Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Kamis, 23 September 2010

Kabut Obsesi Cinta (Part 3)


Part 3
“Cinta Kim So Eun Untuk Kim Bum”


Terlihat Jang Geun Suk mengibaskan kotoran yang menempel di celana jinsnya. Membetulkan kancing jaket parasutnya hingga menutupi lehernya yang jenjang. Memakaikan penutup kepalanya. Entah mengapa bayangan-bayagan Kim So Eun bermain-main lagi di benaknya. Bayangan itu seakan tidak mau pergi.

'Mengapa Kim So Eun menolak cintaku?' batinnya lagi. 'Aku harus mendapatkannya. Harus!'

Jang Geun Suk menuruni anak tangga gasebo dan berjalan melewati semak belukar. Langkah terhenti oleh suara canda seseorang yang telah mencuri perhatiannya. Jang Geun Suk berusaha mempertajam pendengaranya. Sepertinya ia kenal betul dengan suara itu. Ya, tidak salah lagi!

Jang Geun Suk berjalan menghampiri sebuah gasebo lain didepannya. Dengan lampu remang dan redup. Ia melihat dua orang anak manusia sedang memadu kasih.

"Kim So Eun?" jeritnya, mengerutkan dahi.

"Kim Bum?" lanjutnya terbelalak tak percaya.

Kim Bum terbelalak kaget melihat kehadiran Jang Geun Suk.

"Jang Geun Suk...."

"Kalian sedang apa di sini?" tanya Jang Geun Suk menahan gejolak cemburu yang telah membakar di hatinya.

Ternyata Kim So Eun mencintai Kim Bum, sahabatnya. Pantas saja Kim So Eun menolak cintanya.

"Kau keterlaluan, Kim Bum! Kau keterlaluan!" sergah Jang Geun Suk emosi.

"Jang Geun Suk! Apa maksudmu!"

Jang Geun Suk menarik baju Kim Bum dengan kasar. Matanya melotot tajam menahan kemarahan. Melirik ke arah Kim So Eun dengan tatapan mata tajam pula. Sedangkan Kim So Eun hanya tertunduk melihat Jang Geun Suk yang tengah kalut. Kim So Eun meringkuk ketakutan di tempat duduknya. Matanya hanya sesekali memicing memperhatikan Jang Geun Suk dan Kim Bum.

"Kau pagar makan tanaman. Kau tahu kan kalau selama ini aku sangat mencintai Kim So Eun."

"Sudahlah, Jang Geun Suk!" tepis Kim Bum. " Kim So Eun tidak mencintaimu."

"Hei, kau pikir kau hebat?! Sahabat macam apa kau?!" Jang Geun Suk mempererat tarikan pada kerah baju Kim Bum. Dan dengan kasar dihentaknya tubuh tegap itu hingga terjerembab di atas rerumputan.

Tak lama kemudian Kim Bum bangkit dengan emosi yang membara. "Kau mau apa, Jang Geun Suk?! Seharusnya Kau tahu diri sedikit. Kim So Eun itu tidak mencintaimu! Tapi mencintaiku!"

"Hei, kurang ajar!" Jang Geun Suk mendorong tubuh Kim Bum. "Yang pertama kali mengenal Kim So Eun itu aku! Bukan kau!"

"Hm... apa kau lupa, kau itu tidak pantas mendapatkan Kim So Eun. Kau itu pecundang!"

"Arrghhh...."

Buuuk! Braakkk. Duuk....

Jang Geun Suk memukul tubuh Kim Bum berkali-kali. Dan menghajarnya tanpa ampun. Jang Geun Suk dan Kim Bum terus berkelahi. Saling baku hantam memperebutkan seorang gadis yang sama-sama mereka cintai.

Kim Bum balik memukul Jang Geun Suk dengan keras. Beberapa kali Jang Geun Suk tersungkur dan bangkit dengan tertatih. Dengan terhuyung Jang Geun Suk menghantam wajah Kim Bum. Dan Kim Bum yang sudah kalap juga memukul tubuh Jang Geun Suk dengan kuat hingga ia terpelanting jauh di rerumputan.

"Sudahlah Kim Bum! Sudah...! Jangan berkelahi lagi!" Suara Kim So Eun terdengar menengahi kegaduhan mereka.

Jang Geun Suk bangkit dengan sakit di sekujur tubuhnya. Semakin terasa sakit saat melihat Kim So Eun lebih memperhatikan Kim Bum. Ternyata benar, Kim So Eun sama sekali tidak mencintainya.

Jang Geun Suk beringsut dengan mata memar. Hidungnya berdarah dan pelipisnya sobek. Ia sempoyongan di antara semak belukar. Berjalan tertatih dengan langkah yang tidak teratur. Dan mendadak saja ia tergelincir di bebatuan. Terperosok jatuh di dasar bukit. Terguling hingga terpental dan akhirnya terlentang tak sadarkan diri. Ranting-ranting kecil dan berduri menyayat jaket parasutnya.

Jeritan keras Jang Geun Suk membelah sunyi malam di hutan pinus. Park Shin Hye tercengang di depan unggun yang masih berkobar. Ia bangkit berdiri dan segera mencari asal suara yang telah mengisi hatinya sekian lama.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...