Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Jumat, 14 Januari 2011

Disasters Beautiful Mistress (Chapter 4)


“Jahanam keparat!” bentak Cho Kyuhyun marah. “Kau apakan saudaraku!” Lalu diapun cabut pedang mata dua dari pinggang, langsung membacok ke bawah. Bagian tajam pedang hanya menghantam lumpur pematang sawah karena orang yang dibacok dengan gerakan luar biasa telah lebih dulu melompat dan kini tegak dengan memasang kuda-kuda kukuh.

“Bangsat! Katakan siapa kau sebenarnya!” hardik Song Joong Ki. Rahangnya bertonjolan sedang kedua pelipisnya bergerak-gerak saking geramnya.

Pemuda yang ditanya tak menjawab ataupun bergerak. Dia tetap tegak memasang kuda-kuda. Memperhatikan kedudukan kuda-kuda si pemuda. Cho Kyuhyun berbisik pada saudaranya “Jelas keparat ini memiliki kepandaian bela diri. Aku curiga jangan-jangan dia orang yang kita cari-cari! Lihat saja wajah dan kulitnya seperti perempuan. Kalau tidak menyembunyikan sesuatu mengapa tadi dia memakai kumis palsu!”

“Akupun menduga demikian,” balas berbisik Song Joong Ki. “Biar kita lihat apa dia betul seorang pemuda, atau perempuan, ataupun banci!”

Habis berkata begitu Song Joong Ki tusukkan pedang di tangan kanannya ke arah dada pemuda di hadapannya. Gerakannya ini sebenarnya hanyalah tipuan belaka karena begitu lawan mengelak, Song Joong Ki ulurkan tangan kiri untuk menjambret kain putih penutup kepala si pemuda!

Tubuh yang membuat gerakan mengelak mendadak menendang ke depan sewaktu tangan kiri Song Joong Ki menyambar. Tokoh ksatria tingkat tiga istana ini tidak tinggal diam. Sadar gerakannya menjambret tidak kesampaian maka kembali pedangnya beraksi. Senjata ini membabat deras ke arah kaki yang menendang.

Bersamaan dengan itu dari samping kanan Cho Kyuhyun ikut menggempur dengan satu tusukan ke sisi kiri si pemuda. Terjadilah hal yang luar biasa. Tubuh si pemuda mendadak sontak seperti melejit ke udara. Dua hantaman pedang menggempur tempat kosong. Begitu tubuhnya melayang tutun, si pemuda sebar serangan berupa tendangan berantai, masing-masing mengarah batok kepala Song Joong Ki dan Cho Kyuhyun.

Meskipun tersentak kaget melihat ilmu meringankan tubuh serta serangan lawan namun dua tokoh ksatria istana itu masih dapat mengelak. Malah begitu lawan baru saja menginjakkan kedua kaki di pematang sawah, mereka kembali menyerbu dengan membabi buta. Sambil melancarkan serangan deras, Song Joong Ki berbisik pada saudaranya. “Perhatikan gerakan si pemuda itu Cho kyuhyun. Banyak sekali persamaannya dengan ilmu Master Jang Hyuk! Aku curiga, bahkan hampir pasti pemuda ini adalah orang yang kita cari!”

“Tadipun aku sudah menduga!” jawab Cho Kyuhyun. “Kita gempur terus. Jangan beri kesempatan! Desak dia agar masuk ke dalam sawah berlumpur!”

“Aku punya akal lain. Kita akan segera lihat apakah dia benar orang yang kita cari atau bukan!”

“Apa yang hendak kau lakukan?” tanya Cho kyuhyun pula.

Sambil terus bolang-balingkan pedangnya menyerang lawan, Song Joong Ki tiba-tiba berteriak.

“Anak muda muka pucat! Jangan kira kami tidak tahu siapa kau adanya! Jika kau tak lekas menyerahkan diri niscaya kau akan menyusul gurumu ke akhirat! Ketahuilah kami adalah utusan dari istana! Sarang kediaman gurumu telah kami temui malam ini! dan Master Jang Hyuk sudah kami bunuh!”

Paras pemuda berpakaian penuh lumpur itu mendadak tampak berubah. Dia membuat gerakan melompat mundur.

“Manusia keparat! Kau membunuh Master Jang Hyuk katamu……?!”

Song Joong Ki tertawa bergelak.

“Lihat! Ternyata dia tidak bisu!”

“Dan suaranya seperti suara perempuan!” sambung Cho Kyuhyun.

