Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Jumat, 14 Januari 2011

Disasters Beautiful Mistress (Chapter 5)


Merasa dihina Song Joong Ki semula hendak membentak marah. Tapi sewaktu dia berpaling dan melihat siapa adanya orang yang barusan datang itu langsung saja dia tegak dengan sikap hormat.

“Ah, kiranya orang itu Lee Eunhyuk tokoh kelas satu bergelar Ksatria Tongkat Dari Selatan!”

Orang yang ditegur batuk-batuk beberapa kali. Dia berdiri dengan tangan kiri berkacak pinggang sedang tangan kanan menimang-nimang sebuah tongkat bamboo sepanjang tujuh jengkal. Tongkat bambu ini berwarna kuning dan besarnya hanya sejari telunjuk.

Diam-diam Song Joong Ki merasa gembira. Dalam keadaan seperti iu siapa yang tidak senang melihat munculnya kawan sendiri. Ksatria Tongkat adalah tokoh ksatria istana pertama dan merupakan orang ketiga dari kepala prajurit istana.

“Melihat pada senjata yang ada di tangannya aku sudah bisa meraba.” Sahut ksatria Tongkat seraya timang-timang tongkat bambu halus yang ada di tangan kanannya. “Bukankah dia Shin Min Ah, orang yang harus ditangkap hidup atau mati?”

“Betul sekali Lee Eunhyuk. Aku dan saudara-saudaraku berhasil menemukan tempat kediaman gurunya di teluk. Master Jang Hyuk telah kami bunuh walau untuk itu adikku – Choi Siwon terpaksa menemui kematian pula. Dan barusan adikku yang lain yaitu Cho Kyuhyun menemui ajal di tangan gadis ini!”

“Sungguh malang nasibmu Song Joong Ki. Kehilangan dua saudara dalam satu malam. Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang…..?”

Song Joong Ki terkesiap. Tak dapat dia menjawab pertanyaan Ksatria Tongkat itu.

“Kau ingin menangkap Shin Min AH hidup atau mati, tetapi tak mampu. Betul begitu kan?”

Paras Song Joong Ki berubah kemerahan. Dia batuk-batuk beberapa kali sekedar menghilangkan rasa malu dan penasaran. Tapi otaknya sangat cerdik. Dia cepatmenjawab.

“Siapa bilang aku tak dapat menangkap Shin Min Ah? Dengan bantuan tokoh sehebatmu pasti itu bisa dilakukan! Bukankah ini tugas semua para prajurit istana?”

Ksatria Tongkat alias Lee Eunhyuk tertawa mengekeh. Dia tahu betul. Diantara tiga kakak beradik ksatria hitam istana itu, Song Joong Ki adalah yang paling lihai kepandaiannya tapi juga paling cerdik dan licin.

Sambil ketuk-ketukkan tongkatnya ke tanah pematang sawah sang ksatria tongkat menjawab “Kalau cuma bocah cilik seperti gadis itu mengapa harus kita berdua Song Joong Ki. Kau menyingkirlah. Biar aku sendiri yang membereskannya. Tapi ingat satu hal….!”

“Hal apakah itu, Lee Eunhyuk?” tanya Song Joong Ki tak enak.

“Pada saat aku berhasil menangkap gadis itu hidup-hidup lalu membawanya ke hadapan Baginda raja di istana, sekali-kali kau jangan mempunyai perasaan bahwa kau ikut andil dalam kerja besar menangkap anak pemberontak ini…..”

“Apa Maksudmu Lee Eunhyuk….?”

“Maksudku jelas! Kau tak akan menerima pahala apa-apa…..!”

“Tapi…..”

“Tutup mulutmu Song Joong Ki! Jangan sampai aku mengusirmu dari tempat ini!” bentak Ksatria Tongkat.

“Lee Eunhyuk! Kita sama-sama orang dalam istana. Kenapa kau bicara seperti itu? soal pahala, Baginda Raja nanti yang akan memutuskan. Baginda Raja seorang bijaksana. Bagaimanapun dia tentu tahu dan tak akan melupakan jasa para pembantunya!”

“Begitu…..?” ujar Ksatria Tongkat menyeringai. Kembali dia ketuk-ketukkan tongkatnya ke tanah. Setiap dia membuat ketukan, Shin Min Ah yang berdiri beberapa langkah dari hadapannya merasakan tanah pesawahan itu seperti bergetar. Getaran itu menjalar ke kedua kakinya, terasa aneh seperti hendak melumpuhkan. Cepat sang dara ini kuatkan hati dan kerahkan tenaga dalam. Tadi dia telah mendengar Song Joong Ki menyebut orang yang mengenaikan pakaian berwarana cokelat muda itu sebagai tokoh kelas satu istana. Berarti dia berhadapan dengan seorang berkepandaian tinggi luar biasa. Hatinya merasa tidak enak. Tapi tidak enak berarti takut. Dengan tenang gadis itu tetap menunggu di tempatnya.

