Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Rabu, 29 September 2010

Where My Honey??? (Part 2-Tamat)


Chapter 2
Ternyata…


Aku terus mendapat informasi ‘menyakitkan’ dari Im Yoon Ah. Ternyata Im Yoon Ah juga melihat Peter Ho bersama seorang ‘tante-tante’. Oh my God, jangan bilang Peter Ho-ku itu.

“… aarrggghhh… kenapa bisa seperti ini??” Akhirnya setelah seminggu, aku mengurung diriku… aku memutuskan untuk menemui Peter Ho dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya…

“Im Yoon Ah, kau dimana sekarang?”

“Aku di Red Cafe, jl. Super Junior no. 13!”

“Apa Peter Ho ada di sana?”

“Iya, dia masih ada disini. Cepatlah kau datang kemari sebelum Peter Ho pergi!”

Aku pun cepat-cepat menancap gas mobilku, agar cepat sampai di Red Cafe. Sesampainya di sana, aku segera berlari memasuki cafe itu. Aku melihat Peter Ho tengah duduk berduaan dengan seorang gadis yang menurutku tidak terlalu cantik, lebih cantik aku malah. Aku langsung menghampiri Peter Ho dan segera tangan kananku menempel keras ke pipi kiri Peter Ho.

“Ohh, ternyata seperti ini jika kau tidak bersamaku… tukang selingkuh!”

“Tunggu, Barbie Hsu! Dengarkan penjelasanku dulu.”

“Apalagi yang perlu kau jelaskan, semuanya sudah jelas, ternyata kau itu tidak jauh dari seorang pria penipu… pembohong… jahat… kejam… jorok !!!”

“Jorok?? Kalau begitu aku sudah seperti lalat kotor di iklan pembasmi nyamuk!” Tanggap Peter Ho dengan nada berguraunya, berharap dapat mencairkan suasana. Tetapi kali ini aku teguh pada pendirian, aku tidak akan pernah mencair walau diberi humor selucu apapun.

“Sorry, humor murahan seperti itu tidak mempan untukku lagi Peter Ho!” Mendengar jawabanku itu, wajah Peter Ho menjadi kecewa berat. Aku tahu Peter Ho, dia paling sedih jika ada orang yang tidak suka dengan humornya. “Maafkan aku Peter Ho, tapi saat ini aku benar-benar kesal padamu.” Kulanjutkan lagi perkataanku diiringi dengan tangisanku.

“Aku sangat mencintaimu, tapi mengapa kau tega sekali menghianatiku… !” Di sela-sela adu mulutku dengan Peter Ho, muncullah seorang tante-tante yang datang langsung menarik tangan Peter Ho.

“Ada apa ini?”

“Tante tanya saja pada simpanan tante ini!” Jawabku ketus.

“Bicara apa kau ini?” Lanjutnya lagi, “Dia itu anak saya!”

“Ooohh my God… sepertinya ada masalah baru lagi! Aku hanya bisa terdiam mendengar jawaban tante-tante yang ternyata adalah Mama Peter Ho. Aku pun menatap Peter Ho perlahan, dengan maksud Peter Ho mau memaafkanku.

“Tapi gadis ini siapa?” Tandasku lagi, berharap caraku berhasil untuk mengalihkan pembicaraan.

“Dia itu adikku!”

Jeddaaarrr…. bagaikan kilat di siang bolong lagi yang mau menimpaku terus. Aku langsung secepat kilat mengubah ekspresiku yang tadinya penuh amarah menjadi lebih kalem, berharap mendapat simpati dari Peter Ho dan keluarganya.

“Tadinya aku tidak menghubungimu, karena aku mau memberimu surprise!” Lanjutnya lagi, “Aku mau memberimu… cincin! Aku mau melamarmu, menjadi tunanganku.”

Aku pun langsung tidak bisa berkata apa-apa lagi, tidak terasa air mataku jatuh. Tetapi kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan kebahagiaan. Aku tidak menyangka selama 3 tahun aku menjadi kekasihnya, tidak pernah sekalipun ia membahas mengenai “pertunangan”. Peter Ho pun mengambil sebuah kotak cincin berwarna merah tua dihiasi pita merah dari dalam kantong celananya dan membukanya, lalu bersiap untuk memasukkan cincin itu ke dalam jari manisku.

“Barbie Hsu, apa kau mau menjadi tunanganku?” Karena aku tidak tahu harus berkata apalagi, aku pun hanya bisa menganggukkan kepalaku sambil tidak henti-hentinya aku berpikir... “apakah ini hanya mimpi?”, karena biasanya Peter Ho tidak pernah serius dalam mengatakan sesuatu. Peter Ho kemudian memasukkan cincin indah itu ke dalam jari manisku. Lalu spontan aku memeluknya dan rasanya kali ini aku tidak mau melepasnya lagi. Tidak akan pernah!!!

TAMAT

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...