“Betul! Dia memang perempuan! Dan dia pastilah Shin Min Ah, putri raja yang berusaha menyusun pemberontakan!”

Si pemuda nampak tercekat. Karena terkejut mendengar kata-kata Song Joong Ki tadi, dia telah membuka suara yang berarti membuka rahasia diri dan penyamarannya.

“Ha….ha! Kau tidak bisa lari dari kami Shin Min Ah! Kau hanya punya satu pilihan. Tertangkap hidup-hidup atau menyusul gurumu!”

“Manusia-manusia durjana! Jika kalian benar telah membunuh Master Jang Hyuk, kalian akan rasakan pembalasanku saat ini juga!”

Song Joong Ki dan Cho Kyuhyun sambut ucapan lawan dengan tawa bergelak lalu sama-sama menghamburkan serangan pedang. Mereka membuat gerakan-gerakan menjepit karena masih bermaksud untuk menangkap lawan hidup-hidup. Tetapi ketika lawan yang bertangan kosong itu bertahan dan balas menyerang dengan nekad, mau tak mau keduanya tidak memperhitungkan lagi apapun yang terjadi. Gerakan pedang mereka berubah menjadi ganas hingga bagaimanapun hebat pertahanan si pemuda cepat atau lambat bahaya maut pasti akan melandanya!

Pada jurus kesembilan belas dalam satu gebrakan hebat Song Joong Ki membabat ke arah kepala lawan. Di saat yang sama satu tusukan deras datang dari depan, dilakukan oleh Cho Kyuhyun. Lawan yang dikeroyok merunduk untuk elakkan tebasan Song Joong Ki. Tapi karena sekaligus dia harus melompat mundur untuk selamatkan perut dari tusukan Cho Kyuhyun maka gerakan merunduknya agak terlambat.

Breet!

Kain putih penutup kepala robek besar. Rambut hitam panjang yang tadi tergelung di balik kain itu tergerai keluar. Kini si pemuda tak dapat lagi menyembunyikan bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang gadis remaja. Dan dia bukan lain memang Shin Min Ah!

“Ha….ha! Kedokmu benar-benar sudah terbuka Shin Min Ah!” seru Song Joong Ki. Pegangannya pada hulu pedang semakin diperketat. Serangannya dan serangan adiknya bertambah ganas.

Dalam kegelapan malam di tempat terbuka di pesawahan itu tiba-tiba berkelebat pancaran sinar merah. Serentak dengan itu dua tokoh ksatria istana tadi merasakan ada hawa panas yang menyambar. Keduanya seperti terdorong ke belakang oleh satu kekuatan dahsyat yang tidak kelihatan. Memandang ke arah tangan kanan Shin Min Ah, terkejutlah keduanya dan berseru hampir bersamaan.

“Pedang Choshinsei!”

Kedua tokoh ksatria istana ini merasakan dada masing-masing bergetar keras. Pedang choshinsei bukan saja merupakan senjata tumbal dan lambang tahta kerajaan, tetapi sekaligus merupakan satu senjata sakti luar biasa. Dan kini senjata itu ada di tangan lawan! Mereka memang juga telah diperintahkan untuk mendapatkan pedang tersebut, namun sama sekali tidak menyangka kalau senjata sakti mandraguna itu ternyata berada di tangan Shin Min Ah.

“Celaka Song Joong Ki …..” bisik Cho Kyuhyun. “Kau lihat senjata itu?”

“Kita harus berhati-hati Cho Kyuhyun. Keluarkan jurus-jurus empat langkah menjerat laba-laba…..”

Jurus yang barusan dikatakan Song Joong Ki itu adalah jurus terhebat dari ilmu pedang mereka dan selama ini jarang sekali mereka keluarkan. Kini menghadapi lawan yang memegang senjata sakti, keduanya tak mau ambil resiko. Didahului oleh bentakan garang dari mulut Song Joong Ki, dua bersaudara itu kembali menyerbu. Dua pedang berkelebat dalam udara malam yang dingin, mengeluarkan deru berkesiuran menggidikkan. Sesuai dengan nama jurusnya maka kehebatannya memang bukan kebohongan. Dua batang pedang seperti berubah menjadi empat dan membentuk sisi empat persegi hingga Shin Min Ah seperti laba-laba terkurung dalam sebuah kotak maut!

“Mampus!” teriak Song Joong Ki. Pedang di tangannya membabat ke leher.

