Laman

Silahkan Mencari!!!

I'M COMEBACK...SIBUK CUY...KERJAAN DI KANTOR GI BANYAK BANGET...JD G BISA POSTING DEH...

AKHIRX OTAK Q PRODUKTIF LAGI BUAT FF BARU...

GOMAWOYO BWT YG DAH MAMPIR & COMMENT
HWAITING!!!

Kamis, 23 September 2010

Senyuman Di Balik Pintu (Part 3)


Part 3
Restu Yang Tak Kunjung Datang


"Sudah diminum obatnya?" Kuangkat kepala Song Hye Gyo dan kurebahkan badannya untuk bersandar.

"Belum, Rain. Minta tehnya."

Teh manis hangat kuku kesukaan istriku, kuambil dan kuminumkan. Ada perasan sejuk di hati ketika aku bisa berbuat begitu. Mungkin sesejuk teh manis yang mengaliri tenggorokannya.

"Song Hye Gyo... aku mau ke rumah Papa."

"Ada keperluan apa, Rain?" Mata sayu istriku melirik wajahku. Ada kecurigaan di sudut matanya.

Ia tahu selama ini aku tidak pernah menengok Papa – ayahku, begitu juga ia. Setelah perkawinan sakral yang tanpa restu dan tanpa didasari keikhlasan di hati mereka – terutama ayahku, kami tak pernah menengok mereka lagi. Bukannya menaruh dendam, namun kami mengurung pertengkaran yang bakal terjadi.

"Song Hye Gyo, maafkan aku...." Aku menahan napas.

Matanya mencari jawaban. Tapi tak ada kalimat yang terjaring. Dan ia hanya diam dalam sunyi.

"Kau tidak harus sakit begini terus. Kau harus mendapat perawatan yang lebih baik. Aku akan pinjam uang ke Papa."

"Rain, Aku tidak apa-apa. Kondisiku sudah cukup baik. Aku sudah bisa bangun... huk-huk...."

Istriku mencoba menyenangkanku dengan mencoba bangkit, namun dia tidak bisa menyembunyikan sakitnya sehingga batuknya mulai mendera.

"Coba lihat, Kau belum sembuh Song Hye Gyo!" Kurebahkan badannya untuk berbaring kembali. Dan aku juga membaringkan tubuhku di sampingnya.

Batuknya menyeruak ke langit-langit, menampar ibaku, mengeringkan airmataku.

"Rain, kau tidak perlu ke rumah Papa, kalau hanya untuk pinjam uang."

Aku hanya membisu. Antara keraguan dan ketakutan. Keraguaan akan penerimaan Papa terhadap kehadiran anaknya yang hilang. Dan ketakutan akan kesehatan istriku yang akan semakin parah.

Aku memijit punggung istriku. Dan tanpa sadar, diselingi batuknya dan rencana esok pagi yang sudah tersusun di benakku, aku sudah tertidur dalam kelelahan.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...