya masih punya bukti lain yang menunjukkan bahwa malam itu Anda benar-benar di rumah Kim So Eun," pancing Officer Park Shi Hoo.

"Silakan saja," tantangnya.

"Kalau begitu, tulis pernyataan di sini. Isinya akan saya eja," Officer Park Shi Hoo menyodorkan kertas putih dan sebuah bolpen. Setelah selesai, kertas dan bolpen diminta kembali. "Sidik jari di karton susu memang bukan milik Anda. Tetapi Anda lupa, ada sidik jari di sedotan susu. Saya rasa persis seperti sidik jari di bolpen yang baru saja Anda pakai untuk menulis," tegas Officer Park Shi Hoo.

Wajah Kim Bum mendadak pucat. Keringat dingin membanjiri tubuhnya.

"Ada yang lebih mengerikan, Tn. Kim Bum, inilah hasil dari perbuatan si pembunuh!"

Officer Park Shi Hoo bersuara keras sambil mengeluarkan selembar foto berwarna berukuran besar, foto jenazah Kim So Eun.

Kim Bum tak mampu mengendalikan dirinya, ia tampak gemetar. "Cukup, Tuan, cukup. Saya mengakui semuanya. Saya yang membunuh Kim So Eun, juga yang mencelakai Ok Taecyeon," katanya sambil menutup wajah.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...