“Putus nyawamu!” teriak Cho Kyuhyun tak kalah garang dan pedangnya menusuk ke dada.

Dalam gelap malam tiba-tiba membesit sinar merah. Udara di tempat itu mendadak menjadi panas.

“Awas hantaman pedang choishinsei!” Song Joong Ki memberi peringatan. Tapi terlambat.

Trang….trang…..!

Bunga api memercik dalam gelapnya malam. Song Joong Ki dan Cho Kyuhyun merasakan tangan masing-masing tergetar keras. Ada hawa sangat panas menghantam ke arah mereka seperti memanggang. Keduanya melompat mundur empat langkah.

Ketika memperhatikan pedang di tangan mereka tersentak kaget dan pucat. Kedua senjata itu telah patah buntung disambar Pedang Choshinsei! Luar biasa dan hamper tak dapat dipercaya oleh tokoh istana itu.

“Bagaimana sekarang? Kalian masih inginkan menangkapku?!” tanya Shin Min Ah dengan nada mengejek.

“Gadis pemberontak! Apa kau kira kami takut?!” bentak Song Joong Ki. Tapi untuk sesaat dia tetap saja tak bergerak di tempatnya. Lalu dia berbisik pada saudaranya. “Cho Kyuhyun, kita harus merampas pedang itu lebih dulu. Kalau tidak bisa habislah kita! Kau menyerang dari kanan, aku dari kiri.”

Dua tokoh ksatria istana itu dengan andalkan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi yang mereka miliki berkelebat cepat. Masing-masing juga kerahkan tenaga dalan pada dua tangan. Memang hanya dengan mengandalkan kecepatan gerakan serta kekuatan tenaga mereka bisa menghadapi lawan yang memegang senjata sakti luar biasa itu. Meskipun demikian ternyata tetap saja Song Joong Ki dan Cho Kyuhyun mengalami kesulitan. Setiap pedang menyambar, sinar merah berkelebat menggidikkan dan hawa panas memancar ke arah keduanya.

Setelah beberapa kali mencoba dan tetap gagal keduanya merubah siasat. Sambil menjaga jarak untuk menghindarkan tusukan atau sambaran pedang Choishinsei, Song Joong Ki dan Cho kyuhyun lepaskan pukulan-pukulan tangan kosong jarak jauh. Sekaligus mereka mengurung rapat karena bagaimanapun juga mereka tak ingin Shin Min Ah lolos. Justru hal ini yang membuat mereka menjadi celaka.

Pada jurus kedua puluh satu Shin Min Ah tampak seperti tergelincir di pematang sawah. Tubuhnya miring ke kiri. Melihat ini Cho Kyuhyun tidak sia-siakan kesempatan. Dia memburu dengan tendangan kaki kanan ke dada sang dara. Di saat itu pula Shin Min Ah membuat gerakan membalik sambil mengarahkan pedang Choishinsei. Terdengar pekik Cho Kyuhyun ketika senjata sakti itu menggurat dadanya dalam dan deras. Tubuhnya terhuyung-huyung. Kalau tak lekas ditopang oleh Song Joong Ki pasti tercebur ke dalam lumpur sawah. Namun di lain sisi Song Joong Ki serta merta lepaskan tubuh saudaranya itu. Tubuh Cho Kyuhyun terasa panas seperti bara. Pakaian dan kulitnya tampak hangus kehitaman. Cho Kyuhyun menjerit sekali lagi. Nyawanya lepas. Kedua kakinya tertekuk dan dia jatuh terjerambab ke dalam sawah!

“Cho Kyuhyun!” teriak Song Joong Ki memanggil dan hendak memburu. Tapi dia terpaksa menjauh karena saat itu Shin Min Ah kirimkan satu tikaman ke arahnya. Tengkuk Song Joong Ki terasa dingin. Rasa takut menggerayangi dirinmya. Berdua dengan Cho Kyuhyun saja dia tak sanggup menghadapi anak murid Master Jang Hyuk itu, apalagi seorang diri. Tak ada jalan lain. Dia terpaksa berispa-siap cari kesempatan untuk melarikan diri. Namun pada saat kesempatan muncul mendadak terdengar suara seruan dari arah timur.

“Sungguh memalukan! Dua tokoh Ksatria istana berkepandaian tinggi tidak mampu membereskan seorang gadis kecil!”

Begitu seruan lenyap, sesosok tubuh muncul dari kegelapan malam dan tegak di kanan Song Joong Ki.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...