Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Kamis, 23 September 2010

Menanti Kim So Eun Pulang (Part 3)



Part 3
Kami Mencintai Kak Kim So Eun!


Semilir angin masih basah.

Masih terdengar lembut serangkaian lagu di gendang telinganya. Go Ah Ra menyandarkan kepalanya ke jok mobil ketika 'Cinta Jangan Kau Pergi'-nya Vidi Aldiano mengalun merdu dari frekuensi 102,2 FM di radio digital mobil. Dipejamkannya mata, takzim menyimak. Ada suara Kim Hyun Joong-Sang Penyiar meningkahi sebelum lagu tadi diputar di Prambors Seoul. Lagu masih mengalun syahdu. Tidak dia matikan sejak dari garasi rumah tadi.

Pandangannya lurus mengarah ke jalan. Aspal masih membasah, tampak licin seperti kulit seekor ular raksasa yang sedang terpulas. Di tengah jalan sana pula sesekali hanya terlihat sekelebat cahaya lampu dari beberapa kendaraan yang lalu-lalang. Malam ini semuanya seperti membeku. Hatinya giris (Ketakutan). Dingin angin malam masih menusuk-nusuk sampai ke tulang sumsumnya. Dia menggigil.

"Tapi, itu insiden, Pa!"

"Bukan insiden...."

"Tapi...."

"Bukan insiden kalau hal buruk yang dia lakukan itu merusak nama baik keluarga Ryu Seung Ryong. Papa benar-benar malu!" Sebuah penegasan yang membungkam sederet perbendaharaan kalimatnya.

"Ke-kenapa, kenapa, Pa?! Kenapa Papa ti-tidak dapat memaafkannya sampai sekarang?!"

"Papa maafkan dia sampai seribu kali pun tidak dapat mengubah keadaan. Nama baik Ryu Seung Ryong sudah kepalang hancur!"

"Papa! Sebegitu pentingkah nama baik keluarga sampai Papa tega mengusir dan tidak menganggap Kak Kim So Eun sebagai anak kandung Papa sendiri?!"

"Kau jangan membela anak tidak tahu diri itu!"

"Bagiku, seburuk-buruknya Kak Kim So Eun, tapi dia tetap saudaraku." Jawab Go Ah Ra tegas

"Tidak ada tempat di hati Papa untuk anak perusak nama baik keluarga!"

"Kak Kim So Eun tidak sejahat itu, Pa. Kak Kim So Eun cuma khilaf!"

"Papa tidak dapat lagi mengetahui dan memilah perbuatannya. Apakah itu jahat atau tidak kalau terhadap ibunya sendiri dia tega..."

"Tapi, Mama sendiri sedari dulu sudah memaafkannya."

"Mamamu terlalu baik."

"Kak Kim So Eun masih belum dapat menerima Mama dan Aku pada waktu itu, Pa. Kak Kim So Eun sama sekali tidak bermaksud jahat. Itu hanya persoalan personal jealous. Seandainya Aku adalah Kak Kim So Eun, mungkin aku juga akan berbuat seperti yang dilakukan oleh Kak Kim So Eun."

"Lalu, apa perbuatan memalukannya itu juga bukan...."

"Pa-Papa...!"

"Hah, karma apa Papa hingga...."

Kepala Go Ah Ra masih menyandar di jok mobil. Matanya terpejam. Dia terisak, membiarkan butiran-butiran bening itu mengaliri pipinya dengan hangat.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...