Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Kamis, 23 September 2010

Menghalau Kabut Hati (Part 2)


Part 2
Kim Hyun Joong vs Jung Yong Hwa


Sejak perkenalan yang menurut Jung So Min unik dan romantis itulah, hati dan pikirannya tak pernah lepas dari sosok tampan Kim Hyun Joong. Setiap melamun, pasti wajah Kim Hyun Joong-lah yang melintasi otaknya.

“Sadarlah kau, Jung So Min! Kau kan sudah punya Jung Yong Hwa!” Bete sekali Jung So Min setiap kali bercerita tentang Kim Hyun Joong pada Park Shin Hye, sahabat karibnya, karena selalu kata-kata itu yang keluar dari bibir tipis sahabatnya yang mungil itu.

“Jung Yong Hwa lagi, Jung Yong Hwa lagi!” jawab Jung So Min setiap kali Park Shin Hye menyebut nama pemuda yang sudah tiga tahun ini jadi kekasihnya itu, tentu saja hanya dalam hati.

Jung Yong Hwa memang baik. Ia memang pinter. Ia memang sempurna. Tapi itu dulu, sebelum Jung So Min mengenal Kim Hyun Joong, yang ternyata memiliki kelebihan jauh di atas Jung Yong Hwa. Apalagi wajahnya yang tampan.... Huih, bagaimana Jung So Min tidak tergoda?

“Aku sudah putus dengan Jung Yong Hwa!” gumam Jung So Min sambil lalu, seolah tak peduli.

“Apa?” teriakan Park Shin Hye yang membahana membuat seisi kelas menoleh. Jung So Min segera menyikut lengan sahabatnya itu sambil memasang tampang tak berdosa. Untung saja Bu Lee Bo Young yang sangar itu sedang sibuk menuliskan rumus-rumus di papan tulis, sehingga tidak sempat memperhatikan keributan di bangku belakang!

Jung So Min memang terpikat habis-habisan pada sosok tampan Kim Hyun Joong, sehingga hari-hari berikutnya ia tak lagi menggubris Jung Yong Hwa, yang datang ke rumahnya setiap hari dengan wajah bertanya tanpa pernah mendapat jawaban dari mulut Jung So Min. Akhirnya, karena setiap hari dicuekin, Jung Yong Hwa pun tak pernah datang lagi ke rumahnya. Dalam hati, Jung So Min bersyukur karena ketidakhadiran Jung Yong Hwa membuatnya bebas untuk pedekate dengan Kim Hyun Joong, yang semakin lama semakin gencar menghujaninya dengan SMS berisi rayuan pulau kelapa.

Kim Hyun Joong memang romantis. SMS-nya selalu penuh dengan kalimat puitis yang membuat mimpinya semakin indah. Berbeda dengan Jung Yong Hwa, yang pendiam dan kaku. Sama sekali tidak romatis!

Hampir setiap hari Kim Hyun Joong mengirim SMS, dan Jung So Min yang lebih suka berbincang langsung biasanya segera menelepon Kim Hyun Joong tiap kali menerima SMS-nya. Sebenarnya Jung So Min heran, walaupun sudah berbulan-bulan mereka bertukar SMS, telepon, chatting, e-mail, tak sekali pun Kim Hyun Joong mengutarakan niatnya untuk berkunjung ke rumah Jung So Min. Padahal segala macam cara Jung So Min sudah berusaha memancing pertemuan kembali dengannya. Alamat rumah lengkap dengan denahnya bahkan sudah pernah dikirimkan Jung So Min melalui e-mail kepada Kim Hyun Joong, namun Kim Hyun Joong tak sedikit pun bergeming.

Akhirnya, setelah pulsa handphone-nya tekor dan ia dimarahi mamanya karena boros, Jung So Min pun berinisiatif untuk merancang pertemuan dengan Kim Hyun Joong. Melalui SMS, Jung So Min mengundang Kim Hyun Joong merayakan ulang tahunnya yang ke-17. Ia bahkan dengan sengaja tidak mengundang teman-temannya seperti biasanya, karena ia ingin perayaan ulang tahunnya nanti menjadi momentum yang penting dalam hidupnya dengan merayakannya bersama pemuda yang belakangan ini tak pernah lepas dari ingatannya.

Melalui SMS juga, Kim Hyun Joong mengiyakan dan berjanji akan memberikan surprise pada hari ulang tahun Jung So Min. Itu membuat Jung So Min semakin berbunga-bunga. Ia pun semakin bersemangat merancang pesta ulang tahun yang akan dirayakannya bersama Kim Hyun Joong.

Ketika hari yang ditunggu-tunggunya tiba, Jung So Min menjadi semakin tidak sabar untuk bertemu Kim Hyun Joong. Sepulang sekolah, ia sengaja ke salon untuk mempercantik dirinya. Ia ingin sekali Kim Hyun Joong terpikat padanya, sama seperti pemuda tampan itu telah memenjarakan hatinya.

Kue tart telah dipesan jauh-jauh hari dari toko kue langganan sang mama. Masakan mamanya yang enak juga sudah terhidang di meja. Tinggal menunggu kedatangan sang Arjuna, istilah mamanya, yang tak henti-hentinya menggoda Jung So Min.

Namun Kim Hyun Joong tak kunjung datang. Sampai malam menjelang, make up Jung So Min luntur dan hidangan yang disiapkan di meja menjadi basi, pemuda tampan yang ditunggu-tunggunya tak juga menampakkan batang hidungnya. Akhirnya, tepat jam 12 malam Jung So Min menyerah. Ia mencuci mukanya, memotong sendiri kue tartnya dan memakan hidangan yang dingin sambil bercucuran air mata. Seluruh penghuni rumah sudah tidur, tanpa berani bertanya mengapa tamu yang ditunggunya tidak datang.

Esok paginya, Jung So Min jatuh sakit. Demamnya yang tinggi, sampai hampir 39 derajat Celcius, membuat seisi rumah cemas. Yunia, sang sahabat karib yang mulai dijauhi Jung So Min sejak munculnya sosok Kim Hyun Joong, tak kalah panik. Ia dihubungi mama Jung So Min dan langsung menemui Jung So Min sepulang sekolah. Dokter sudah dipanggil, namun Jung So Min masih saja menggigil. Akhirnya ia dibawa ke rumah sakit. Ia masih mengigau terus dan demamnya tak juga turun.

Akhirnya Park Shin Hye berinisiatif menelpon Kim Hyun Joong, karena ia mengira, sejak putus dari Jung Yong Hwa, Jung So Min menjalin hubungan dengan Kim Hyun Joong. Namun Kim Hyun Joong tak mau menjawab teleponnya, bahkan pemuda itu mengatakan bahwa ia tidak kenal dengan Jung So Min. Park Shin Hye ikut terluka dan sakit hati mendengar jawaban seperti itu. Ia pun tahu mengapa Jung So Min jatuh sakit, sehingga diam-diam ia merancang pembalasan yang setimpal untuk orang yang telah melukai hati sahabatnya.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...