Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Sabtu, 25 September 2010

Love For Mother Earth (Part 1)


Part 1
Go Green


Sudah seminggu ini SMA Shinhwa mengadakan aksi hijau di lingkungan sekolah. Banyak juga yang mendukung, namun yang tampak cuek dan ogah-ogahan juga tidak kalah jumlahnya.

"Apa tidak ada kerjaan lain." Iitulah pendapat yang keluar dari mulut Kim Bum, ia termasuk ke kelompok yang terkesan tidak peduli dengan aksi go green di sekolahnya.

Ketika jam istirahat dimulai, Kim So Eun memilih berkeliling mengingatkan teman-temannya untuk membuang bungkus makanan mereka ke tempat sampah yang sudah disediakan. Ia bahkan menjelaskan untuk membuang sampah ke tong sesuai jenis sampahnya.

Kim Bum sedang asyik mengunyah kripik kentangnya ketika melihat Kim So Eun sibuk wara-wiri mengingatkan orang-orang.

"Sok peduli sekali dia dengan lingkungan!" cibir Kim Bum di hadapan teman-teman segengnya.

"Katanya, dia yang mengusulkan aksi hijau di sekolah kita," sahut Yunho, teman Kim Bum yang juga apatis akan aksi cinta bumi di SMA Shinhwa ini.

"Oh ya?" tanya Kim Bum sambil memandang sosok di seberangnya dengan sinis.

"Kim Bum, Aku dengar dia menjomblo. Aneh ya? Padahal Kim So Eun cantik sekali, kan?" sahut Yunho, yang kedengaran tidak nyambung.

"Maksud kamu apa, Yunho?" tanya Kim Bum kesal. Ia merasa tersindir, karena sudah hampir lulus SMA masih belum juga mendapatkan seseorang yang spesial di hatinya. Seseorang yang tidak cuma cantik fisiknya tapi juga cantik hatinya. Padahal dia sudah dikenal sebagai cowok yang paling banyak fansnya, sayangnya dari fans yang berjibun itu dia belum juga menemukan yang dicarinya. Cewek-cewek yang mengejarnya kebanyakan hanya tertarik dengan harta dan tampilan fisiknya saja. Ia ingin seseorang yang tidak melihat itu semua dari dirinya, ia ingin seseorang yang bisa membuatnya lebih baik.

Kim Bum tidak pernah mengutarakan kriteria cewek idamannya ini ke siapapun, termasuk yunho sahabatnya sejak kelas satu. Somehow, ia merasa sulit mendapatkan cewek dengan kriteria itu dengan reputasinya sekarang—tukang bikin onar, sering skip pelajaran, hobi nongkrong di kantin, dan selalu skeptis terhadap semua kegiatan sekolah. Sehingga ia memutuskan untuk menyimpan impiannya itu rapat-rapat, entah kapan harus dibuka. Mungkin bila sudah menemukan yang tepat.

Tanpa terasa bel masuk berbunyi. Kim Bum dan teman-temannya memutuskan untuk kembali ke kelas.

"Ayo kita ke kelas. Sekarang pelajarannya Pak Ahn Jae Wook. Aku tidak mau kena skorsing lagi," ajak Kim Bum pada Yunho sambil meninggalkan bungkusan bekas kripik kentang dan kaleng Cola-nya di atas meja kantin.

Ketika berbalik, ada yang menepuk bahunya dari belakang. Refleks ia berbalik kembali dan menemukan sosok yang membuat mood-nya tidak enak akhir-akhir ini.

"Kalau sudah selesai makan dan minum, bungkus plastik sama kalengnya tolong dibuang ke tong sampah," ujar Kim So Eun ramah sembari menyodorkan bungkus kripik kentang dan kaleng Cola yang tadi ditinggalkan begitu saja oleh Kim Bum.

Merasa disulut amarahnya, Kim Bum mengambil bungkus plastik dan kaleng di tangan Kim So Eun dengan kasar lalu membuangnya ke tong sampah di dekat kantin.

"Puas?" kata Kim Bum jutek sambil menatap Kim So Eun penuh amarah. Berikutnya ia pergi menyusul teman-teman segengnya yang sudah lebih dulu masuk ke kelas.

Kim So Eun memiringkan kepalanya tidak mengerti. She's wondering, apa yang sudah diperbuatnya sampai membuat Kim Bum sedemikian marah kepadanya. Seingatnya, Kim Bum memang terkenal sebagai tukang pembuat onar meski anehnya teman-teman ceweknya banyak yang ngefans gara-gara tampang Kim Bum yang good looking. Namun, dia dan Kim Bum tidak pernah bermasalah sebelumnya.

Sang mentari perlahan beranjak ke sisi lain bumi, membuat pemandangan menjadi bersemu jingga dan meninggalkan kesan hangat. Usai main tenis bersama ayahnya, Kim Bum yang sedang menikmati segarnya jus jeruk dingin dari kulkas menyambar majalah Bunda yang tergeletak di ruang tengah, majalah yang memuat tentang pola hidup sehat, penyakit populer, info-info kesehatan sampai kondisi bumi saat ini. Entah kenapa Kim Bum tertarik untuk membaca sebuah artikel mengenai Global Warming. Judul artikel itu "Bumi sedang Koma", Kim Bum penasaran mengenai isinya. Menurutnya, mana ada benda mati yang bisa mengalami koma. Jadi ia memutuskan untuk mencari tahu sendiri apa yang dimaksud penulis dengan mencantumkan judul yang tidak rasional menurutnya itu.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...