“Bocah cilik. Aku berbaik hati memberikan pilihan padamu. Menyerah secara baik-baik dan kubawa ke Daehan Minguk atau kugebuk dulu baru mau ikut…..!”

Shin Min Ah sunggingkan senyum mengenjek. Lalu gadis ini menjawab. “Manusia bertongkat! Jika kau tadi sudah tahu namaku berarti kau sudah tahu berhadapan dengan siapa. Seharusnya kau dan juga monyet satu itu berlutut memberi hormat. Karena akulah pewaris tunggal dan syah dari tahta kerajaan yang dirampas oleh tuan besarmu yang sekarang berkuasa di Daehan Minguk itu!”

“Gadis lancang tak tahu diri!” bentak Song Joong Ki. Sedangkan Ksatria Tongkat Dari Selatan tampak terkesiap mendengar ucapan Shin Min Ah. Namun kemudian terdengar suara tawanya mengekeh.

“Malam hampir pagi….” Kata Lee Eunhyuk (Ksatria tongkat) pula. “Dan kau masih larut dalam mimpi Shin Min Ah! Nah serahkanlah dirimu baik-baik tanpa perlawanan!”

“Siapa sudi menyerah! Kalau kau memang punya nama besar tangkaplah diriku!”

Habis berkata begitu Shin Min Ah sebatkan Pedang Choishinsei di tangan kanannya ke depan. Sinar merah menyambar disertai terpaan hawa panas. Ksatria Tongkat Dari Selatan yang maklum kehebatan senjata di tangan sang dara bersurut mundur.

“Ha….ha! Malam ini aku berkesempatan membuat dua jasa besar bagi kerajaan. Pertama menangkap anak pemberontak, kedua merampas Pedang Choshinsei!”

“Ternyata kau yang mimpi Lee Eunhyuk sang ksatria tongkat pengkhianat! Kau inginkan pedang ini, ambillah!” seru Shin Min Ah ditutup dengan sambaran sinar merah dari bawah ke kiri ke atas kanan. Hawa panas menebar menggidikkan.

Untuk kedua kalinya Ksatria Tongkat Dari Selatan menghindar cepat. Hanya kali ini sambil mengelak selamatkan perut dan dadanya dari sambaran pedang sakti sang ksatria tongkat yang merupakan orang ketiga teratas dalam barisan prajurit istana, dia sekaligus putar tongkat bambu kuningnya yang halus. Benda itu seperti berubah menjadi tujuh batang disertai suara bersiur aneh, sangat cepat menyambar ke arah Pedang Choishinsei.

Shin Min Ah yang percaya penuh akan kehebatan senjata di tangannya, apalagi hanya menghadapi sebatang tongkat bambu, putar pergelangan tangannya. Ujung pedang laksana kilat menusuk tenggorokan Ksatria Tongkat. Yang diserang tampak tenang. Kaki kanannya melangkah ke depan. Tubuhnya dimiringkan ke belakang. Tongkatnya melesat ke atas dan cepat sekali tahu-tahu sudah menempel di badan pedang.

“Lepas!” terdengar seruan sang Ksatria Tongkat. Tangannya yang memegang tongkat disentakkan ke belakang.

Shin Min Ah berseru kaget. Tangan kanannya terasa seperti kesemutan. Jari-jarinya menggeletar membuat genggamannya pada hulu pedang mengendur. Sementara itu ujung tongkat lawan terasa seperti merekat badan pedang. Ketika tongkat disentakkan, tak ampun lagi Pedang Choishinsei ikut terpental dan melayang ke udara.

Ksatria Tongkat tertawa mengekeh.

Song Joong Ki bertepuk tangan karena kagum.

Shin Min Ah kembali berteriak. Tapi dia cepat sadar tanggap dan melompat ke udara untuk menjemput pedangnya. Hanya saja gerakannya kalah cepat dengan lompatan Ksatria Tongkat. Sang lawan telah lebih dahulu melesat ke udara dan tangan kanannya cepat sekali menyambar ke arah hulu pedang. Tapi sebelum tangan itu sempat menyentuh Pedang Choishinsei, satu siulan menggema di langit malam. Dan sebuah tangan tahu-tahu berkelebat lebih cepat, memapas senjata sakti itu dari sergapan Shin Min Ah maupun Ksatria Tongkat.

Dan bukan itu saja. Gerakan sosok tubuh yang tahu-tahu muncul di tempat itu membuat Shin Min Ah terpental ke tanah sedang sang Ksatria Tongkat terhuyung empat langkah!

“Keparat!” teriak Ksatria Tongkat marah. “Siapa berani mencampuri urusan orang?!”

Dia hantamkan tongkatnya ke tanah. Tapi hanya mengenai tampat kosong!

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...